alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Perangkat Berhalangan, Camat di Tomohon ini Rela Turun Tangan Makamkan Jenazah Covid-19

 

MANADOPOST.ID—Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Tomohon, yang terjadi akhir pekan lalu. Layak mendapatkan apresiasi. Di tengah keterbatasan personil, belum lagi masalah pembayaran insentif yang diduga tidak dialokasikan, oleh salah satu SKPD. Sebagaimana penerapan penanganan bencana non-alam, di tahun sebelum. Nyatanya mampu dilaksanakan jajaran Pemerintah Kecamatan Tomohon Selatan.

 

 

 

 

 

Dipimpin langsung Camat Tomohon Selatan Stanly Mokorimban didampingi 3 perangkat Kelurahan Lansot. Prosesi pemakaman yang sebelumnya didahului dengan ibadah, akhirnya berjalan lancar.

 

 

 

 

“Ada beberapa perangkat di Kelurahan Lansot, yang dari koordinasi saya dengan lurah setempat. Yang biasanya bertugas untuk memakamkan jenazah positif Covid-19, ternyata berhalangan. Sementara pekerjaan harus segera dilakukan, ada tawaran dari pihak keluarga yang berduka. Untuk ikut serta. Tapi, karena mereka masuk KERT, jadi tidak diperbolehkan,” ungkap Mokorimban, ketika dikonfirmasi Manado Post, Minggu (18/7/2021)

 

 

 

“Benar, soal insentif tenaga pemakaman ini juga jadi polemik teman-teman lurah di lapangan. Semenjak tidak ada lagi insentif, makin susah cari orang,” aku Mokorimban.

 

Dirinya menjelaskan, usai berkoordinasi bersama pihak RSUD Anugerah Kota Tomohon. Yang menyatakan, bahwa jenazah sudah siap untuk dimakamkan. Dirinya langsung bergegas ke kantor kelurahan, mengambil perlengkapan pelindung semisal APD dan baju hazmat. Bersama perangkat dan unsur TNI-Polri menuju ke lokasi pemakaman di Kelurahan Lansot.

“Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, di tengah keterbatasan ini mau tidak mau. Sudah dipercayakan pimpinan atas amanah, kita harus melakukan tugas dan tanggung jawab. Selebihnya saya memberikan apresiasi kepada pihak Dinkes, Satpol-PP dan aparat penegak hukum. Jalannya pemakaman berlangsung tertib dan sesuai prokes,” tandasnya.

 

 

 

Sontak pujian pun mengalir atas aksi konkrit Stanly Mokorimban dan jajaran. Sejumlah warga seputaran Kecamatan Tomohon Selatan.

 

“Memang mantap ini torang pe pak camat bukan cuma ba prenta mar turun lansung dalam perang melawan pandemi Covid 19,” ujar Christin warga Kelurahan Lansot.

 

Novel warga kelurahan yang sama pun mengapresiasi, upaya sigap jajaran perangkat Tomohon Selatan. Sembari berharap, kiranya pemerintah secara keseluruhan dapat memperhatikan kesejahteraan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Mikro.

 

 

“Ini baru bilang biar pejabat tapi masih mau jadi petugas pemakaman mayat Covid-19. Sebagai warga juga tentunya berharap, bukan hanya masyarakat yang menjalani isolasi mandiri mendapatkan bantuan. Tapi, masyarakat Tomohon secara menyeluruh. Karena biar bagaimanapun, aktivitas usaha kita terbatas karena pemberlakuan PPKM ini,” harapnya.

 

Julius Laatung

 

MANADOPOST.ID—Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Tomohon, yang terjadi akhir pekan lalu. Layak mendapatkan apresiasi. Di tengah keterbatasan personil, belum lagi masalah pembayaran insentif yang diduga tidak dialokasikan, oleh salah satu SKPD. Sebagaimana penerapan penanganan bencana non-alam, di tahun sebelum. Nyatanya mampu dilaksanakan jajaran Pemerintah Kecamatan Tomohon Selatan.

 

 

 

 

 

Dipimpin langsung Camat Tomohon Selatan Stanly Mokorimban didampingi 3 perangkat Kelurahan Lansot. Prosesi pemakaman yang sebelumnya didahului dengan ibadah, akhirnya berjalan lancar.

 

 

 

 

“Ada beberapa perangkat di Kelurahan Lansot, yang dari koordinasi saya dengan lurah setempat. Yang biasanya bertugas untuk memakamkan jenazah positif Covid-19, ternyata berhalangan. Sementara pekerjaan harus segera dilakukan, ada tawaran dari pihak keluarga yang berduka. Untuk ikut serta. Tapi, karena mereka masuk KERT, jadi tidak diperbolehkan,” ungkap Mokorimban, ketika dikonfirmasi Manado Post, Minggu (18/7/2021)

 

 

 

“Benar, soal insentif tenaga pemakaman ini juga jadi polemik teman-teman lurah di lapangan. Semenjak tidak ada lagi insentif, makin susah cari orang,” aku Mokorimban.

 

Dirinya menjelaskan, usai berkoordinasi bersama pihak RSUD Anugerah Kota Tomohon. Yang menyatakan, bahwa jenazah sudah siap untuk dimakamkan. Dirinya langsung bergegas ke kantor kelurahan, mengambil perlengkapan pelindung semisal APD dan baju hazmat. Bersama perangkat dan unsur TNI-Polri menuju ke lokasi pemakaman di Kelurahan Lansot.

“Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, di tengah keterbatasan ini mau tidak mau. Sudah dipercayakan pimpinan atas amanah, kita harus melakukan tugas dan tanggung jawab. Selebihnya saya memberikan apresiasi kepada pihak Dinkes, Satpol-PP dan aparat penegak hukum. Jalannya pemakaman berlangsung tertib dan sesuai prokes,” tandasnya.

 

 

 

Sontak pujian pun mengalir atas aksi konkrit Stanly Mokorimban dan jajaran. Sejumlah warga seputaran Kecamatan Tomohon Selatan.

 

“Memang mantap ini torang pe pak camat bukan cuma ba prenta mar turun lansung dalam perang melawan pandemi Covid 19,” ujar Christin warga Kelurahan Lansot.

 

Novel warga kelurahan yang sama pun mengapresiasi, upaya sigap jajaran perangkat Tomohon Selatan. Sembari berharap, kiranya pemerintah secara keseluruhan dapat memperhatikan kesejahteraan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Mikro.

 

 

“Ini baru bilang biar pejabat tapi masih mau jadi petugas pemakaman mayat Covid-19. Sebagai warga juga tentunya berharap, bukan hanya masyarakat yang menjalani isolasi mandiri mendapatkan bantuan. Tapi, masyarakat Tomohon secara menyeluruh. Karena biar bagaimanapun, aktivitas usaha kita terbatas karena pemberlakuan PPKM ini,” harapnya.

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/