32.4 C
Manado
Tuesday, 27 September 2022

Parah! Limbah PGE Lahendong Diduga Dibuang Sembarang

MANADOPOST.ID–Parah! Perusahaan sekelas PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong diduga kuat mencemari lingkungan. Demikian informasi yang dihimpun Manado Post lewat penyampaian Direktur PDAM Kota Tomohon Adrian Ngenget, ketika diwawancarai, belum lama ini.

Dugaan pencemaran lingkungan, dikatakan Ngenget, berdasarkan pengakuan masyarakat di Kelurahan Pangolombian. Yang kala itu, berpapasan dengan tim dari PDAM yang hendak melakukan survei terkait rencana pembangunan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Tomohon Selatan.

“Ada informasi dari masyarakat, yang mengatakan jika PGE Lahendong membuang limbah sembarang. Coba lihat Kobong (sawah,red) milik masyarakat, saat ditanam padi atau benih pertanian lainnya pasti selalu mati. Dicurigai karena pembuangan limbah PT PGE Lahendong secara sembarang,” ungkap Ngenget.

“Ini informasi dari masyarakat Kelurahan Pangolombian dan Lahendong. Plus ada juga yang lalu pernah bekerja di Pertamina,” sambungnya lagi.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dikatakannya, saat menyusuri kompleks perkebunan Pangolombian, pihaknya belum mengetahui detail lokasi pembuangan limbah B3 yang diduga dibuang oleh PGE Lahendong.

Baca Juga:  Jamin Pendidikan Anak Korban Covid-19, Pemkot Tomohon Siap Kucur Beasiswa

“Pas peninjauan lalu, tim kita berpapasan dengan masyarakat yang kebetulan berkebun di sana (Pangolombian, red). Dijelaskan petani, yang juga warga di sana jika sawahnya tak bisa lagi berproduksi secara alami. Hal tersebut dikarenakan tak lagi suburnya lahan pertanian. Malahan ada masyarakat di situ, yang sebelumnya pernah bekerja di PGE, mengaku memang ada lokasi pembuangan limbah di Kelurahan Pangolombian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, tim kita akan menelusuri lokasi di sana lebih detil lagi,” jelasnya.

Padahal, kata dia, jika kondisi mata air yang mengalir hingga ke Air Terjun Pangolombian tersebut bisa dimaksimalkan untuk penambahan jaringan sambungan rumah (SR). Dikarenakan tekanan air yang diproyeksikan setara bahkan lebih dari sumber mata air Mahlimbukar.

“Padahal kalau tidak ada pembuangan limbah, mata air Pangolombian ini bisa kita maksimalkan untuk kurang lebih 6.000 SR. Ini bisa mengakomodir sejumlah kelurahan di Kecamatan Tomohon Selatan. Dan harus dipastikan juga PGE Lahendong tak lagi buang limbah sembarang. Saya berencana juga akan menyurat ke PGE, terkait hal ini,” pungkas dia.

Baca Juga:  PDAM Tomohon Disorot, Tomas Sebut Banyak "Kebocoran"

Anehnya, kondisi di atas bertolak belakang dengan keterangan Lurah Pangolombian Jouce Sarese, yang justru mengaku tak mengetahui  informasi yang disampaikan Direktur PDAM Tomohon. Padahal, informasi yang masuk ke perusahaan daerah Kota Bunga ini, berasal dari masyarakat setempat.

“Setahu saya tidak ada informasi soal itu,” kelit Sarese.

Terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT PGE Lahendong. Humas PT PGE Lahendong Rein disayangkan tak memberikan keterangan apapun kepada Manado Post ketika dicoba untuk dikonfirmasi. Pesan singkat kepada yang bersangkutan di nomor handphone +62 888-4505-***, hingga berita ini diturunkan tak kunjung direspon. (yol)

MANADOPOST.ID–Parah! Perusahaan sekelas PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong diduga kuat mencemari lingkungan. Demikian informasi yang dihimpun Manado Post lewat penyampaian Direktur PDAM Kota Tomohon Adrian Ngenget, ketika diwawancarai, belum lama ini.

Dugaan pencemaran lingkungan, dikatakan Ngenget, berdasarkan pengakuan masyarakat di Kelurahan Pangolombian. Yang kala itu, berpapasan dengan tim dari PDAM yang hendak melakukan survei terkait rencana pembangunan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Tomohon Selatan.

“Ada informasi dari masyarakat, yang mengatakan jika PGE Lahendong membuang limbah sembarang. Coba lihat Kobong (sawah,red) milik masyarakat, saat ditanam padi atau benih pertanian lainnya pasti selalu mati. Dicurigai karena pembuangan limbah PT PGE Lahendong secara sembarang,” ungkap Ngenget.

“Ini informasi dari masyarakat Kelurahan Pangolombian dan Lahendong. Plus ada juga yang lalu pernah bekerja di Pertamina,” sambungnya lagi.

Dikatakannya, saat menyusuri kompleks perkebunan Pangolombian, pihaknya belum mengetahui detail lokasi pembuangan limbah B3 yang diduga dibuang oleh PGE Lahendong.

Baca Juga:  H-8, Realisasi PBB-P2 di Tomohon Sentuh 4,8 Miliar

“Pas peninjauan lalu, tim kita berpapasan dengan masyarakat yang kebetulan berkebun di sana (Pangolombian, red). Dijelaskan petani, yang juga warga di sana jika sawahnya tak bisa lagi berproduksi secara alami. Hal tersebut dikarenakan tak lagi suburnya lahan pertanian. Malahan ada masyarakat di situ, yang sebelumnya pernah bekerja di PGE, mengaku memang ada lokasi pembuangan limbah di Kelurahan Pangolombian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, tim kita akan menelusuri lokasi di sana lebih detil lagi,” jelasnya.

Padahal, kata dia, jika kondisi mata air yang mengalir hingga ke Air Terjun Pangolombian tersebut bisa dimaksimalkan untuk penambahan jaringan sambungan rumah (SR). Dikarenakan tekanan air yang diproyeksikan setara bahkan lebih dari sumber mata air Mahlimbukar.

“Padahal kalau tidak ada pembuangan limbah, mata air Pangolombian ini bisa kita maksimalkan untuk kurang lebih 6.000 SR. Ini bisa mengakomodir sejumlah kelurahan di Kecamatan Tomohon Selatan. Dan harus dipastikan juga PGE Lahendong tak lagi buang limbah sembarang. Saya berencana juga akan menyurat ke PGE, terkait hal ini,” pungkas dia.

Baca Juga:  JAK: JGE Calon Wali Kota Tomohon

Anehnya, kondisi di atas bertolak belakang dengan keterangan Lurah Pangolombian Jouce Sarese, yang justru mengaku tak mengetahui  informasi yang disampaikan Direktur PDAM Tomohon. Padahal, informasi yang masuk ke perusahaan daerah Kota Bunga ini, berasal dari masyarakat setempat.

“Setahu saya tidak ada informasi soal itu,” kelit Sarese.

Terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT PGE Lahendong. Humas PT PGE Lahendong Rein disayangkan tak memberikan keterangan apapun kepada Manado Post ketika dicoba untuk dikonfirmasi. Pesan singkat kepada yang bersangkutan di nomor handphone +62 888-4505-***, hingga berita ini diturunkan tak kunjung direspon. (yol)

Most Read

Artikel Terbaru

/