23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Distribusi Berkurang, Pelaksanaan Vaksinasi Dosis Pertama di Tomohon Ditunda

 

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon untuk sementara waktu, menunda pelaksanaan Program Vaksinasi Massal dosis pertama. Hal ini menyusul, terjadinya kekosongan suplai vaksin dari Pemerintah Provinsi Sulut.

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

 

 

 

 

 

“Suplai dari Pemprov ke seluruh kabupaten/kota, tidak hanya di Tomohon berkurang. Jadi sementara waktu, pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat dipending sementara,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Olga Karinda, ketika dikonfirmasi Manado Post, Kamis (15/7/2021)

 

 

 

 

 

 

 

“Pemerintah pusat saat ini tengah memfokuskan pelaksanaan vaksinasi di pulau Jawa dan Bali. Tapi, untuk masyarakat yang sudah masuk jadwal menerima vaksin dosis kedua, tetap akan terlayani,” sambung Karinda.

Baca Juga:  H-2 Batas Pendaftaran, Begini Update Terbaru Selter Sekkot Tomohon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sembari menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Sulut, guna membuka kembali gerai vaksinasi bagi masyarakat. Yang baru pertama kali menerima tambahan imunitas di Kota Bunga.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pastinya akan terus dikoordinasikan dengan Pemprov Sulut. Intinya meski sementara waktu, program vaksinasi ini tertunda tapi Prokes wajib dikedepankan. Memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19, prokes punya andil penting,” kunci dia.

 

 

 

 

 

 

 

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steven Dandel mengatakan, kekosongan atau melambatnya vaksinasi di Sulut,  dikarenakan stok yang di kirim pusat berkurang dari kebutuhan.

Baca Juga:  Perangkat Berhalangan, Camat di Tomohon ini Rela Turun Tangan Makamkan Jenazah Covid-19

 

 

 

 

 

 

 

“Vaksinasi melambat karena stok yang dikirim pusat selang 2 minggu ini tidak lebih 55.000 dosis. sedangkan kita menyuntikan biasanya sampai 25.000 dosis perhari,” ujar Dandel.

 

 

 

 

Sembari menjamin, pelaksanaan vaksinasi lanjutan atau dosis kedua dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.

 

Julius Laatung

 

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon untuk sementara waktu, menunda pelaksanaan Program Vaksinasi Massal dosis pertama. Hal ini menyusul, terjadinya kekosongan suplai vaksin dari Pemerintah Provinsi Sulut.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Suplai dari Pemprov ke seluruh kabupaten/kota, tidak hanya di Tomohon berkurang. Jadi sementara waktu, pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi masyarakat dipending sementara,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Olga Karinda, ketika dikonfirmasi Manado Post, Kamis (15/7/2021)

 

 

 

 

 

 

 

“Pemerintah pusat saat ini tengah memfokuskan pelaksanaan vaksinasi di pulau Jawa dan Bali. Tapi, untuk masyarakat yang sudah masuk jadwal menerima vaksin dosis kedua, tetap akan terlayani,” sambung Karinda.

Baca Juga:  H-2 Batas Pendaftaran, Begini Update Terbaru Selter Sekkot Tomohon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sembari menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Sulut, guna membuka kembali gerai vaksinasi bagi masyarakat. Yang baru pertama kali menerima tambahan imunitas di Kota Bunga.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pastinya akan terus dikoordinasikan dengan Pemprov Sulut. Intinya meski sementara waktu, program vaksinasi ini tertunda tapi Prokes wajib dikedepankan. Memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19, prokes punya andil penting,” kunci dia.

 

 

 

 

 

 

 

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steven Dandel mengatakan, kekosongan atau melambatnya vaksinasi di Sulut,  dikarenakan stok yang di kirim pusat berkurang dari kebutuhan.

Baca Juga:  Jabat Ketua KONI, Begini Strategi Wali Kota Caroll Senduk Hebatkan Olahraga di Tomohon

 

 

 

 

 

 

 

“Vaksinasi melambat karena stok yang dikirim pusat selang 2 minggu ini tidak lebih 55.000 dosis. sedangkan kita menyuntikan biasanya sampai 25.000 dosis perhari,” ujar Dandel.

 

 

 

 

Sembari menjamin, pelaksanaan vaksinasi lanjutan atau dosis kedua dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/