32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Ini Denda Bagi Warga dan Pengusaha Langgar Prokes Covid-19

MANADOPOST.ID—Pemberlakuan denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, mulai diberlakukan Pemerintah Kota Tomohon.

Berikut rincian sanksi bagi para pelanggar prokes. Bagi warga yang tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah dendanya sebesar Rp100 ribu. Pemberlakuan denda sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Tomohon Nomor 28/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pengendalian Covid-19.

“Benar, jika ditemukan nanti ada masyarakat yang tidak menjalankan ketentuan sesuai Perwako Nomor 28 Tahun 2020. Ada sanksi yang disiapkan, mulai dari sanksi sosial hingga pengenaan denda sebesar Rp100 ribu,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Tomohon Syske Wongkar.

Satpol-PP Tomohon yang tergabung dalam Tim Pengamanan Wilayah Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon, jauh hari sebelum pemberlakuan sanksi sudah menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Meski begitu, Wongkar bilang, upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Bunga tak bisa optimal, jika minimnya kesadaran masyarakat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sebenarnya intinya bukan di seberapa besar denda yang diberlakukan. Tapi, kesadaran dan disiplin masyarakat itu sendiri. Memulihkan kondisi daerah, di tengah era new normal seperti sekarang. Harusnya jadi kesadaran yang tak perlu dipaksakan. Inisiatif dan paham, jika keluar berinteraksi dengan banyak orang, harus menggunakan masker, rajin mencuci tangan, hindari perkumpulan dan lainnya,” papar Wongkar.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setdakot Tomohon Denny Mangundap menambahkan, untuk detil pengenaan sanksi administratif kepada pelanggar protokol kesehatan (Prokes, red). Sesuai yang diatur dalam Perwako Nomor 28 Tahun 2020. Di bagi atas dua kategori, masing-masing kepada perorangan dan pelaku usaha.

“Untuk denda bagi pelaku usaha, seperti cafe, restoran, tempat pariwisata, hotel dan lainnya. Sanksinya bisa lebih besar lagi. Bisa sampai Rp500.000 bagi pelaku usaha. Karenanya, mari bersama jalankan dan patuhi anjuran ini,” sebut Mangundap.

Olehnya, besar harapan pihaknya, agar masyarakat terus mengaplikasikan aturan dan arahan pemerintah. Guna keberhasilan dan percepatan pemulihan kondisi sosial masyarakat. “Terlebih mendorong aktivitas usaha di Kota Sejuk, guna pemulihan kondisi ekonomi,” kuncinya.(yol/gnr)

 

MANADOPOST.ID—Pemberlakuan denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, mulai diberlakukan Pemerintah Kota Tomohon.

Berikut rincian sanksi bagi para pelanggar prokes. Bagi warga yang tak pakai masker saat beraktivitas di luar rumah dendanya sebesar Rp100 ribu. Pemberlakuan denda sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) Tomohon Nomor 28/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pengendalian Covid-19.

“Benar, jika ditemukan nanti ada masyarakat yang tidak menjalankan ketentuan sesuai Perwako Nomor 28 Tahun 2020. Ada sanksi yang disiapkan, mulai dari sanksi sosial hingga pengenaan denda sebesar Rp100 ribu,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Tomohon Syske Wongkar.

Satpol-PP Tomohon yang tergabung dalam Tim Pengamanan Wilayah Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon, jauh hari sebelum pemberlakuan sanksi sudah menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Meski begitu, Wongkar bilang, upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Bunga tak bisa optimal, jika minimnya kesadaran masyarakat.

“Sebenarnya intinya bukan di seberapa besar denda yang diberlakukan. Tapi, kesadaran dan disiplin masyarakat itu sendiri. Memulihkan kondisi daerah, di tengah era new normal seperti sekarang. Harusnya jadi kesadaran yang tak perlu dipaksakan. Inisiatif dan paham, jika keluar berinteraksi dengan banyak orang, harus menggunakan masker, rajin mencuci tangan, hindari perkumpulan dan lainnya,” papar Wongkar.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setdakot Tomohon Denny Mangundap menambahkan, untuk detil pengenaan sanksi administratif kepada pelanggar protokol kesehatan (Prokes, red). Sesuai yang diatur dalam Perwako Nomor 28 Tahun 2020. Di bagi atas dua kategori, masing-masing kepada perorangan dan pelaku usaha.

“Untuk denda bagi pelaku usaha, seperti cafe, restoran, tempat pariwisata, hotel dan lainnya. Sanksinya bisa lebih besar lagi. Bisa sampai Rp500.000 bagi pelaku usaha. Karenanya, mari bersama jalankan dan patuhi anjuran ini,” sebut Mangundap.

Olehnya, besar harapan pihaknya, agar masyarakat terus mengaplikasikan aturan dan arahan pemerintah. Guna keberhasilan dan percepatan pemulihan kondisi sosial masyarakat. “Terlebih mendorong aktivitas usaha di Kota Sejuk, guna pemulihan kondisi ekonomi,” kuncinya.(yol/gnr)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/