32.4 C
Manado
Selasa, 9 Agustus 2022

Diperpanjang, Lurah-Camat di Tomohon Diminta All-out Kejar Target PBB-P2

 

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, memutuskan untuk memperpanjang masa penagihan Pajak Bumi Bangunan-Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) hingga akhir bulan November. Hal ini dimaksudkan, guna mendorong performa tagihan iuran wajib tahunan ke seluruh wajib pajak di Kota Bunga.

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

Dari data BPKPD, membuka bulan November, pasukan Drs Gerardus Mogi MAP CS tercatat telah membukukan penerimaan PBB-P2 sebanyak Rp.4,4 Miliar.  Atau sekira 71 persen dari total target yang ditetapkan yakni, Rp.6,1 Miliar.

 

 

“Hingga awal bulan ini, BPKPD melalui rekan-rekan bidang pendapatan, telah mengumpulkan penerimaan PBB-P2 sebanyak Rp.4,472,855,474. Atau sekira 71 persen dari estimasi target. Sedangkan tercatat di sistem, jumlah tersebut datang dari 23.711 transaksi PBB-P2 sepanjang tahun anggaran berjalan,” ungkap Kaban BKPPD Drs Gerardus Mogi MAP

 

 

Sembari menambahkan, pihaknya optimis, capaian PBB-P2 tahun ini bisa melampaui realisasi tahun sebelum. Yang hanya mampu finish di angka 78 persen.

 

 

“Kami optimis pasti bisa di angka 90 persen lebih, tentunya perlu sinergitas dan soliditas seluruh pihak. Masyarakat dan rekan-rekan perangkat kelurahan dan kecamatan,” tukasnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Christofel Manangka SE menambahkan, dengan adanya penambahan waktu deadline PBB-P2. Dapat dimaksimalkan oleh seluruh perangkat kelurahan dan kecamatan. Yang notebene nya jadi ujung tombak penerimaan pajak daerah tersebut.

 

“Tentunya dengan penambahan waktu penagihan ini, besar harapan kami kiranya rekan-rekan perangkat kelurahan dan kecamatan. Dapat memaksimalkan waktu sebelum jatuh tempo tiba. Lebih lagi kerja sama yang baik dari seluruh wajib pajak. Karena penerimaan daerah seperti PBB-P2 ini, pastinya akan dikembalikan ke masyarakat dalam perwujudan program sarana dan infrastruktur publik, ” pesan Manangka.

 

Sebelumnya, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH meminta kepada seluruh perangkat kelurahan dan kecamatan. Yang notebene nya jadi ujung tombak penerimaan PBB-P2. Untuk terus all-out kala menagih iuran wajib tahunan di lapangan.

“Semua wajib pajak, lebih lagi para PNS di Tomohon harus memberikan contoh, membayar kewajiban tahunan tepat waktu. Usahakan jauh sebelum jatuh tempo. Kita harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Dan tentunya, peran vital perangkat kelurahan dan kecamatan. Ayo terus pacu kinerja! Biar di tanggal 31 Oktober nanti, semua kelurahan bisa mencapai target yang ditetapkan,” pinta CS sapaan akrab wali kota.

Diketahui, di sejumlah kelurahan bagi wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya. Ada pemberlakuan pembatasan layanan publik. Memang tidak secara keseluruhan layanan publik dihentikan. Hanya beberapa hal saja yang diterapkan pemerintah. Upaya ini jadi salah satu cara eksekutif, mendorong performa penerimaan daerah.

 

Julius Laatung 

 

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, memutuskan untuk memperpanjang masa penagihan Pajak Bumi Bangunan-Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) hingga akhir bulan November. Hal ini dimaksudkan, guna mendorong performa tagihan iuran wajib tahunan ke seluruh wajib pajak di Kota Bunga.

 

 

 

Dari data BPKPD, membuka bulan November, pasukan Drs Gerardus Mogi MAP CS tercatat telah membukukan penerimaan PBB-P2 sebanyak Rp.4,4 Miliar.  Atau sekira 71 persen dari total target yang ditetapkan yakni, Rp.6,1 Miliar.

 

 

“Hingga awal bulan ini, BPKPD melalui rekan-rekan bidang pendapatan, telah mengumpulkan penerimaan PBB-P2 sebanyak Rp.4,472,855,474. Atau sekira 71 persen dari estimasi target. Sedangkan tercatat di sistem, jumlah tersebut datang dari 23.711 transaksi PBB-P2 sepanjang tahun anggaran berjalan,” ungkap Kaban BKPPD Drs Gerardus Mogi MAP

 

 

Sembari menambahkan, pihaknya optimis, capaian PBB-P2 tahun ini bisa melampaui realisasi tahun sebelum. Yang hanya mampu finish di angka 78 persen.

 

 

“Kami optimis pasti bisa di angka 90 persen lebih, tentunya perlu sinergitas dan soliditas seluruh pihak. Masyarakat dan rekan-rekan perangkat kelurahan dan kecamatan,” tukasnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Christofel Manangka SE menambahkan, dengan adanya penambahan waktu deadline PBB-P2. Dapat dimaksimalkan oleh seluruh perangkat kelurahan dan kecamatan. Yang notebene nya jadi ujung tombak penerimaan pajak daerah tersebut.

 

“Tentunya dengan penambahan waktu penagihan ini, besar harapan kami kiranya rekan-rekan perangkat kelurahan dan kecamatan. Dapat memaksimalkan waktu sebelum jatuh tempo tiba. Lebih lagi kerja sama yang baik dari seluruh wajib pajak. Karena penerimaan daerah seperti PBB-P2 ini, pastinya akan dikembalikan ke masyarakat dalam perwujudan program sarana dan infrastruktur publik, ” pesan Manangka.

 

Sebelumnya, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH meminta kepada seluruh perangkat kelurahan dan kecamatan. Yang notebene nya jadi ujung tombak penerimaan PBB-P2. Untuk terus all-out kala menagih iuran wajib tahunan di lapangan.

“Semua wajib pajak, lebih lagi para PNS di Tomohon harus memberikan contoh, membayar kewajiban tahunan tepat waktu. Usahakan jauh sebelum jatuh tempo. Kita harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Dan tentunya, peran vital perangkat kelurahan dan kecamatan. Ayo terus pacu kinerja! Biar di tanggal 31 Oktober nanti, semua kelurahan bisa mencapai target yang ditetapkan,” pinta CS sapaan akrab wali kota.

Diketahui, di sejumlah kelurahan bagi wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya. Ada pemberlakuan pembatasan layanan publik. Memang tidak secara keseluruhan layanan publik dihentikan. Hanya beberapa hal saja yang diterapkan pemerintah. Upaya ini jadi salah satu cara eksekutif, mendorong performa penerimaan daerah.

 

Julius Laatung 

Most Read

Artikel Terbaru

/