28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Rakyat Bersatu Menangkan JGE-VB

TOMOHON- Penampilan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, di Debat Final Pilwako Tomohon 2020, di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI), Rabu (2/12) kemarin, disambut positif masyarakat Kota Bunga.

Tak beralasan memang, dikatakan Tokoh Masyarakat Tomohon Barat Dian Tijow, penampilan pamungkas duet Srikandi yang diusulkan Partai Golkar, NasDem, Demokrat dan Hanura ini, luar biasa dan diyakininya mendapatkan respon positif konstituen.

“Paslon Nomor Urut Satu tampil gemilang dan luar biasa. Memaparkan visi misi, serta program dan rencana kerja ke depan dengan jelas dan terperinci. Dan yang terpenting di sini, apa yang disusun itu rasional. Bukannya berharap pada sinergitas antar pemerintahan. Sinergitas ini wajib dilakukan, bukan karena faktor warna politik,” sebut Tijow, ketika diwawancarai, Rabu (2/11) kemarin.

Sepakat dengan Tijow, Tokoh Masyarakat Kecamatan Tomohon Utara Eduard ‘Evho’ Paat pun memberikan apresiasi atas performa JGE-VB di Debat Pamungkas Calon Kepala Daerah, yang diinisiasi KPU Tomohon. Evho sapaan akrabnya, menyatakan lewat penampilan gemilang JGE-VB  dipastikan makin memberikan jaminan bagi publik, untuk calon pemimpin, yang disodorkan Koalisi Kerakyatan Bersatu tersebut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“JGE-VB perlahan namun pasti, menguasai isu, tema dan apa sebenarnya dibutuhkan Kota Tomohon. Hal ini terlihat jelas, dari penyampaian dan penjelasan program kerja. Yang secara keseluruhan saya yakin, memberikan andil pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lintas segmen. Ada stimulus bagi pelaku usaha, sektor pendidikan dan kesehatan didorong lebih baik lagi. Plus berupaya memaksimalkan kualitas ASN, menuju Kota Tomohon yang cerdas, maju dan sejahtera,” papar warga Kakaskasen Tiga ini.

Beralih ke JGE-VB. Duet paslon perempuan pertama di Pilwako Tomohon, menyatakan optimismenya plus terima kasihnya kepada KPU Tomohon. “Tentunya terima kasih kepada KPU, sebagai fasilitator hingga seluruh tahapan debat bisa berlangsung sukses. Pastinya, lewat gelaran akhir ini, kami berdua makin percaya diri dan yakin, masyarakat Kota Tomohon adalah pemilih yang cerdas dan paham betul, mana program yang realistis dan perlu kajian lebih. Ada pola pemerintahan yang dikemas dalam sistem digital, mulai dari tata kelola SDM dalam hal ini ASN, pendidikan prioritas, kesehatan dan upaya mendorong percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Program SATU DATA dan Portal Kota Tomohon, membuat semua database kependudukan, sistem perizinan, hingga penilaian kompetensi abdi negara. Kita tuangkan dalam satu wadah, biar lebih mudah dan tentunya transparan. Bisa diakses masyarakat luas, dipertanggungjawabkan dan lebih dari itu memberikan outcome pada perbaikan taraf hidup, secara bertahap namun berkelanjutan,” ulas JGE.
“Jadi pemimpin itu soal komitmen, ketika kita dipercaya masyarakat. Pastinya garansi sinergitas bisa dijalankan siapapun pemimpinnya. Apa yang disusun JGE-VB, berlandaskan aturan penyelenggaraan pemerintahan. Tertuang dalam RPJMN diturunkan ke RPJMD. Artinya visi membangun JGE-VB telah selaras dengan arah pembangunan yang digalakkan Presiden Joko Widodo. Jadi bukan karena perbedaan warna politik,” tambah Virgie.

Sementara itu, Pengamat Politik Stefanus Sampe PhD menyatakan, sinergitas yang dibangun sebagai isu politik menuju kesuksesan paslon di kontestasi. Sejatinya tidak menentukan, dukungan publik bisa meningkat. Justru komitmen para calon pemimpinlah yang menjadi, sarana pendulang suara di pesta demokrasi nanti.
“Keberhasilan pemimpin membangun daerah itu kan kerja kolektif kolegial. Bukan karena dominannya satu warna politik saja. Saya kira tidak elok juga, jika karena perbedaan pandangan politik. Lantas mengorbankan pembangunan, program kerja atau rencana strategis yang disusun di satu daerah. Harusnya, pemerintah itu bersatu membawa kesejahteraan bagi rakyat,” kunci Sampe, Direktur Domus Politica. (***)

TOMOHON- Penampilan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, di Debat Final Pilwako Tomohon 2020, di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI), Rabu (2/12) kemarin, disambut positif masyarakat Kota Bunga.

Tak beralasan memang, dikatakan Tokoh Masyarakat Tomohon Barat Dian Tijow, penampilan pamungkas duet Srikandi yang diusulkan Partai Golkar, NasDem, Demokrat dan Hanura ini, luar biasa dan diyakininya mendapatkan respon positif konstituen.

“Paslon Nomor Urut Satu tampil gemilang dan luar biasa. Memaparkan visi misi, serta program dan rencana kerja ke depan dengan jelas dan terperinci. Dan yang terpenting di sini, apa yang disusun itu rasional. Bukannya berharap pada sinergitas antar pemerintahan. Sinergitas ini wajib dilakukan, bukan karena faktor warna politik,” sebut Tijow, ketika diwawancarai, Rabu (2/11) kemarin.

Sepakat dengan Tijow, Tokoh Masyarakat Kecamatan Tomohon Utara Eduard ‘Evho’ Paat pun memberikan apresiasi atas performa JGE-VB di Debat Pamungkas Calon Kepala Daerah, yang diinisiasi KPU Tomohon. Evho sapaan akrabnya, menyatakan lewat penampilan gemilang JGE-VB  dipastikan makin memberikan jaminan bagi publik, untuk calon pemimpin, yang disodorkan Koalisi Kerakyatan Bersatu tersebut.

“JGE-VB perlahan namun pasti, menguasai isu, tema dan apa sebenarnya dibutuhkan Kota Tomohon. Hal ini terlihat jelas, dari penyampaian dan penjelasan program kerja. Yang secara keseluruhan saya yakin, memberikan andil pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lintas segmen. Ada stimulus bagi pelaku usaha, sektor pendidikan dan kesehatan didorong lebih baik lagi. Plus berupaya memaksimalkan kualitas ASN, menuju Kota Tomohon yang cerdas, maju dan sejahtera,” papar warga Kakaskasen Tiga ini.

Beralih ke JGE-VB. Duet paslon perempuan pertama di Pilwako Tomohon, menyatakan optimismenya plus terima kasihnya kepada KPU Tomohon. “Tentunya terima kasih kepada KPU, sebagai fasilitator hingga seluruh tahapan debat bisa berlangsung sukses. Pastinya, lewat gelaran akhir ini, kami berdua makin percaya diri dan yakin, masyarakat Kota Tomohon adalah pemilih yang cerdas dan paham betul, mana program yang realistis dan perlu kajian lebih. Ada pola pemerintahan yang dikemas dalam sistem digital, mulai dari tata kelola SDM dalam hal ini ASN, pendidikan prioritas, kesehatan dan upaya mendorong percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Program SATU DATA dan Portal Kota Tomohon, membuat semua database kependudukan, sistem perizinan, hingga penilaian kompetensi abdi negara. Kita tuangkan dalam satu wadah, biar lebih mudah dan tentunya transparan. Bisa diakses masyarakat luas, dipertanggungjawabkan dan lebih dari itu memberikan outcome pada perbaikan taraf hidup, secara bertahap namun berkelanjutan,” ulas JGE.
“Jadi pemimpin itu soal komitmen, ketika kita dipercaya masyarakat. Pastinya garansi sinergitas bisa dijalankan siapapun pemimpinnya. Apa yang disusun JGE-VB, berlandaskan aturan penyelenggaraan pemerintahan. Tertuang dalam RPJMN diturunkan ke RPJMD. Artinya visi membangun JGE-VB telah selaras dengan arah pembangunan yang digalakkan Presiden Joko Widodo. Jadi bukan karena perbedaan warna politik,” tambah Virgie.

Sementara itu, Pengamat Politik Stefanus Sampe PhD menyatakan, sinergitas yang dibangun sebagai isu politik menuju kesuksesan paslon di kontestasi. Sejatinya tidak menentukan, dukungan publik bisa meningkat. Justru komitmen para calon pemimpinlah yang menjadi, sarana pendulang suara di pesta demokrasi nanti.
“Keberhasilan pemimpin membangun daerah itu kan kerja kolektif kolegial. Bukan karena dominannya satu warna politik saja. Saya kira tidak elok juga, jika karena perbedaan pandangan politik. Lantas mengorbankan pembangunan, program kerja atau rencana strategis yang disusun di satu daerah. Harusnya, pemerintah itu bersatu membawa kesejahteraan bagi rakyat,” kunci Sampe, Direktur Domus Politica. (***)

Most Read

Artikel Terbaru

/