25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Bawaslu Tomohon Keker Dugaan Politisasi Bantuan PIP

MANADOPOST.ID – Dugaan politisasi penyaluran Bantuan Tunai Program Indonesia Pintar (PIP), masuk meja Bawaslu Tomohon. Ya, dugaan keterlibatan oknum timses, yang menggiring calon penerima memilih salah satu peserta kontestasi. Lebih khusus lagi, di Pilwako Tomohon Tahun 2020. Belakangan, kian ramai dibicarakan masyarakat Kota Bunga.

Dikatakan Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan investigasi terkait kebenaran hal tersebut. Bisa lebih baik lagi, jika masyarakat yang merasa di politisasi, melaporkan ke supervisor Pesta Demokrasi tersebut. “Nanti kita (Bawaslu,red) investigasi soal kebenaran hal ini. Tapi bisa lebih baik lagi, jika ada laporan yang masuk,” ungkap Soputan, ketika diwawancarai, Rabu (4/11) lalu.

Pihaknya nantinya, kata Soputan, akan berkoordinasi dengan SKPD terkait serta Sentra Gakkumdu. Agar dugaan kasus yang terjadi, bisa dipastikan masuk dalam pelanggaran atau tidak. Lanjut Soputan, jika kedepannya ditemukan kembali kejadian serupa. Masyarakat diminta untuk lebih partisipatif, guna mewujudkan penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas.

“Selain dari sisi SDM kita terbatas, peran serta masyarakat, dalam proses jalannya Pilkada. Pastinya memberikan tambahan energi bagi Bawaslu, guna menciptakan Pilkada yang berkualitas,” pungkasnya.(yol/gnr)

MANADOPOST.ID – Dugaan politisasi penyaluran Bantuan Tunai Program Indonesia Pintar (PIP), masuk meja Bawaslu Tomohon. Ya, dugaan keterlibatan oknum timses, yang menggiring calon penerima memilih salah satu peserta kontestasi. Lebih khusus lagi, di Pilwako Tomohon Tahun 2020. Belakangan, kian ramai dibicarakan masyarakat Kota Bunga.

Dikatakan Ketua Bawaslu Tomohon Deisy Soputan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan investigasi terkait kebenaran hal tersebut. Bisa lebih baik lagi, jika masyarakat yang merasa di politisasi, melaporkan ke supervisor Pesta Demokrasi tersebut. “Nanti kita (Bawaslu,red) investigasi soal kebenaran hal ini. Tapi bisa lebih baik lagi, jika ada laporan yang masuk,” ungkap Soputan, ketika diwawancarai, Rabu (4/11) lalu.

Pihaknya nantinya, kata Soputan, akan berkoordinasi dengan SKPD terkait serta Sentra Gakkumdu. Agar dugaan kasus yang terjadi, bisa dipastikan masuk dalam pelanggaran atau tidak. Lanjut Soputan, jika kedepannya ditemukan kembali kejadian serupa. Masyarakat diminta untuk lebih partisipatif, guna mewujudkan penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas dan berintegritas.

“Selain dari sisi SDM kita terbatas, peran serta masyarakat, dalam proses jalannya Pilkada. Pastinya memberikan tambahan energi bagi Bawaslu, guna menciptakan Pilkada yang berkualitas,” pungkasnya.(yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/