22.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Banteng Tomohon Protes Pembakaran Bendera Partai

TOMOHON—Soliditas PDI Perjuangan tak perlu dipertanyakan lagi. Meski kejadian pembakaran bendera partai bukan terjadi di Sulawesi Utara (Sulut), tapi gerakan gotong royong yang konsisten dilakukan, termasuk saat penanganan pandemi Covid-19, juga terlihat dalam aksi protes tindakan tak terpuji oleh massa pendemo di depan kantor DPR RI, Jakarta, tersebut.

Senin (29/6) kemarin, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon datangi Mapolres Kota Tomohon. Dipimpin Ketua DPC Carol Senduk, para kader banteng ini solid bergerak mengajukan laporan serta menyampaikan dukungan kepada kepolisian lewat Polres Tomohon, dalam penanganan kasus ini. Aksi tersebut diterima langsung Kapolres AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH. Mereka mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran bendera partai.

“Kami meminta Polri melalui Polda Sulut, Polres Tomohon, menyampaikan daerah atau kami juga bergejolak karena peristiwa pembakaran tersebut. Sebab bendera yang dibakar adalah simbol partai dan kami adalah partai nasionalis. Partai yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara bukan pendukung paham komunisme,” tegas Carol.

Diapun membacakan empat poin pernyataan sikap kader PDI Perjuangan. “Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin,” seru Carol. Kedua, kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan. “Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa,” tukasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Terakhir DPC Tomohon meminta pihak kepolisian di Sulawesi Utara atau Polres Tomohon melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari, khususnya di wilayah Tomohon. “Dukungan pada Kepolisian ini kami wujudkan dalam apel dan doa bersama dari kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon, jalan kaki bersama dari depan kantor walikota Tomohon serta pembacaan surat di depan kantor Polres Tomohon,” tandasnya.(*)

TOMOHON—Soliditas PDI Perjuangan tak perlu dipertanyakan lagi. Meski kejadian pembakaran bendera partai bukan terjadi di Sulawesi Utara (Sulut), tapi gerakan gotong royong yang konsisten dilakukan, termasuk saat penanganan pandemi Covid-19, juga terlihat dalam aksi protes tindakan tak terpuji oleh massa pendemo di depan kantor DPR RI, Jakarta, tersebut.

Senin (29/6) kemarin, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon datangi Mapolres Kota Tomohon. Dipimpin Ketua DPC Carol Senduk, para kader banteng ini solid bergerak mengajukan laporan serta menyampaikan dukungan kepada kepolisian lewat Polres Tomohon, dalam penanganan kasus ini. Aksi tersebut diterima langsung Kapolres AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH. Mereka mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran bendera partai.

“Kami meminta Polri melalui Polda Sulut, Polres Tomohon, menyampaikan daerah atau kami juga bergejolak karena peristiwa pembakaran tersebut. Sebab bendera yang dibakar adalah simbol partai dan kami adalah partai nasionalis. Partai yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara bukan pendukung paham komunisme,” tegas Carol.

Diapun membacakan empat poin pernyataan sikap kader PDI Perjuangan. “Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin,” seru Carol. Kedua, kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan. “Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa,” tukasnya.

Terakhir DPC Tomohon meminta pihak kepolisian di Sulawesi Utara atau Polres Tomohon melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari, khususnya di wilayah Tomohon. “Dukungan pada Kepolisian ini kami wujudkan dalam apel dan doa bersama dari kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tomohon, jalan kaki bersama dari depan kantor walikota Tomohon serta pembacaan surat di depan kantor Polres Tomohon,” tandasnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/