31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

Tampar Anak 11 Tahun, Mario Diringkus Totosik

MANADOPOST.ID–Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, kembali terjadi di Kota Bunga. MM alias Mario (37) warga Kecamatan Tomohon Utara ini, terpaksa harus menjalani sanksi atas perbuatannya.

Mario dipatuk Tim URC Totosik Polres Tomohon, usai diduga melakukan penganiayaan kepada Sergio (bukan nama sebenarnya, red) bocah berusia 11 tahun, warga Kecamatan Tomohon Utara.

Dijelaskan Kapolres Tomohon AKBP Bambang Gatot Ashari SIK melalui Paur Humas Aiptu Johnny Rumagit kronologi kejadian, yang membuat korban bengkak kedua telinga. Bermula dari pelaku kesal, dikarenakan anak pelaku bertengkar dengan korban.

“Alasan pelaku menganiaya korban, dilatarbelakangi pelaku kesal dan jengkel karena korban bertengkar anak pelaku. Padahal sebagai orang tua, harusnya dirinya bisa menjadi penengah dan mengambil jalan musyawarah. Bukannya mengambil tindakan sendiri,” ujar Rumagit.

“Dari keterangan korban, pelaku menampar dua kali sehingga mengakibatkan bengkak di bagian telinga. Tepatnya di dua sisi, kiri dan kanan. Kejadian hari Minggu (17/1) sekira Pukul 20.20 WITA, di Kelurahan Wailan,” sambung Rumagit.

Terpisah, Katim URC Totosik Polres Tomohon Aipda Yanny Watung menyatakan, usai menerima laporan yang diadukan Nenek korban melalui postingan di medsos.

“Berdasarkan informasi tersebut tim langsung menuju ke rumah korban. Melakukan interogasi singkat terkait kejadian tersebut dan mengumpulkan keterangan dari saksi saksi yang berada di sekitaran TKP.

Setelah memperoleh keterangan, tim langsung menuju ke rumah pelaku yang kebetulan tidak jauh dari rumah korban, saat sampai di rumah pelaku, pelaku sedang tidak berada di tempat,” beber Watung.

Lanjut Watung, berdasarkan pengembangan dan informasi yang ada pelaku sedang dalam perjalanan pulang dari kebun miliknya.

“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/03/I/2021/Sulut/SPKT/Res-Tomohon. Jadi dasar penindakan dan penangkapan. Pelaku diamankan tanpa perlawanan, selanjutnya digiring ke Mapolres Tomohon, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sebut Watung.(yol/gnr)

Artikel Terbaru