24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Siap Fasilitasi PTSL, Camat Tomohon Selatan: Asal Objek Tanah Jelas

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon mendapatkan alokasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), tahun anggaran 2022 sebanyak 2.700 bidang. Satu diantaranya bakal menyasar di Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Selatan.

 

Dukungan dan support pun diberikan Pemerintah Kecamatan Tomohon Selatan. Dikatakan Camat Tomohon Selatan Selfie Datu, pihaknya siap memfasilitasi pelaksanaan PTSL. Asalkan status bidang tanah yang nantinya diusulkan jelas dan tak bermasalah.

 

- Advertisement -

“Pemerintah siap mendukung program dari BPN ini, sangat baik tentunya. Tapi, yang perlu dicatat, semua bidang tanah yang nantinya diikutsertakan dalam program ini. Status tanahnya harus jelas, tidak ada masalah. Biasanya kan ada yang belum jelas kepemimpinannya, karena belum ada pemisahan,” ungkap Datu, ketika diwawancarai Manado Post, Selasa (17/5).

 

Lanjut dikatakan mantan Lurah Lahendong ini, para tenaga pengukur dari kelurahan diminta untuk bersinergi bersama BPN. Sekaligus tidak memanfaatkan momen PTSL, untuk meraup keuntungan sepihak.

 

“Biayanya kan sudah disepakati sesuai SKB tiga menteri. Rp.350.000 tidak lebih. Ada tiga tenaga pengukur yang nantinya bertugas di Kelurahan Pinaras,” tukasnya. (yol/gnr)

MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota Tomohon mendapatkan alokasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), tahun anggaran 2022 sebanyak 2.700 bidang. Satu diantaranya bakal menyasar di Kelurahan Pinaras, Kecamatan Tomohon Selatan.

 

Dukungan dan support pun diberikan Pemerintah Kecamatan Tomohon Selatan. Dikatakan Camat Tomohon Selatan Selfie Datu, pihaknya siap memfasilitasi pelaksanaan PTSL. Asalkan status bidang tanah yang nantinya diusulkan jelas dan tak bermasalah.

 

“Pemerintah siap mendukung program dari BPN ini, sangat baik tentunya. Tapi, yang perlu dicatat, semua bidang tanah yang nantinya diikutsertakan dalam program ini. Status tanahnya harus jelas, tidak ada masalah. Biasanya kan ada yang belum jelas kepemimpinannya, karena belum ada pemisahan,” ungkap Datu, ketika diwawancarai Manado Post, Selasa (17/5).

 

Lanjut dikatakan mantan Lurah Lahendong ini, para tenaga pengukur dari kelurahan diminta untuk bersinergi bersama BPN. Sekaligus tidak memanfaatkan momen PTSL, untuk meraup keuntungan sepihak.

 

“Biayanya kan sudah disepakati sesuai SKB tiga menteri. Rp.350.000 tidak lebih. Ada tiga tenaga pengukur yang nantinya bertugas di Kelurahan Pinaras,” tukasnya. (yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/