alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Separuh Tahun UPTD Samsat Tomohon Kumpul 14 Miliar, Paat: Pandemi Pengaruhi Proyeksi Penerimaan

 

MANADOPOST.ID–Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Samsat Tomohon tercatat hingga akhir bulan Juni 2021, telah mengumpulkan Rp.14,1 Miliar dari pos Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Jumlah ini, dikatakan Kepala UPTD Samsat Tomohon Selvie Paat, sekira 42 persen dari total proyeksi sebesar Rp.33,1 Miliar di tahun 2021.

 

 

 

 

 

“Hingga akhir bulan Juni lalu, progres penerimaan kita dari pos penerimaan PKB, berada di angka 42 persen. Atau jika dikonversikan dengan nilai, sebanyak Rp.41,123 Miliar,” ungkap Paat, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.

 

 

 

 

 

 

Paat melanjutkan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bunga saat ini, tercatat kurang lebih 41.000 unit. Dari situ, kendaraan roda dua mendominasi. Paat bilang, penjualan kendaraan bermotor di industri otomotif Sulawesi Utara secara keseluruhan, ikut berkontribusi pada penentuan pagu PKB tiap tahun. Apalagi, kondisi penjualan kendaraan saat ini terganggu akibat invasi pandemi Covid-19, praktis sejak tahun lalu. Sudah pasti mempengaruhi pada proyeksi penerimaan daerah.

 

 

 

 

 

“Biasanya di Tomohon itu, jumlah penambahan kendaraan berkisar di angka 250 unit, perbulannya. Kendaraan roda dua paling banyak. Tapi, sejak Pandemi Covid-19 masuk, jumlahnya menyusut. Otomatis, secara tahunan hal ini berpengaruh pada pendapatan PKB. Ada transaksi kendaraan baru, tapi dari informasi dealer harus menunggu indent unit dulu,” bebernya.

 

 

 

 

 

Olehnya, guna menyiasati tak menurunnya potensi penerimaan daerah. Samsat Tomohon kata dia, gencar turun langsung ke berbagai pelosok Kota Bunga. Guna menginventarisir potensi pendapatan, lebih khusus lagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak.

 

 

 

 

 

 

“Ada tim yang turun tiap hari ke lapangan, mendatangi masyarakat yang memiliki kendaraan namun sudah lewat jatuh tempo. Inventarisasi dan identifikasi langsung di lapangan. Kita berikan imbauan dan literasi, biar kesadaran masyarakat ini terus terjaga. Toh, ketika pajak yang dipungut ini nantinya akan dikembalikan ke Kota Tomohon. Dalam skema dana bagi hasil, guna pembiayaan program baik fisik dan non-fisik. Untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kuncinya

 

 

Julius Laatung

 

MANADOPOST.ID–Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Samsat Tomohon tercatat hingga akhir bulan Juni 2021, telah mengumpulkan Rp.14,1 Miliar dari pos Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Jumlah ini, dikatakan Kepala UPTD Samsat Tomohon Selvie Paat, sekira 42 persen dari total proyeksi sebesar Rp.33,1 Miliar di tahun 2021.

 

 

 

 

 

“Hingga akhir bulan Juni lalu, progres penerimaan kita dari pos penerimaan PKB, berada di angka 42 persen. Atau jika dikonversikan dengan nilai, sebanyak Rp.41,123 Miliar,” ungkap Paat, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.

 

 

 

 

 

 

Paat melanjutkan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bunga saat ini, tercatat kurang lebih 41.000 unit. Dari situ, kendaraan roda dua mendominasi. Paat bilang, penjualan kendaraan bermotor di industri otomotif Sulawesi Utara secara keseluruhan, ikut berkontribusi pada penentuan pagu PKB tiap tahun. Apalagi, kondisi penjualan kendaraan saat ini terganggu akibat invasi pandemi Covid-19, praktis sejak tahun lalu. Sudah pasti mempengaruhi pada proyeksi penerimaan daerah.

 

 

 

 

 

“Biasanya di Tomohon itu, jumlah penambahan kendaraan berkisar di angka 250 unit, perbulannya. Kendaraan roda dua paling banyak. Tapi, sejak Pandemi Covid-19 masuk, jumlahnya menyusut. Otomatis, secara tahunan hal ini berpengaruh pada pendapatan PKB. Ada transaksi kendaraan baru, tapi dari informasi dealer harus menunggu indent unit dulu,” bebernya.

 

 

 

 

 

Olehnya, guna menyiasati tak menurunnya potensi penerimaan daerah. Samsat Tomohon kata dia, gencar turun langsung ke berbagai pelosok Kota Bunga. Guna menginventarisir potensi pendapatan, lebih khusus lagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak.

 

 

 

 

 

 

“Ada tim yang turun tiap hari ke lapangan, mendatangi masyarakat yang memiliki kendaraan namun sudah lewat jatuh tempo. Inventarisasi dan identifikasi langsung di lapangan. Kita berikan imbauan dan literasi, biar kesadaran masyarakat ini terus terjaga. Toh, ketika pajak yang dipungut ini nantinya akan dikembalikan ke Kota Tomohon. Dalam skema dana bagi hasil, guna pembiayaan program baik fisik dan non-fisik. Untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kuncinya

 

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/