24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

CS: Kota Bunga jangan Cuma Simbol

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Kota Tomohon lama dikenal dengan potensi keindahan alam dan produksi bunga. Bahkan, event ciri khas Kota Sejuk, selalu menampilkan bunga sebagai komoditas utamanya.

Meski begitu, dikatakan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH, ‘jiwa’ bunga di Kota Religius belum tampak. Pun dengan pemanfaatan fasilitas pendukung semisal Show Window yang jadi tempat sentralisasi pengembangan bunga, sepertinya mati suri.

“Tomohon dikenal sebagai Kota Bunga. Hanya saja belum keliatan, komoditi ini menonjol bahkan memberikan effort lebih ke petani bunga. Ayo, SKPD terkait jangan malu-maluin, pemanfaatan fasilitas show window juga belum maksimal,” sentil CS, sapaan akrab wali kota, di sela memimpin Rapat Persiapan TIFF Tahun 2020, belum lama ini. “Banyak orang bilang, Kota Bunga kok tidak ada bunganya. Jangan slogan ini hanya jadi simbol,” ketusnya lagi.

Pun dengan keberadaan lahan pertanian sebesar 1,3 Hektare yang berada seputaran lokasi show window Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Pemanfaatannya pun belum dioptimalkan. Padahal, CS bilang, lahan tersebut telah lama di beli pemerintah.

- Advertisement -

“Coba di lahan itu, dibuatkan taman bunga. Biar wisatawan lokal dan mancanegara, jika nantinya TIFF dilakukan di bulan Agustus nanti. Mereka (wisatawan, red) bisa mampir di situ, beli bunga milik petani. Dengan begitu perekonomian bisa berjalan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Kota Tomohon Steven Waworuntu SSTP mengatakan, pihaknya siap mengeksekusi seluruh arahan wali kota, pun dengan pelibatan seluruh petani bunga. Yang mayoritas berasal dari ujung utara Kota Sejuk.

“Pastinya akan ditindaklanjuti sesuai arahan pak wali kota, ada perbaikan dan peningkatan sekaligus pelibatan seluruh petani bunga. Baik itu dalam menopang dan menyukseskan TIFF serta mendorong, peningkatan kualitas hidup para petani,” ujar Waworuntu.(yol/gnr)

MANADOPOST.ID–Kota Tomohon lama dikenal dengan potensi keindahan alam dan produksi bunga. Bahkan, event ciri khas Kota Sejuk, selalu menampilkan bunga sebagai komoditas utamanya.

Meski begitu, dikatakan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH, ‘jiwa’ bunga di Kota Religius belum tampak. Pun dengan pemanfaatan fasilitas pendukung semisal Show Window yang jadi tempat sentralisasi pengembangan bunga, sepertinya mati suri.

“Tomohon dikenal sebagai Kota Bunga. Hanya saja belum keliatan, komoditi ini menonjol bahkan memberikan effort lebih ke petani bunga. Ayo, SKPD terkait jangan malu-maluin, pemanfaatan fasilitas show window juga belum maksimal,” sentil CS, sapaan akrab wali kota, di sela memimpin Rapat Persiapan TIFF Tahun 2020, belum lama ini. “Banyak orang bilang, Kota Bunga kok tidak ada bunganya. Jangan slogan ini hanya jadi simbol,” ketusnya lagi.

Pun dengan keberadaan lahan pertanian sebesar 1,3 Hektare yang berada seputaran lokasi show window Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Pemanfaatannya pun belum dioptimalkan. Padahal, CS bilang, lahan tersebut telah lama di beli pemerintah.

“Coba di lahan itu, dibuatkan taman bunga. Biar wisatawan lokal dan mancanegara, jika nantinya TIFF dilakukan di bulan Agustus nanti. Mereka (wisatawan, red) bisa mampir di situ, beli bunga milik petani. Dengan begitu perekonomian bisa berjalan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Kota Tomohon Steven Waworuntu SSTP mengatakan, pihaknya siap mengeksekusi seluruh arahan wali kota, pun dengan pelibatan seluruh petani bunga. Yang mayoritas berasal dari ujung utara Kota Sejuk.

“Pastinya akan ditindaklanjuti sesuai arahan pak wali kota, ada perbaikan dan peningkatan sekaligus pelibatan seluruh petani bunga. Baik itu dalam menopang dan menyukseskan TIFF serta mendorong, peningkatan kualitas hidup para petani,” ujar Waworuntu.(yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/