32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Sering Acuhkan Pemerintah, Gerai Ritel Modern di Tomohon Terancam Ditutup

MANADOPOST.ID–Eksistensi pelaku usaha ritel nasional, tentunya memiliki andil tersendiri dalam mendorong perekonomian di daerah. Namun disayangkan, tak jarang mengabaikan aturan dan keberadaan pemerintah dimana ritel tersebut menjalankan roda bisnisnya. Semisal di Kota Tomohon, dari informasi yang dirangkum Manado Post, Selasa (8/6/2021) sedikitnya ada tiga gerai ritel yang didatangi tim terpadu Pemkot Tomohon.

 

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Kota Tomohon Ervinz Liuw, Selasa (8/6) Pagi, sekira Pukul 10.00 WITA, pihaknya bersama SKPD terkait menggelar penertiban dan penegakan izin usaha. Bukan tanpa alasan, keberadaan salah satu gerai ritel di Kecamatan Tomohon Utara dan Tomohon Timur. Diketahui, belum merampungkan proses perizinan seperti yang diwajibkan eksekutif.

 

 

 

“Ada satu gerai Indomaret di Kelurahan Kakaskasen yang kita datangi. Dan benar, setelah dimintakan berbagai dokumen kelengkapan usaha, dari karyawan tidak dapat menunjukkannya. Sudah kita berikan peringatan,” kata Liuw.

 

 

 

Dijelaskan Liuw, pihaknya kini tengah membatasi jumlah gerai ritel modern di Kota Bunga. Hal ini tak lain, guna memberikan keleluasaan bagi pelaku UMKM biar tidak tergerus akibat persaingan usaha. Hanya saja, pihaknya melihat keberadaan gerai ritel modern, santer mengabaikan sejumlah aturan formal yang diwajibkan.

 

 

 

“Misalnya, pelaku usaha ritel tidak mengurus IMB, tepatnya lagi IMB Usaha Ritel. Bahkan ada yang sudah beroperasi tapi tidak pernah mengurus dokumen tersebut. Tindakan tegas ini sesuai dengan instruksi pak Wali Kota Caroll Senduk. Yang ingin semua kegiatan usaha di Kota Tomohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bukan berarti kita menghalang-halangi investasi. Tidak demikian, saya kira hal-hal prosedural seperti ini pasti dipahami pelaku usaha,” papar Liuw

 

 

 

“Sudah disampaikan ke pihak manajemen ritel, jika tidak mampu menyediakan apa yang kita (pemerintah, red) minta, bukan tidak mungkin ditutup dulu sementara waktu,” timpalnya lagi.

 

 

 

Di tempat yang sama, Sekretaris Satpol-PP Tomohon Edwin Kalengkongan menambahkan, adanya kegiatan pengawasan kepada ritel modern di Kota Tomohon. Sejalan dengan Perda Kota Tomohon Nomor 4 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung.

 

 

“Satpol-PP hanya bersifat pendampingan saja. Jika sampai didatangi seperti ini, tentunya ada hal yang tidak sesuai dengan Perda yang mengatur,” kata dia.

 

 

 

Sebelumnya, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH dalam berbagai kesempatan menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan aturan soal perizinan bagi seluruh pelaku usaha. Jika melanggar ketentuan dan prosedur yang ditetapkan, pemberlakuan sanksi siap dijalankan Pemkot Tomohon.

 

 

 

“Semua pelaku usaha, sebelum menjalankan bisnisnya di Tomohon wajib mematuhi aturan yang berlaku. Saya dapat info, ada gerai ritel modern yang baru dibuka. Nanti kita cek jika sudah sesuai aturan. Intinya, semua pelaku usaha disambut dengan baik. Mereka menanamkan modal di Tomohon, tapi aturan wajib diutamakan,” kata CS sapaan akrab wali kota.

 

 

 

Julius Laatung

MANADOPOST.ID–Eksistensi pelaku usaha ritel nasional, tentunya memiliki andil tersendiri dalam mendorong perekonomian di daerah. Namun disayangkan, tak jarang mengabaikan aturan dan keberadaan pemerintah dimana ritel tersebut menjalankan roda bisnisnya. Semisal di Kota Tomohon, dari informasi yang dirangkum Manado Post, Selasa (8/6/2021) sedikitnya ada tiga gerai ritel yang didatangi tim terpadu Pemkot Tomohon.

 

 

 

Dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Daerah Kota Tomohon Ervinz Liuw, Selasa (8/6) Pagi, sekira Pukul 10.00 WITA, pihaknya bersama SKPD terkait menggelar penertiban dan penegakan izin usaha. Bukan tanpa alasan, keberadaan salah satu gerai ritel di Kecamatan Tomohon Utara dan Tomohon Timur. Diketahui, belum merampungkan proses perizinan seperti yang diwajibkan eksekutif.

 

 

 

“Ada satu gerai Indomaret di Kelurahan Kakaskasen yang kita datangi. Dan benar, setelah dimintakan berbagai dokumen kelengkapan usaha, dari karyawan tidak dapat menunjukkannya. Sudah kita berikan peringatan,” kata Liuw.

 

 

 

Dijelaskan Liuw, pihaknya kini tengah membatasi jumlah gerai ritel modern di Kota Bunga. Hal ini tak lain, guna memberikan keleluasaan bagi pelaku UMKM biar tidak tergerus akibat persaingan usaha. Hanya saja, pihaknya melihat keberadaan gerai ritel modern, santer mengabaikan sejumlah aturan formal yang diwajibkan.

 

 

 

“Misalnya, pelaku usaha ritel tidak mengurus IMB, tepatnya lagi IMB Usaha Ritel. Bahkan ada yang sudah beroperasi tapi tidak pernah mengurus dokumen tersebut. Tindakan tegas ini sesuai dengan instruksi pak Wali Kota Caroll Senduk. Yang ingin semua kegiatan usaha di Kota Tomohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bukan berarti kita menghalang-halangi investasi. Tidak demikian, saya kira hal-hal prosedural seperti ini pasti dipahami pelaku usaha,” papar Liuw

 

 

 

“Sudah disampaikan ke pihak manajemen ritel, jika tidak mampu menyediakan apa yang kita (pemerintah, red) minta, bukan tidak mungkin ditutup dulu sementara waktu,” timpalnya lagi.

 

 

 

Di tempat yang sama, Sekretaris Satpol-PP Tomohon Edwin Kalengkongan menambahkan, adanya kegiatan pengawasan kepada ritel modern di Kota Tomohon. Sejalan dengan Perda Kota Tomohon Nomor 4 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung.

 

 

“Satpol-PP hanya bersifat pendampingan saja. Jika sampai didatangi seperti ini, tentunya ada hal yang tidak sesuai dengan Perda yang mengatur,” kata dia.

 

 

 

Sebelumnya, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH dalam berbagai kesempatan menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan aturan soal perizinan bagi seluruh pelaku usaha. Jika melanggar ketentuan dan prosedur yang ditetapkan, pemberlakuan sanksi siap dijalankan Pemkot Tomohon.

 

 

 

“Semua pelaku usaha, sebelum menjalankan bisnisnya di Tomohon wajib mematuhi aturan yang berlaku. Saya dapat info, ada gerai ritel modern yang baru dibuka. Nanti kita cek jika sudah sesuai aturan. Intinya, semua pelaku usaha disambut dengan baik. Mereka menanamkan modal di Tomohon, tapi aturan wajib diutamakan,” kata CS sapaan akrab wali kota.

 

 

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/