26.4 C
Manado
Rabu, 10 Agustus 2022

Bukan Orang Baru, WL `Taklukan` Panggung Debat

MANADOPOST.ID—Calon Wakil Wali Kota Wenny Lumentut menunjukkan kelasnya di panggung debat Pilwako Tomohon, Sabtu (21/11) pekan lalu.

Bukan orang baru dan memang sudah berpengalaman serta berbuat untuk Tomohon, WL sapaan akrabnya, sangat mengenal masalah-masalah kemasyarakatan yang terjadi di kota dengan julukan kota bung itu.

Terbukti, WL dengan tegas mengatakan jika bersama Caroll Senduk akan memberi perhatian pada petani bunga. Ini disampaikan WL saat menjawab pertanyaan mengenai Tomohon International Flower Festival (TIFF), yang muncul di debat sesi II, Pilwako Tomohon.

WL menekankan akan tetap mempertahankan ivem gagasan mantan Wali Kota Jefferson Rumajar tersebut. “TIFF hajatan bergengsi untuk kita Tomohon. Sudah beberapa kali diselenggarakan,” kata WL. Hanya saja, yang harus digarisbawahi menurutnya adalah pemberdayaan petani bunga.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ke depan seluruh bunga harus dari Tomohon. Tidak ada lagi dari luar Tomohon. Untuk memberdayakan petan bunga. Setiap penyelenggaraan bukan kepentingan sekelompok orang. Jauh-jauh hari sudah ada perencanaan yang baik,” tukasnya.

CS-WL pun akan gandeng perusahaan besar yang berkaitan dengan kegiatan promosi. “Prinsip kami memberdayakan petani bunga yang ada di Tomohon. Apabila TIFF inI berhasil akan ada multiplier effect ekonomi bagi usaha kecil mengenah. Akan meningkatkan ekonomi kerakyatan di Tomohon dan membuat tingkat kesejahteraan bertambah,” urai WL.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut ini juga ikut menyosialisasikan beragam program unggulan CS-WL di sela-sela debat.

WL pun memastikan sektor pendidikan akan mendapat perhatian besar. Karena itu menjadi salah satu program unggulan CS-WL. Dalam debat ini, WL sukses menjawab pertanyaan pancingan dari calon wakil wali kota nomor urut 1.

Yang menyinggung mengenai kesempatan perempuan untuk memimpin. “Pada prinsipnya perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama menduduki jabatan dalam pemerintahan,” jawabnya.

Saat closing statement, WL tampil paling berapi-api. “Caroll dan Wenny maju dalam kontestasi pilkada kali ini karena adanya keterpanggilan hati untuk berdua bersama-sama dari awal hingga akhir memberi diri bagi masyarakat Kota Tomohon dalam membangun Tomohon lebih hebat. Kami memberi bukan karena kami berkelebihan.

Tapi kami memberi karena kami pernah merasakan bagaimana kalau tidak ada apa-apa. Kami telah membuktikan selama ini, bukan hanya di masa pandemi, tetapi jauh-jauh hari kami telah memberi hati dan perhatian kami, baik melalui jabatan kami sebagai DPR ataupun berkat lain. Apabila ingin perubahan ke arah yang lebih baik, jangan lupa pilih nomor dua,” urainya.

Diapun menyelipkan istilah filsuf asal Italia, Cicero. “Jika kami memimpin Tomohon, senantiasa mengedepankan salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ucapnya.

Semboyan hidup Santo Ignasius pun disebut WL. “Di atas semua itu, segala yang kami lakukan adalah ad maiorem dei gloriam, untuk kemuliaan nama Tuhan di kora religious,” tukas WL. Anggota DPRD Sulut dua periode ini menutup pernyataannya dengan penggalan lagu daerah.

“Niko mokan sigumenanglah, Tarendemku Wianiko, Tea Liu-Liuren Kalelepat Ulenso, Pinantikan Ngaranta Dua Royor,” tandasnya. WL juga menyuguhkan kejutan di akhir debat ini. Dengan semangat sambil angkat tangan, dia meneriakkan, “I yayat u santi.”(gel)

MANADOPOST.ID—Calon Wakil Wali Kota Wenny Lumentut menunjukkan kelasnya di panggung debat Pilwako Tomohon, Sabtu (21/11) pekan lalu.

Bukan orang baru dan memang sudah berpengalaman serta berbuat untuk Tomohon, WL sapaan akrabnya, sangat mengenal masalah-masalah kemasyarakatan yang terjadi di kota dengan julukan kota bung itu.

Terbukti, WL dengan tegas mengatakan jika bersama Caroll Senduk akan memberi perhatian pada petani bunga. Ini disampaikan WL saat menjawab pertanyaan mengenai Tomohon International Flower Festival (TIFF), yang muncul di debat sesi II, Pilwako Tomohon.

WL menekankan akan tetap mempertahankan ivem gagasan mantan Wali Kota Jefferson Rumajar tersebut. “TIFF hajatan bergengsi untuk kita Tomohon. Sudah beberapa kali diselenggarakan,” kata WL. Hanya saja, yang harus digarisbawahi menurutnya adalah pemberdayaan petani bunga.

“Ke depan seluruh bunga harus dari Tomohon. Tidak ada lagi dari luar Tomohon. Untuk memberdayakan petan bunga. Setiap penyelenggaraan bukan kepentingan sekelompok orang. Jauh-jauh hari sudah ada perencanaan yang baik,” tukasnya.

CS-WL pun akan gandeng perusahaan besar yang berkaitan dengan kegiatan promosi. “Prinsip kami memberdayakan petani bunga yang ada di Tomohon. Apabila TIFF inI berhasil akan ada multiplier effect ekonomi bagi usaha kecil mengenah. Akan meningkatkan ekonomi kerakyatan di Tomohon dan membuat tingkat kesejahteraan bertambah,” urai WL.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut ini juga ikut menyosialisasikan beragam program unggulan CS-WL di sela-sela debat.

WL pun memastikan sektor pendidikan akan mendapat perhatian besar. Karena itu menjadi salah satu program unggulan CS-WL. Dalam debat ini, WL sukses menjawab pertanyaan pancingan dari calon wakil wali kota nomor urut 1.

Yang menyinggung mengenai kesempatan perempuan untuk memimpin. “Pada prinsipnya perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama menduduki jabatan dalam pemerintahan,” jawabnya.

Saat closing statement, WL tampil paling berapi-api. “Caroll dan Wenny maju dalam kontestasi pilkada kali ini karena adanya keterpanggilan hati untuk berdua bersama-sama dari awal hingga akhir memberi diri bagi masyarakat Kota Tomohon dalam membangun Tomohon lebih hebat. Kami memberi bukan karena kami berkelebihan.

Tapi kami memberi karena kami pernah merasakan bagaimana kalau tidak ada apa-apa. Kami telah membuktikan selama ini, bukan hanya di masa pandemi, tetapi jauh-jauh hari kami telah memberi hati dan perhatian kami, baik melalui jabatan kami sebagai DPR ataupun berkat lain. Apabila ingin perubahan ke arah yang lebih baik, jangan lupa pilih nomor dua,” urainya.

Diapun menyelipkan istilah filsuf asal Italia, Cicero. “Jika kami memimpin Tomohon, senantiasa mengedepankan salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ucapnya.

Semboyan hidup Santo Ignasius pun disebut WL. “Di atas semua itu, segala yang kami lakukan adalah ad maiorem dei gloriam, untuk kemuliaan nama Tuhan di kora religious,” tukas WL. Anggota DPRD Sulut dua periode ini menutup pernyataannya dengan penggalan lagu daerah.

“Niko mokan sigumenanglah, Tarendemku Wianiko, Tea Liu-Liuren Kalelepat Ulenso, Pinantikan Ngaranta Dua Royor,” tandasnya. WL juga menyuguhkan kejutan di akhir debat ini. Dengan semangat sambil angkat tangan, dia meneriakkan, “I yayat u santi.”(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/