31.4 C
Manado
Rabu, 4 Agustus 2021
spot_img

Dinkes Bantah Syukuran Pesta di Tomohon Sebabkan Puluhan Warga Positif Covid-19

MANADOPOST.ID–Marak beredar di pesan singkat serta media sosial, salah satu pesta syukuran di Kota Tomohon, tepatnya di Kecamatan Tomohon Barat membuat puluhan warga Kota Bunga terpapar Covid-19.

 

 

 

Menyikapi hal ini,  pemerintah melalui Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon membantah perihal kebenaran kabar tersebut. Plt Kadinkes Tomohon dr Olga Karinda menyatakan, kabar yang beredar ada 24 warga Kelurahan Tara-Tara yang terpapar, notebene nya tidak benar. Hanya saja, dirinya tak menampik, jika dalam kegiatan syukuran yang digelar belum lama ini. Ada beberapa warga yang dinyatakan positif.

 

 

 

 

“Benar ada pesta syukuran pernikahan di Kelurahan Tara-Tara, yang akhirnya menimbulkan kerumunan berujung pada penyebaran Covid-19. Jumlah riilnya hanya 12 orang. Jadi tidak benar kalau ada kabar menyebut 24 orang,” ungkap Karinda, ketika dikonfirmasi Manado Post.

 

 

 

 

 

Dilanjutkan Karinda, pasca lonjakan kenaikan jumlah kasus baru tersebut. Pihaknya langsung mengebut pelaksanaan tracing dan tracking. Seluruh masyarakat yang hadir di pesta syukuran tersebut, wajib mengikuti Swab Test. Biar potensi meluasnya penyebaran pandemi bisa ditekan.

 

 

 

 

 

“Sudah dilakukan tracing dan tracking bagi semua yang hadir di pesta itu. Hal ini tentunya jadi pelajaran bagi kita semua. Lebih khusus lagi, masyarakat yang berasal dari luar daerah atau pelaku perjalanan. Biar lebih terbuka dan kooperatif, menjalankan prosedur seperti isolasi mandiri dan Swab Test setelahnya. Jangan karena ego dan keteledoran diri sendiri, lantas mengakibatkan resiko bagi orang banyak,” paparnya.

 

 

Seperti diberitakan Manado Post sebelumnya, asal muasal cluster pesta pernikahan di Kelurahan Tara-Tara. Bermula dari salah satu warga asal Kalimantan, yang datang ke Tomohon. Dengan maksud menghadiri pesta syukuran keluarganya. Yang sebenarnya sudah mengikuti test Swab dan hasilnya positif, tapi tidak kooperatif dan menghadiri kegiatan syukuran.

 

 

 

Bahkan, selain menyebabkan penyebaran pandemi Covid-19 di Tara-Tara. Ulah pelaku perjalanan tersebut,  diduga turut melumpuhkan layanan kesehatan di salah satu puskesmas di Kota Sejuk.

 

 

Julius Laatung

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru