alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pandemi Tak Gerus Aktivitas Bisnis Haram, Miras dan Togel Masih Eksis di Tomohon

 

MANADOPOST.ID–Di tengah upaya dan kerja keras pemerintah, memulihkan kondisi daerah imbas Pandemi Covid-19 di Kota Tomohon. Masih ada saja oknum-oknum tak bertanggungjawab, memanfaatkan momen untuk meraup untung dengan cara instan dan bertentangan dengan hukum.  Buktinya, selang 2 hari pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Samrat 2021.  Polres Tomohon berhasil mengamankan pelaku judi togel dan menyita ratusan liter minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus.

 

 

 

 

Jual beli miras tak berizin, tentunya sudah lazim ditemui di sejumlah kabupaten/kota di Sulut. Namun, keleluasaan bisnis haram Togel, jadi keresahan tersendiri di tengah kondisi perekonomian, yang belakangan kurang berpihak pada masyarakat berpenghasilan pas-pasan.

 

 

 

Padahal, dalam beberapa kesempatan, Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut SE tegas menyatakan, segala bentuk usaha ilegal apalagi haram sepenuhnya ditolak berada di Kota Religius. Apalagi nantinya, bantuan pemerintah justru masuk kas boss pengelola “kupon putih” tersebut.

 

 

“Kita semua bersepakat menolak segala bentuk perjudian, minum minuman keras berlebihan. Yang perlu dilaksanakan sekarang,  tetap disiplin menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegas WL sapaan akrab Wawali.

 

 

 

 

Tak beralasan, dari data kepolisian selang 19-20 Juli, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH bersama jajaran berhasil mengamankan 648,9 liter cap tikus di 4 TKP.

 

 

 

 

“Ada juga 3 pelaku judi togel di 3 TKP berbeda dengan barang bukti uang hasil rekap penjualan kurang lebih Rp. 2.000.000. khusus untuk Togel ini kita amankan di wilayah Tomohon Barat,” ungkap Kapolres.

 

 

 

 

Atasnya, Kapolres menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan pelaksanaan Operasi Pekat hingga waktu yang dijadwalkan. Menekan angka kriminalitas serta kesenjangan sosial, tentunya jadi tujuan institusi penegak hukum.

 

“Pelaksanaan Operasi Pekat akan dilanjutkan hingga tanggal 28 Juli mendatang. Dan kepada para pelaku, tentunya akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sasaran operasi yakni, street crime, premanisme, Sajam, balap liar, pelanggar Lalin, pornografi dan pelanggar COVID-19,” kuncinya.

 

 

 

Sontak, upaya penegakan hukum tersebut mendapatkan apresiasi dari tokoh agama Kota Bunga. Ketua P/KB GMIM Rayon Tomohon Pny Febry HJ Dien ST, M.Inf.Tech (Man) pun belakangan lantang menyuarakan menolak peredaran judi Togel.

 

 

 

 

“Kami meminta dan mendukung penuh upaya penegakan hukum. Baik yang diinisiasi Polres Tomohon dan Polda Sulut, secara keseluruhan. Karena tidak bisa dipungkiri, bisnis haram ini bukannya membantu pemerintah mensejahterakan rakyat, di tengah wabah yang menyusahkan seluruh pihak. Malah nantinya menimbulkan permasalahan baru, kesenjangan sosial dan kemiskinan akibatnya,” tegas Dien.

 

 

 

Bahkan, seperti yang diberitakan Manado Post sebelumnya, para pebisnis togel masa kini pun makin mahir menjalankan usahanya. Yakni turut menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Pemasang togel kini bisa mengadu keberuntungannya lewat portal atau secara online. Tentunya ini jadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum, membongkar praktek haram tak hanya di Tomohon. Namun di seluruh pelosok Nyiur Melambai.

 

 

 

Julius Laatung 

 

MANADOPOST.ID–Di tengah upaya dan kerja keras pemerintah, memulihkan kondisi daerah imbas Pandemi Covid-19 di Kota Tomohon. Masih ada saja oknum-oknum tak bertanggungjawab, memanfaatkan momen untuk meraup untung dengan cara instan dan bertentangan dengan hukum.  Buktinya, selang 2 hari pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Samrat 2021.  Polres Tomohon berhasil mengamankan pelaku judi togel dan menyita ratusan liter minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus.

 

 

 

 

Jual beli miras tak berizin, tentunya sudah lazim ditemui di sejumlah kabupaten/kota di Sulut. Namun, keleluasaan bisnis haram Togel, jadi keresahan tersendiri di tengah kondisi perekonomian, yang belakangan kurang berpihak pada masyarakat berpenghasilan pas-pasan.

 

 

 

Padahal, dalam beberapa kesempatan, Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut SE tegas menyatakan, segala bentuk usaha ilegal apalagi haram sepenuhnya ditolak berada di Kota Religius. Apalagi nantinya, bantuan pemerintah justru masuk kas boss pengelola “kupon putih” tersebut.

 

 

“Kita semua bersepakat menolak segala bentuk perjudian, minum minuman keras berlebihan. Yang perlu dilaksanakan sekarang,  tetap disiplin menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegas WL sapaan akrab Wawali.

 

 

 

 

Tak beralasan, dari data kepolisian selang 19-20 Juli, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot SIK MH bersama jajaran berhasil mengamankan 648,9 liter cap tikus di 4 TKP.

 

 

 

 

“Ada juga 3 pelaku judi togel di 3 TKP berbeda dengan barang bukti uang hasil rekap penjualan kurang lebih Rp. 2.000.000. khusus untuk Togel ini kita amankan di wilayah Tomohon Barat,” ungkap Kapolres.

 

 

 

 

Atasnya, Kapolres menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan pelaksanaan Operasi Pekat hingga waktu yang dijadwalkan. Menekan angka kriminalitas serta kesenjangan sosial, tentunya jadi tujuan institusi penegak hukum.

 

“Pelaksanaan Operasi Pekat akan dilanjutkan hingga tanggal 28 Juli mendatang. Dan kepada para pelaku, tentunya akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sasaran operasi yakni, street crime, premanisme, Sajam, balap liar, pelanggar Lalin, pornografi dan pelanggar COVID-19,” kuncinya.

 

 

 

Sontak, upaya penegakan hukum tersebut mendapatkan apresiasi dari tokoh agama Kota Bunga. Ketua P/KB GMIM Rayon Tomohon Pny Febry HJ Dien ST, M.Inf.Tech (Man) pun belakangan lantang menyuarakan menolak peredaran judi Togel.

 

 

 

 

“Kami meminta dan mendukung penuh upaya penegakan hukum. Baik yang diinisiasi Polres Tomohon dan Polda Sulut, secara keseluruhan. Karena tidak bisa dipungkiri, bisnis haram ini bukannya membantu pemerintah mensejahterakan rakyat, di tengah wabah yang menyusahkan seluruh pihak. Malah nantinya menimbulkan permasalahan baru, kesenjangan sosial dan kemiskinan akibatnya,” tegas Dien.

 

 

 

Bahkan, seperti yang diberitakan Manado Post sebelumnya, para pebisnis togel masa kini pun makin mahir menjalankan usahanya. Yakni turut menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Pemasang togel kini bisa mengadu keberuntungannya lewat portal atau secara online. Tentunya ini jadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum, membongkar praktek haram tak hanya di Tomohon. Namun di seluruh pelosok Nyiur Melambai.

 

 

 

Julius Laatung 

Most Read

Artikel Terbaru

/