22.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Mabuk Sambil Bawa Samurai, Ancam Bunuh Istri Pula, Pria Tomohon Diamankan Totosik

MANADOPOST.ID–Lagi-lagi Minuman Keras (Miras,red) jadi pemicu keributan dan gangguan kamtibmas di Kota Tomohon. FP alias Fanny (30), Warga Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, terpaksa harus diamankan polisi usai membuat keributan, Sabtu (10/7/2021) sekira Pukul 00.15 WITA.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH melalui Katim URC Totosik Aipda Yanny Watung menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya keributan, yang dilakukan FP sambil membawa senjata tajam jenis Samurai.
“Sekira Pukul 23.45 WITA, tim mendapatkan informasi adanya  pelaku keributan yang sedang membawa sajam jenis samurai di Kelurahan Kinilow. Tak lebih dari 10 menit, usai mengantongi informasi dan identitas pelaku. Tim bergerak menuju lokasi dan benar sementara terjadi adu mulut, antar pelaku dan beberapa rekannya. Saat diamankan, pelaku juga tengah menggendong samurai miliknya. Beruntung, sebelum ada korban jiwa, kami berhasil menangkap tersangka,” ungkap Watung.
Dilanjutkan Watung, kronologis keributan yang dilakukan FP, usut punya usut hanya dikarenakan masalah sepele. Watung bilang, pelaku sakit hati usai ditegur saksi yang juga istri pelaku. Saat pelaku ditemui tengah berpesta miras di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, di hari yang sama.
“Dari hasil interogasi saksi Helda Warongan (28)  yang juga istri pelaku. Bersama saksi lainnya, Joune Kembuan (37) Warga Desa Kaayuran Atas, Kabupaten Minahasa. Helda menuturkan, dirinya diancam pelaku untuk dihabisi. Akibat dirinya memergoki pelaku tengah asyik miras bersama teman-temannya di Kelurahan Walian. Pelaku sakit hati karena dijemput dan ditampar istrinya, di depan teman-temannya. Pelaku menduga, kejadian itu disebabkan rekan istrinya yang mengadukan kelakuannya,” beber Watung.
“Tapi sebelum dipergoki tengah pesta miras, saksi mengatakan sudah berulangkali menghubungi pelaku lewat telepon genggamnya. Tapi tidak ada respon,” tambah Watung.
Dilanjutkan Watung, merasa takut dengan ancaman pelaku, saksi Helda dan Joune langsung menghubungi personil di Polsek Tomohon Utara. Pelaku pun dari hasil penelusuran, ternyata sempat mendatangi tempat kost saksi Joune. Sambil berteriak-teriak di luar menyuruh suami Joune berduel dengannya. Lantaran turut diduga pelaku, jadi penyebab dirinya dimarahi sang istri.
“Sekira Pukul 00.05 WITA, tim bergerak ke rumah pelaku dan mendapati pelaku yang berada di tengah jalan depan Rumah Kost milik keluarga Mandagi-Sulu Kelurahan Kinilow. Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti, sebilah pedang samurai,” pungkas dia.
Julius Laatung

MANADOPOST.ID–Lagi-lagi Minuman Keras (Miras,red) jadi pemicu keributan dan gangguan kamtibmas di Kota Tomohon. FP alias Fanny (30), Warga Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, terpaksa harus diamankan polisi usai membuat keributan, Sabtu (10/7/2021) sekira Pukul 00.15 WITA.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH melalui Katim URC Totosik Aipda Yanny Watung menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya keributan, yang dilakukan FP sambil membawa senjata tajam jenis Samurai.
“Sekira Pukul 23.45 WITA, tim mendapatkan informasi adanya  pelaku keributan yang sedang membawa sajam jenis samurai di Kelurahan Kinilow. Tak lebih dari 10 menit, usai mengantongi informasi dan identitas pelaku. Tim bergerak menuju lokasi dan benar sementara terjadi adu mulut, antar pelaku dan beberapa rekannya. Saat diamankan, pelaku juga tengah menggendong samurai miliknya. Beruntung, sebelum ada korban jiwa, kami berhasil menangkap tersangka,” ungkap Watung.
Dilanjutkan Watung, kronologis keributan yang dilakukan FP, usut punya usut hanya dikarenakan masalah sepele. Watung bilang, pelaku sakit hati usai ditegur saksi yang juga istri pelaku. Saat pelaku ditemui tengah berpesta miras di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, di hari yang sama.
“Dari hasil interogasi saksi Helda Warongan (28)  yang juga istri pelaku. Bersama saksi lainnya, Joune Kembuan (37) Warga Desa Kaayuran Atas, Kabupaten Minahasa. Helda menuturkan, dirinya diancam pelaku untuk dihabisi. Akibat dirinya memergoki pelaku tengah asyik miras bersama teman-temannya di Kelurahan Walian. Pelaku sakit hati karena dijemput dan ditampar istrinya, di depan teman-temannya. Pelaku menduga, kejadian itu disebabkan rekan istrinya yang mengadukan kelakuannya,” beber Watung.
“Tapi sebelum dipergoki tengah pesta miras, saksi mengatakan sudah berulangkali menghubungi pelaku lewat telepon genggamnya. Tapi tidak ada respon,” tambah Watung.
Dilanjutkan Watung, merasa takut dengan ancaman pelaku, saksi Helda dan Joune langsung menghubungi personil di Polsek Tomohon Utara. Pelaku pun dari hasil penelusuran, ternyata sempat mendatangi tempat kost saksi Joune. Sambil berteriak-teriak di luar menyuruh suami Joune berduel dengannya. Lantaran turut diduga pelaku, jadi penyebab dirinya dimarahi sang istri.
“Sekira Pukul 00.05 WITA, tim bergerak ke rumah pelaku dan mendapati pelaku yang berada di tengah jalan depan Rumah Kost milik keluarga Mandagi-Sulu Kelurahan Kinilow. Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti, sebilah pedang samurai,” pungkas dia.
Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/