24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Jika Ada Kecurangan Pilkada, Soputan: Lapor di Aplikasi Gowaslu

MANADOPOST.ID – Peran teknologi informasi turut mendukung pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada. Salah satunya aplikasi yang dimiliki Bawaslu. Gowaslu jadi media untuk menjawab kebutuhan masyarakat, yang diyakini mempermudah melaporkan dugaan kecurangan Pilkada.

“Aplikasi ini sudah kita luncurkan sejak tahun 2016 silam. Nah, dengan kehadiran Gowaslu ini, semangatnya mempermudah masyarakat untuk menyampaikan dugaan pelanggaran. Baik yang ditemukan langsung di lapangan hingga media sosial,” ungkap Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan, di sela Sosialisasi Pengawasan Pilkada, di Grand Master Resort, Rabu (5/8) kemarin.

Lanjut Soputan, pihaknya berharap dengan kehadiran aplikasi Gowaslu. Publik makin proaktif mengikuti jalannya penyelenggaraan tahapan Pilkada. Lebih lagi, jika nantinya ditemukan adanya dugaan pelanggaran. “Sekaligus menjawab rasa takut dan kekhawatiran pelapor, jika menemukan pelanggaran di tahapan pilkada. Identitas pelapor dirahasiakan dan dipastikan segera ditindaklanjuti. Ini bagian dari pengawasan partisipatif,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Irvan Dokal menambahkan, masyarakat yang hendak mengadukan pelanggaran cukup melakukan sign up dengan menggunakan NIK, nama lengkap, email dan nomor telepon. “Lalu dapat mengisi jenis pelanggaran, uraian kejadian, tanggal dan waktu, alamat hingga bukti dapat diunggah dengan mudah,” kata Irvan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sembari mengatakan, laporan masyarakat yang masuk lewat aplikasi Gowaslu. Nantinya akan diterima langsung oleh Bawaslu RI, yang kemudian ditindaklanjuti dimana tempat kejadian laporan berasal.(yol/gnr)

MANADOPOST.ID – Peran teknologi informasi turut mendukung pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada. Salah satunya aplikasi yang dimiliki Bawaslu. Gowaslu jadi media untuk menjawab kebutuhan masyarakat, yang diyakini mempermudah melaporkan dugaan kecurangan Pilkada.

“Aplikasi ini sudah kita luncurkan sejak tahun 2016 silam. Nah, dengan kehadiran Gowaslu ini, semangatnya mempermudah masyarakat untuk menyampaikan dugaan pelanggaran. Baik yang ditemukan langsung di lapangan hingga media sosial,” ungkap Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan, di sela Sosialisasi Pengawasan Pilkada, di Grand Master Resort, Rabu (5/8) kemarin.

Lanjut Soputan, pihaknya berharap dengan kehadiran aplikasi Gowaslu. Publik makin proaktif mengikuti jalannya penyelenggaraan tahapan Pilkada. Lebih lagi, jika nantinya ditemukan adanya dugaan pelanggaran. “Sekaligus menjawab rasa takut dan kekhawatiran pelapor, jika menemukan pelanggaran di tahapan pilkada. Identitas pelapor dirahasiakan dan dipastikan segera ditindaklanjuti. Ini bagian dari pengawasan partisipatif,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Irvan Dokal menambahkan, masyarakat yang hendak mengadukan pelanggaran cukup melakukan sign up dengan menggunakan NIK, nama lengkap, email dan nomor telepon. “Lalu dapat mengisi jenis pelanggaran, uraian kejadian, tanggal dan waktu, alamat hingga bukti dapat diunggah dengan mudah,” kata Irvan.

Sembari mengatakan, laporan masyarakat yang masuk lewat aplikasi Gowaslu. Nantinya akan diterima langsung oleh Bawaslu RI, yang kemudian ditindaklanjuti dimana tempat kejadian laporan berasal.(yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/