25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Targetkan Rp49 Miliar Masuk Kas Daerah

MANADOPOST.ID–Status kedaruratan dan zona resiko Pandemi Covid-19 di Kota Bunga naik-turun bak rolller coaster.

Sempat berubah jadi Zona Orange di pekan ketiga Bulan Januari lalu. Kini, dari rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Kota Tomohon kembali ditahbiskan masuk ke Zona Merah.

Hal ini jadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, melakukan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ada dilema menarik pajak di tengah keterbatasan pelaku usaha menjalankan bisnisnya di tengah pemberlakuan PPKM.

Meski begitu, dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Tomohon Drs Gerardus Mogi, pihaknya tetap optimis. Mampu membukukan penerimaan daerah sebesar Rp.49.054.081.936. Dengan kontribusi pajak daerah, dipatok sebesar Rp.25.400.000.000 atau separuh dari target (lihat grafis).

“Target PAD tahun ini sebesar Rp49,054 Miliar. Pasca Covid-19 masuk, tak bisa dipungkiri performa PAD kita mengalami kontraksi. Jika di tahun 2019 lalu kita mampu menembus Rp26, 6 Miliar untuk pos Pajak Daerah.

Tahun lalu kita hanya mampu finish di angka Rp21,063 Miliar. Nah, tahun ini pun lebih khusus untuk pos Pajak Daerah, meski masih di bawah bayang-bayang pandemi tapi kami tetap optimis mampu mencapai target yang ditetapkan,” terang Mogi, ketika diwawancarai belum lama ini.

Potensi penerimaan daerah melalui pos Pajak Daerah, lanjut Mogi, punya prospek menjanjikan asalkan dibarengi dengan tingkat kepatuhan dan kesadaran Wajib Pajak (WP) menunaikan kewajibannya. Bukan tanpa sebab, Mogi bilang, khusus untuk Pajak Restoran saja, ada kurang lebih 30 persen pelaku usaha yang kesadaran membayarkan retribusi bulanan masih perlu ditingkatkan.

“Ada memang, pelaku usaha kuliner, cafe dan sebagainya. Yang kesadaran membayarkan pajak bulanannya di bawah ekspektasi bahkan cenderung abai. Ini perlu kesadaran memang, membayarkan pajak daerah kan sama saja dengan turut berkontribusi pada pembangunan daerah. Pajak yang dikumpulkan, dikonversikan ke pembangunan sarana dan infrastruktur publik,” urai dia.

Disinggung soal strategi mengumpulkan pundi-pundi penerimaan daerah, di tengah pandemi bencana non-alam. Mogi tak memungkiri, hal ini pastinya berdampak besar bagi jalannya usaha para wirausahawan di Kota Sejuk. Olehnya, pihaknya menjamin ada penyesuaian nilai pajak yang diberlakukan nantinya.

“Prinsipnya yang dibayarkan masyarakat lewat jasa yang dihasilkan pelaku usaha, itu bagian dari PAD. Jika usaha lesu karena pandemi, tak mungkin lah kita langsung memberikan sanksi apalagi punishment. Ada penyesuaian nilai pajak nantinya. Toh, juga bagi pelaku usaha yang sudah dipasang alat rekam pajak, pastinya sinkron dengan nilai nya nanti. Kondisi ekonomi global juga tengah terpuruk, pastinya ada stimulus yang kita berikan ,” bebernya.

“Semoga ada kebijakan baru soal PPKM yang bisa memberikan sedikit keleluasaan bagi pelaku usaha,” tandas Mogi.(yol/gnr)

Artikel Terbaru