25.2C
Manado
Selasa, 13 April 2021

Pasar Ekstrim Tomohon Bakal `Disulap` Jadi Modern

TOMOHON- Pasar Ekstrim Beriman Kota Tomohon, yang kini dikenal bernama Pasar Wilken. Siap direvitalisasi dan disesuaikan, biar selaras dengan program kerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH-Wenny Lumentut SE (CS-WL).

Menjadikan pasar tradisional tersebut, secara bertahap dan berkelanjutan menjadi pasar berskema modern. Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PD Pasar Enos Pontororing, ada alokasi dana pusat berkaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) nantinya menopang wacana tersebut.

“Kita sementara menyusun proposal dan master plan, tata kelola dan manajemen pasar. Yang jadi persyaratan kucuran bantuan pemerintah pusat. Total alokasi anggarannya, berkaitan juga dengan stimulus pusat bagi PEN di daerah sebesar Rp.300 Miliar,” ungkap Pontororing, ketika diwawancarai Manado Post, Kamis (1/4).

Lanjut dikatakan Pontororing, di tahap persiapan, sembari menunggu bantuan finansial pusat tersebut. Pihaknya telah melakukan pendataan, penataan lapak hingga berkoordinasi dengan SKPD terkait. Biar, wajah pasar rakyat terbesar di Kota Sejuk tersebut, lebih enak dipandang.

“Tata kelola seluruh lapak di pasar, yang tidak sesuai dengan peruntukannya kita tertibkan semua. Pembersihan di beberapa lokasi. Mengedukasi para pedagang dan pengunjung, sekaligus para wisatawan baik lokal dan mancanegara. Biar keindahan dan kebersihan lingkungan di lokasi tetap terjaga. Konsep pasar tradisional modern artinya, cara berjualan dan penataan lapak masih secara tradisional, tapi tata kelolanya perlahan kita ubah ke arah yang lebih modern,” beber Pontororing.

Dikatakannya lagi, dari sisi daya tampung pasar yang nantinya juga diarahkan CS-WL menjadi spot pariwisata unggulan. Saat ini dihuni oleh sekira 500-600 pedagang. Meski begitu, Pontororing bilang, dengan ada rencana penambahan pembangunan infrastruktur. Daya tampung Pasar Wilken nantinya bisa mencapai 1.000 pedagang lebih.

“Pasar Wilken juga masuk dalam 20 program unggulan CS-WL. Saat ini yang aktif terdata ada 500-600 pedagang. Dari potensi yang dimungkinkan nantinya berkisar 1.000 lebih pedagang,” kata dia.

Sembari menambahkan, pihaknya pun kini tengah menanti alokasi penambahan penyertaan modal. Lewat hadirnya ranperda yang sementara dibahas bersama DPRD Kota Tomohon.

“Rincian penyertaan modal masih sementara dibahas. Pastinya jika cepat selesai, bisa menopang program menuju tata kelola pasar yang lebih baik,” pungkas Pontororing. (yol/gnr)

Artikel Terbaru