28.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Singgung Penempatan Pejabat, Begini Saran Mantan Birokrat Tomohon

 

 

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

MANADOPOST.ID–Tepatnya memilah dan memilih sekaligus menempatkan pejabat di Kota Tomohon, jadi salah satu hal yang harus disegerakan oleh Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Caroll Senduk-Wenny Lumentut (CS-WL). Menyeimbangkan ritme kerja dan berbagai terobosan kepala daerah, tentu diperlukan figur birokrat-birokrat hebat.

 

 

 

 

 

Atasnya, Mantan Pelaksana Harian Wali Kota Tomohon medio 2010, Fentje Goni SH. Berharap besar kepada duet kepala daerah, berlatar politisi senior tersebut. Agar mengembalikan lagi proses dan mekanisme penempatan pejabat di lingkungan Pemkot Tomohon.

 

 

 

 

 

 

“Dari sisi pengamatan saya sebagai mantan birokrat, harus ada pembenahan kembali struktur pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Tomohon. Reformasi birokrasi ini penting untuk dikembalikan lagi ke konteksnya. Saya optimis dan yakin CS-WL mampu memilih siapa-siapa yang memiliki potensi, kapasitas dan kompetensi mewujudkan program unggulan yang sudah ditetapkan,” ulas mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Bunga tersebut, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.

 

 

 

 

 

 

 

Tak beralasan memang, mantan Pamong Praja paripurna Kota Sejuk ini melanjutkan, di masa pemerintahan sebelumnya, plotting dan penempatan pejabat di Pemkot Tomohon seolah jauh dari pendekatan skill dan profesionalisme calon kepala SKPD. Tata caranya pun harus jelas, harus sesuai dengan sistem merrit, selaras  dengan UU Nomor 5 Tahun 2014.

 

 

 

 

 

 

 

“Proses rekrutmen, seleksi dan pendekatan penilaiannya ketika fit and proper test dilaksanakan. Apa artinya jika tahapan seleksi pejabat ini hanya dibuat seperti formalitas saja. Hanya berdasarkan kedekatan atau unsur lain. Saya pernah dengar, lucu juga memang kalau diingat-ingat. Masa seorang lurah dipindahtugaskan menjadi sekretaris di kelurahan. Dimana logikanya ini coba?” tanya Goni.

 

 

 

 

 

 

 

 

Atasnya dirinya berharap, hal-hal yang tidak sesuai berkaitan dengan rekrutmen dan proses jenjang karir pejabat. Benar-benar diaplikasikan oleh pemerintah saat ini. Guna melahirkan figur-figur pejabat yang berkualitas, kompeten dan matang sesuai jenjang kepangkatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Karena dengan demikian, cita-cita CS-WL mewujudkan Tomohon yang maju, unggul dan berdaya saing. Saya kira dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” tandas Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon.

 

 

 

 

Julius Laatung 

 

 

 

 

 

 

 

MANADOPOST.ID–Tepatnya memilah dan memilih sekaligus menempatkan pejabat di Kota Tomohon, jadi salah satu hal yang harus disegerakan oleh Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Caroll Senduk-Wenny Lumentut (CS-WL). Menyeimbangkan ritme kerja dan berbagai terobosan kepala daerah, tentu diperlukan figur birokrat-birokrat hebat.

 

 

 

 

 

Atasnya, Mantan Pelaksana Harian Wali Kota Tomohon medio 2010, Fentje Goni SH. Berharap besar kepada duet kepala daerah, berlatar politisi senior tersebut. Agar mengembalikan lagi proses dan mekanisme penempatan pejabat di lingkungan Pemkot Tomohon.

 

 

 

 

 

 

“Dari sisi pengamatan saya sebagai mantan birokrat, harus ada pembenahan kembali struktur pejabat Eselon II di lingkungan Pemkot Tomohon. Reformasi birokrasi ini penting untuk dikembalikan lagi ke konteksnya. Saya optimis dan yakin CS-WL mampu memilih siapa-siapa yang memiliki potensi, kapasitas dan kompetensi mewujudkan program unggulan yang sudah ditetapkan,” ulas mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Bunga tersebut, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.

 

 

 

 

 

 

 

Tak beralasan memang, mantan Pamong Praja paripurna Kota Sejuk ini melanjutkan, di masa pemerintahan sebelumnya, plotting dan penempatan pejabat di Pemkot Tomohon seolah jauh dari pendekatan skill dan profesionalisme calon kepala SKPD. Tata caranya pun harus jelas, harus sesuai dengan sistem merrit, selaras  dengan UU Nomor 5 Tahun 2014.

 

 

 

 

 

 

 

“Proses rekrutmen, seleksi dan pendekatan penilaiannya ketika fit and proper test dilaksanakan. Apa artinya jika tahapan seleksi pejabat ini hanya dibuat seperti formalitas saja. Hanya berdasarkan kedekatan atau unsur lain. Saya pernah dengar, lucu juga memang kalau diingat-ingat. Masa seorang lurah dipindahtugaskan menjadi sekretaris di kelurahan. Dimana logikanya ini coba?” tanya Goni.

 

 

 

 

 

 

 

 

Atasnya dirinya berharap, hal-hal yang tidak sesuai berkaitan dengan rekrutmen dan proses jenjang karir pejabat. Benar-benar diaplikasikan oleh pemerintah saat ini. Guna melahirkan figur-figur pejabat yang berkualitas, kompeten dan matang sesuai jenjang kepangkatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Karena dengan demikian, cita-cita CS-WL mewujudkan Tomohon yang maju, unggul dan berdaya saing. Saya kira dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” tandas Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tomohon.

 

 

 

 

Julius Laatung 

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/