25.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

KPU Tomohon Jamin tidak Ada Selisih Hasil

MANADOPOST.ID – Sejumlah polemik yang membuat pembahasan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Tahun 2020, yang digelar KPU Kota Tomohon, di Grand Master Hotel, Kelurahan Kakaskasen, Tomohon Utara, awal pekan lalu. Dipastikan penyelenggara tak memiliki selisih hasil.

Penginputan data pemilih yang tak sesuai database seharusnya. Bahkan diakui, Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Tomohon Robby Golioth, fenomena kesalahan penginputan database terus terjadi selang pelaksanaan dua kali pelaksanaan pesta demokrasi.

“Apalagi saat pelaksanaan tahun ini, di tengah pandemi. Proses seleksi terbatas juga kan, ada yang kompeten namun terkendala mungkin karena situasi kondisi daerah,” ujar Golioth. “Prinsipnya yang terjadi polemik hanya kesalahan database, semisal jenis kelamin pemilih,” timpalnya lagi.

Meski dibuat alot dengan masih bergelut nya pembahasan rekapitulasi tingkat kota lalu. KPU Kota Tomohon, kata dia, memberikan jaminan 100 persen, hasil yang dipublikasikan tersebut sesuai dengan hasil akhir berjenjang mulai dari tingkat KPPS hingga PPK.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Yang paling inti itu, tidak ada selisih hasil. Itu utamanya. Karena ketika ditindaklanjuti di tingkat provinsi nanti. Paling tidak, potensi terjadinya pembahas soal detil hasil, data pemilih dan lain-lain. Sudah bisa terselesaikan di tingkat kota,” pungkas dia.(yol/gnr)

MANADOPOST.ID – Sejumlah polemik yang membuat pembahasan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Wali Kota-Wakil Wali Kota Tomohon Tahun 2020, yang digelar KPU Kota Tomohon, di Grand Master Hotel, Kelurahan Kakaskasen, Tomohon Utara, awal pekan lalu. Dipastikan penyelenggara tak memiliki selisih hasil.

Penginputan data pemilih yang tak sesuai database seharusnya. Bahkan diakui, Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Tomohon Robby Golioth, fenomena kesalahan penginputan database terus terjadi selang pelaksanaan dua kali pelaksanaan pesta demokrasi.

“Apalagi saat pelaksanaan tahun ini, di tengah pandemi. Proses seleksi terbatas juga kan, ada yang kompeten namun terkendala mungkin karena situasi kondisi daerah,” ujar Golioth. “Prinsipnya yang terjadi polemik hanya kesalahan database, semisal jenis kelamin pemilih,” timpalnya lagi.

Meski dibuat alot dengan masih bergelut nya pembahasan rekapitulasi tingkat kota lalu. KPU Kota Tomohon, kata dia, memberikan jaminan 100 persen, hasil yang dipublikasikan tersebut sesuai dengan hasil akhir berjenjang mulai dari tingkat KPPS hingga PPK.

“Yang paling inti itu, tidak ada selisih hasil. Itu utamanya. Karena ketika ditindaklanjuti di tingkat provinsi nanti. Paling tidak, potensi terjadinya pembahas soal detil hasil, data pemilih dan lain-lain. Sudah bisa terselesaikan di tingkat kota,” pungkas dia.(yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/