26C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Perdana Milik Daerah, Lab PCR Tomohon Diresmikan

MANADOPOST.ID–Pelaksanaan penanganan pandemi di Kota Tomohon bisa dipercepat. Pasalnya, dipastikan Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, melalui Asisten II Bidang Umum Drs Oktavianus Mandagi peresmian sarana penunjang Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR), yang bertempat di RSUD Anugerah Kota Bunga, bakal digelar Sabtu hari ini sekira Pukul 13.00 WITA.

“Benar, besok (hari ini) diresmikan. Sesuai schedule yang ditetapkan kita mulai Pukul 13.00 WITA, undangannya sudah disebar untuk jajaran Forkopimda. Pelaksanaan kegiatan tentu mengacu pada protokol kesehatan,” aku Mandagi, yang juga Ketua Panitia HUT ke-18 Kota Tomohon, di sela Rapat Panitia, Jumat (22/1) kemarin, di Taman Wisata Alam (TWA) Kelurahan Paslaten.

Lanjut dikatakan Mandagi, selain jadi satu dari rangkaian kegiatan HUT Kota Tomohon, dirinya memastikan seluruh gelaran giat menyemarakkan agenda strategis bulan Januari tersebut. Disesuaikan dengan kondisi, dimana Kota Bunga masih masuk dalam zona resiko tinggi. Atau Zona Merah dari sisi kedaruratan pandemi.

“Semua agenda yang direncanakan, berpatokan pada penerapan prokes. Tidak ada giat yang melibatkan banyak orang. Seminar kesehatan virtual, senam sehat dengan jumlah terbatas. Dan sejumlah giat yang terbatas pesertanya,” beber Plt Dinas Koperasi dan UKM Tomohon.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deissje Liuw Mbiomed menjelaskan, ketika Laboratorium PCR perdana yang dimiliki oleh pemerintah daerah di Sulut ini. Beroperasi normal di bulan Februari nanti. Ada 70 sampel swab test yang bisa diperiksa dalam sehari.

“Paling tinggi yang bisa diperiksa itu 70. Kalau tidak salah, untuk satu sampel itu butuh waktu kurang lebih 6 jam. Jadi secara tidak langsung, untuk proses tracing dan tracking nantinya. Pemkot Tomohon bisa selangkah lebih cepat, ketimbang kabupaten-kota lainnya,” kata dia.

Diketahui, Kota Bunga, jadi satu-satunya daerah di Sulut yang mendapatkan stimulan dana pembangunan Laboratorium PCR. Anggaran pembangunan sarana penunjang fasilitas kesehatan ini, berbanderol Rp. 7,7 Miliar. Yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2020.(yol/gnr)

Artikel Terbaru