23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Komitmen Ronald Korompis, 25 Tahun Dedikasikan Diri Bangun Pendidikan Hebat-Berkualitas di YPL

MANADOPOST.ID-Tanggal 6 Desember, jadi momentum bersejarah dalam perjalanan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL). Menapaki usia baru, 25 Tahun sudah YPL hadir dan eksis sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Nyiur Melambai.

Tak terhitung generasi muda berkualitas, tinggi ilmu dan pekerti luhur. Lahir berkat didikan kurikulum berbasis kehidupan, ala yayasan besutan Ronald Korompis ini. Buah ketekunan, keyakinan dan dedikasi tiada henti Ronald Korompis yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses Sulut. Tak lain ingin mendorong kualitas pendidikan Sulawesi Utara, biar bisa setara dengan daerah lain di Indonesia. Masih dilakukan dan sampai saat ini konsisten diperjuangkan YPL. Tak heran, selaras dengan pencapaian 25 Tahun YPL, 20 Tahun SMA Lokon dan 11 Tahun SMP Lokon. Ronald Korompis ketika diwawancarai Manado Post, di sela Giat Jalan Sehat, Senin (5/12) kemarin menyatakan, komitmen para karyawan, para guru dan seluruh insan YPL. Janganlah kendor, namun harus tetap sama tatkala YPL pertama kali hadir di Sulut di era 1997 silam.

 

“Apa yang sudah diraih YPL sekarang berkat kerja keras, kerja tekun dan keseimbangan yang sudah dilakukan secara kolektif. Semangat tersebut, saya lihat di hari ini mulai sedikit kendor. Jangan bekerja hanya rajin saja. Tapi harus tekun dan ulet. Berbahagialah orang yang mendengarkan firman tuhan dan tekun melaksanakannya. Di firman saja kan sudah tertulis demikian. Tekun itu, rajin, sabar, bertanggung jawab, ikhlas dan bertanggung jawab. Karena ada banyak orang Manado yang rajin, tapi sekalinya kena marah langsung kabur. Semua unsur di atas itu harus ada. Dan yang paling penting semuanya harus seimbang,” ungkap Ronald Korompis.

Baca Juga:  Catat Tanggalnya, 11-12 Oktober SMA Losnito Gelar Education Fair
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

Dilanjutkannya, ada satu kerinduan bagi pihaknya, yakni pola pendidikan yang selama ini diimplementasikan YPL. Dijadikan role model penerapan pendidikan dasar di Sulut. Bukan tanpa alasan memang, konsep sekolah berasrama yang sudah diaplikasikan SMA Lokon dan SMP Lokon. Terbukti mampu menciptakan generasi penerus yang tak hanya berdaya saing, namun berbudi pekerti luhur.

Founder YPL Ronald Korompis bersama istri tercinta Ny Merry Wewengkang. Dok Losnito.

 

“Ada satu kerinduan bagi saya, kenapa konsep YPL yang sudah kita jalankan saat ini menjadi role model bagi dunia pendidikan dasar dan menengah di Sulut. Tinggal ditopang lewat sinergitas bersama pemerintah, mulai dari Pemkot Tomohon sampai ke pemerintah provinsi. Tentunya jika konsep ini langsung ditiru oleh eksekutif, saya kira akan terkendala oleh masalah finansial. Nah, YPL sudah memulai dan terus eksis. Tinggal ditiru oleh pemerintah daerah. Satu contoh konkrit, saya yakin 100 persen anak-anak didik YPL ketika berkeluarga nanti, tidak ingin pasangan hidupnya punya gaya hidup kurang higienis. Mereka (siswa di YPL, red) sudah terbiasa dengan pola hidup dan pola belajar di YPL. Intinya, konsep sekolah berasrama ini punya andil positif dalam pembentukan karakter siswa.

Baca Juga:  Buruan! Tinggal Tunggu Juknis Tahapan Rekrutmen CPNS Tomohon DimulaiĀ 

 

Mereka ditempa jadi pribadi yang bisa belajar dari mana dan oleh siapa saja. Tentunya dikelilingi dengan hal-hal yang positif, tak hanya didalam tapi di luar ruangan kelas. Sekali lagi, jika konsep ini bisa didukung oleh pemerintah, saya yakin banyak generasi muda hebat yang lahir dan berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut,” papar figur entrepreneur sukses Sulut ini.

 

Karena, menurut Ronald Korompis, Kurikulum Berbasis Kehidupan, tagline pola pendidikan yang senantiasa terus dipertahankan YPL. Sejatinya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Moral dan pekerti yang baik, harus setiap hari dipraktekkan.

“Karena semua nantinya akan kembali sesuai ke ajaran-ajaran Alkitab. Ilmu pendidikan dan pengetahuan dikendalikan oleh manusia. Tapi didalam manusia, ada roh kudus yang tinggal dan diam. Proses pemuridan yang dilakukan oleh Yesus sejak dulu, harus dilaksanakan saat ini dan seterusnya,” kunci Ronald Korompis. (yol)

MANADOPOST.ID-Tanggal 6 Desember, jadi momentum bersejarah dalam perjalanan Yayasan Pendidikan Lokon (YPL). Menapaki usia baru, 25 Tahun sudah YPL hadir dan eksis sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Nyiur Melambai.

Tak terhitung generasi muda berkualitas, tinggi ilmu dan pekerti luhur. Lahir berkat didikan kurikulum berbasis kehidupan, ala yayasan besutan Ronald Korompis ini. Buah ketekunan, keyakinan dan dedikasi tiada henti Ronald Korompis yang juga dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses Sulut. Tak lain ingin mendorong kualitas pendidikan Sulawesi Utara, biar bisa setara dengan daerah lain di Indonesia. Masih dilakukan dan sampai saat ini konsisten diperjuangkan YPL. Tak heran, selaras dengan pencapaian 25 Tahun YPL, 20 Tahun SMA Lokon dan 11 Tahun SMP Lokon. Ronald Korompis ketika diwawancarai Manado Post, di sela Giat Jalan Sehat, Senin (5/12) kemarin menyatakan, komitmen para karyawan, para guru dan seluruh insan YPL. Janganlah kendor, namun harus tetap sama tatkala YPL pertama kali hadir di Sulut di era 1997 silam.

 

“Apa yang sudah diraih YPL sekarang berkat kerja keras, kerja tekun dan keseimbangan yang sudah dilakukan secara kolektif. Semangat tersebut, saya lihat di hari ini mulai sedikit kendor. Jangan bekerja hanya rajin saja. Tapi harus tekun dan ulet. Berbahagialah orang yang mendengarkan firman tuhan dan tekun melaksanakannya. Di firman saja kan sudah tertulis demikian. Tekun itu, rajin, sabar, bertanggung jawab, ikhlas dan bertanggung jawab. Karena ada banyak orang Manado yang rajin, tapi sekalinya kena marah langsung kabur. Semua unsur di atas itu harus ada. Dan yang paling penting semuanya harus seimbang,” ungkap Ronald Korompis.

Baca Juga:  Tim Anti Bandit Polres Tomohon Dibubarkan, Warga: Kami Masih Butuh Kalian!

 

Dilanjutkannya, ada satu kerinduan bagi pihaknya, yakni pola pendidikan yang selama ini diimplementasikan YPL. Dijadikan role model penerapan pendidikan dasar di Sulut. Bukan tanpa alasan memang, konsep sekolah berasrama yang sudah diaplikasikan SMA Lokon dan SMP Lokon. Terbukti mampu menciptakan generasi penerus yang tak hanya berdaya saing, namun berbudi pekerti luhur.

Founder YPL Ronald Korompis bersama istri tercinta Ny Merry Wewengkang. Dok Losnito.

 

“Ada satu kerinduan bagi saya, kenapa konsep YPL yang sudah kita jalankan saat ini menjadi role model bagi dunia pendidikan dasar dan menengah di Sulut. Tinggal ditopang lewat sinergitas bersama pemerintah, mulai dari Pemkot Tomohon sampai ke pemerintah provinsi. Tentunya jika konsep ini langsung ditiru oleh eksekutif, saya kira akan terkendala oleh masalah finansial. Nah, YPL sudah memulai dan terus eksis. Tinggal ditiru oleh pemerintah daerah. Satu contoh konkrit, saya yakin 100 persen anak-anak didik YPL ketika berkeluarga nanti, tidak ingin pasangan hidupnya punya gaya hidup kurang higienis. Mereka (siswa di YPL, red) sudah terbiasa dengan pola hidup dan pola belajar di YPL. Intinya, konsep sekolah berasrama ini punya andil positif dalam pembentukan karakter siswa.

Baca Juga:  Sempat Tertutup Longsor, Ruas Jalan Rurukan Sudah Bisa Diakses

 

Mereka ditempa jadi pribadi yang bisa belajar dari mana dan oleh siapa saja. Tentunya dikelilingi dengan hal-hal yang positif, tak hanya didalam tapi di luar ruangan kelas. Sekali lagi, jika konsep ini bisa didukung oleh pemerintah, saya yakin banyak generasi muda hebat yang lahir dan berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut,” papar figur entrepreneur sukses Sulut ini.

 

Karena, menurut Ronald Korompis, Kurikulum Berbasis Kehidupan, tagline pola pendidikan yang senantiasa terus dipertahankan YPL. Sejatinya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Moral dan pekerti yang baik, harus setiap hari dipraktekkan.

“Karena semua nantinya akan kembali sesuai ke ajaran-ajaran Alkitab. Ilmu pendidikan dan pengetahuan dikendalikan oleh manusia. Tapi didalam manusia, ada roh kudus yang tinggal dan diam. Proses pemuridan yang dilakukan oleh Yesus sejak dulu, harus dilaksanakan saat ini dan seterusnya,” kunci Ronald Korompis. (yol)

Most Read

Artikel Terbaru