alexametrics
28.4 C
Manado
Rabu, 8 Desember 2021
spot_img

Sudah Langgar Maklumat, Ritel Modern di Tomohon Tak Siap Implementasikan Prokes

MANADOPOST.ID–Eksistensi gerai ritel modern di Kota Tomohon, tak bisa dipungkiri memberikan dampak positif dari sisi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan hal terkait lainnya.

 

 

Namun begitu, nyatanya kehadiran ritel modern belum bisa memberikan jaminan pelaksanaan instruksi kepala daerah, yang tertuang dalam Maklumat Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH bernomor 138/WKT/V-2021 tertanggal 7 Mei 2021 lalu. Lebih khusus lagi, di poin 6 yang menyebutkan Pelaksanaan Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Dibatasi Hingga Pukul 22.00 WITA.

 

 

Dari pantauan Manado Post, belakangan aktivitas usaha gerai ritel modern baik Alfamart dan sejenisnya. Terang-terangan melayani masyarakat di luar batas waktu yang ditetapkan. Malahan ada juga yang beroperasi hingga dinihari.

 

 

 

Tak pelak, belum lama ini, sejumlah personil Satpol-PP Tomohon menyambangi sejumlah gerai ritel modern di seputaran utara Kota Bunga. Selain kedapatan melanggar jam operasional. Dikatakan Kepala Satpol-PP Tomohon Syske Wongkar, pihaknya menemukan jalannya operasional ritel tak dibarengi dengan sejumlah sarana pelengkap pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes).

 

 

“Hampir semua karyawan ritel yang kita berikan imbauan dan pemahaman soal penerapan maklumat, mengaku belum mengetahui detil seperti apa isi aturan teknis tersebut. Malahan, banyak juga yang tidak menyediakan sarana cuci tangan. Padahal, ini mutlak untuk dimiliki. Warung-warung kecil saja bisa, kok perusahaan besar seperti itu tidak?” beber Wongkar.

 

 

 

“Ada juga yang mengaku, jika dari pihak kelurahan minim mensosialisasikan petunjuk kepala daerah, yang tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi,” timpalnya

 

 

 

Atasnya, pihaknya bersama perangkat kelurahan dan linmas yang didaerahnya terdapat gerai ritel. Bakal menempelkan maklumat, biar kepatuhan seluruh pihak dapat tercipta tanpa terkecuali.

 

 

 

“Maklumat ini bersifat mutlak, tidak ada pembedaan penerapan zona kedaruratan. Semua beroperasi dan berakhir sesuai jam yang ditetapkan,” tegasnya.

 

 

“Berarti jika kedepannya terbukti melanggar, tidak tertutup kemungkinan bisa kita kenakan sanksi. Informasi dan atensi seluruh pihak, juga sangat kita butuhkan biar sama-sama menyukseskan program pemerintah,” pungkas Wongkar

 

 

Julius Laatung

spot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru