alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Rayu Istri Orang, Pedagang Pasar Beriman Mandi Darah Kena Bacok

MANADOPOST.ID – Tindakan kriminalitas penganiayaan menggunakan senjata tajam (Sajam, red) kembali terjadi di Kota Tomohon.

Terbaru, seorang pedagang CL (31) alias Christian, Warga Kelurahan Tara-Tara Dua, Kecamatan Tomohon Barat harus dilarikan ke rumah sakit Bethesda Tomohon.

CL mendapatkan perawatan intensif, usia dirinya mengalami sejumlah luka bacokan. Usai dianiaya pelaku RP (33) alias Rendy, warga yang sama dengan korban.

Dijelaskan Kapolres Tomohon AKBP Arian P Colibrito SIK MH melalui Katim URC Totosik Aipda Yanny Watung, pihaknya mendapatkan informasi Selasa (11/1) sekira Pukul 08.00 WITA, telah terjadi tindakan penganiayaan di kompleks Pasar Beriman, Kelurahan Paslaten.

“Dari hasil informasi awal yang dirangkum dari sejumlah pedagang di kompleks pasar, telah terjadi tindakan penganiayaan menggunakan Sajam. Setelahnya, tim bergerak ke RS Bethesda dimana korban Christian sedang dirawat. Setelah mengantongi sejumlah keterangan dari korban, tim bergerak mencari keberadaan pelaku,” ungkap Watung.

Lanjut dijelaskannya, awal mula kejadian yang menggegerkan para pedagang di pasar ekstrem tersebut. Berawal saat pelaku mengetahui jika korban tengah menjalani hubungan secara diam-diam dengan istrinya. Tak terima dengan hal tersebut, pelaku berencana membuat perhitungan dengan korban.

“Awalnya, pelaku yang sudah terbakar api cemburu mencari korban di kompleks peternakan. Dimana kesehariannya korban berada di situ, dengan berbekal parang diselipkan di pinggang. Tak mendapati korban, pelaku kemudian menuju ke rumah salah satu saudaranya di Kelurahan Kamasi, di situ dirinya memarkirkan kendaraan roda dua yang dibawanya. Setelahnya, langsung menuju ke kompleks Pasar Beriman, mencari keberadaan korban. Yang biasanya berjualan ayam potong,” terang Katim berambut gondrong ini.

“Dari kejauhan pelaku melihat korban sementara berjualan. Siap melakukan aksi kejamnya, pelaku kemudian masuk ke salah satu toilet yang berdekatan dengan tempat korban berjualan. Guna mengatur posisi parang agar tidak jatuh. Setelahnya  pelaku berjalan pelan-pelan menghampiri korban dari belakang. Dan tanpa pikir panjang, langsung menghujani korban ke arah leher dan bagian punggung korban. Kaget diserang tersangka, korban pun melawan dan mencoba menangkis serangan dengan tangannya. Nahas, tangan korban pun ikut kena tebasan parang. Jika tidak, mungkin wajah korban sudah bacokan parang dari pelaku. Puas melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Sekira 200 meter dari TKP, parang yang digunakan kemudian dibuang pelaku,” terangnya lagi.

Setelahnya, kata dia, Tim URC Totosik langsung bergegas mencari keberadaan pelaku yang diduga telah kembali ke Kelurahan Tara-Tara Dua.

“Tim bergerak menuju ke rumah istri pelaku yang berada di Kel. Tara-Tara Satu. Di sini tim mendapat informasi jika istri dan pelaku sudah lama pisah ranjang dan tinggal di rumah masing-masing. Tim kemudian bergeser ke  rumah pelaku, namun tak juga  mendapati pelaku. Tak putus asa, kami pun bergerak ke rumah saudara pelaku. Benar saja, tim mendapati pelaku sementara bercerita dengan pamannya. Saat ini pelaku sudah digelandang di Mapolres Tomohon,” tandasnya. (julius)

MANADOPOST.ID – Tindakan kriminalitas penganiayaan menggunakan senjata tajam (Sajam, red) kembali terjadi di Kota Tomohon.

Terbaru, seorang pedagang CL (31) alias Christian, Warga Kelurahan Tara-Tara Dua, Kecamatan Tomohon Barat harus dilarikan ke rumah sakit Bethesda Tomohon.

CL mendapatkan perawatan intensif, usia dirinya mengalami sejumlah luka bacokan. Usai dianiaya pelaku RP (33) alias Rendy, warga yang sama dengan korban.

Dijelaskan Kapolres Tomohon AKBP Arian P Colibrito SIK MH melalui Katim URC Totosik Aipda Yanny Watung, pihaknya mendapatkan informasi Selasa (11/1) sekira Pukul 08.00 WITA, telah terjadi tindakan penganiayaan di kompleks Pasar Beriman, Kelurahan Paslaten.

“Dari hasil informasi awal yang dirangkum dari sejumlah pedagang di kompleks pasar, telah terjadi tindakan penganiayaan menggunakan Sajam. Setelahnya, tim bergerak ke RS Bethesda dimana korban Christian sedang dirawat. Setelah mengantongi sejumlah keterangan dari korban, tim bergerak mencari keberadaan pelaku,” ungkap Watung.

Lanjut dijelaskannya, awal mula kejadian yang menggegerkan para pedagang di pasar ekstrem tersebut. Berawal saat pelaku mengetahui jika korban tengah menjalani hubungan secara diam-diam dengan istrinya. Tak terima dengan hal tersebut, pelaku berencana membuat perhitungan dengan korban.

“Awalnya, pelaku yang sudah terbakar api cemburu mencari korban di kompleks peternakan. Dimana kesehariannya korban berada di situ, dengan berbekal parang diselipkan di pinggang. Tak mendapati korban, pelaku kemudian menuju ke rumah salah satu saudaranya di Kelurahan Kamasi, di situ dirinya memarkirkan kendaraan roda dua yang dibawanya. Setelahnya, langsung menuju ke kompleks Pasar Beriman, mencari keberadaan korban. Yang biasanya berjualan ayam potong,” terang Katim berambut gondrong ini.

“Dari kejauhan pelaku melihat korban sementara berjualan. Siap melakukan aksi kejamnya, pelaku kemudian masuk ke salah satu toilet yang berdekatan dengan tempat korban berjualan. Guna mengatur posisi parang agar tidak jatuh. Setelahnya  pelaku berjalan pelan-pelan menghampiri korban dari belakang. Dan tanpa pikir panjang, langsung menghujani korban ke arah leher dan bagian punggung korban. Kaget diserang tersangka, korban pun melawan dan mencoba menangkis serangan dengan tangannya. Nahas, tangan korban pun ikut kena tebasan parang. Jika tidak, mungkin wajah korban sudah bacokan parang dari pelaku. Puas melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Sekira 200 meter dari TKP, parang yang digunakan kemudian dibuang pelaku,” terangnya lagi.

Setelahnya, kata dia, Tim URC Totosik langsung bergegas mencari keberadaan pelaku yang diduga telah kembali ke Kelurahan Tara-Tara Dua.

“Tim bergerak menuju ke rumah istri pelaku yang berada di Kel. Tara-Tara Satu. Di sini tim mendapat informasi jika istri dan pelaku sudah lama pisah ranjang dan tinggal di rumah masing-masing. Tim kemudian bergeser ke  rumah pelaku, namun tak juga  mendapati pelaku. Tak putus asa, kami pun bergerak ke rumah saudara pelaku. Benar saja, tim mendapati pelaku sementara bercerita dengan pamannya. Saat ini pelaku sudah digelandang di Mapolres Tomohon,” tandasnya. (julius)

Most Read

Artikel Terbaru

/