24.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Evaluasi PTM di Tomohon, Dikda: Lalai Prokes Sekolah Ditutup 

MANADOPOST.ID–Kurang lebih dua pekan sudah sekolah di Kota Tomohon dibuka. Metode pembelajaran langsung, alias Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dijalankan dengan mengaplikasikan protokol kesehatan (Prokes) super ketat.

 

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski belum menemukan, adanya indikasi kelalaian pihak sekolah. Kala menjalankan PTM plus prokes secara ketat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikda) Daerah Kota Tomohon menegaskan, tak ragu menjatuhkan sanksi tegas. Jika kedepannya ditemukan sekolah yang lalai menjalankan PTM, sesuai rekomendasi pemerintah pusat.

 

 

 

 

“Sudah pasti, ada sekolah yang kedapatan tidak menerapkan prokes yang ketat. Sanksinya sekolah tersebut bisa ditutup! Karena berpotensi membahayakan peserta didik dan tenaga kependidikan,” tegas Kepala Dikda Daerah Kota Tomohon Dolvin Karwur, ketika dikonfirmasi Manado Post, Senin (24/5/2021).

 

 

 

“Dari hasil evaluasi sampai saat ini, belum ada sekolah yang kita dapati. Mengadakan PTM tidak sesuai rekomendasi yang diwajibkan. Dan perlu dicatat, pembelajaran daring tetap berjalan. Ini dikembalikan ke orang tua murid. Memang, masih ada orang tua yang belum berkenan, anaknya ikut PTM. Keputusan ini mutlak diambil orang tua,” sambung Karwur

 

 

Dijelaskan Karwur, pelibatan para pengawas sekolah hingga keikutsertaan orang tua murid. Membuat pihaknya dapat memastikan pelaksanaan PTM di Kota Bunga, dijalankan sesuai aturan dan ketentuan.

 

 

 

Selama ini dalam pelaksanaan PTM terbatas kami selalu mengingatkan dan memantau melalui pendampingan para pengawas sekolah  supaya mengedepankan protokol kesehatan .dimasa pandemi  .demikian juga jika sekolah lalai kami selalu mengingatkan jika  dalam praktek mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan dan memberi dan beresiko memberikan dampak bukan tidak mungkin beresiko sampai ditutup kembali.

 

 

 

“Pengawas sekolah instens turun dan memantau langsung jalannya PTM. Bahkan orang tua murid juga ikut. Jika ada sekolah yang sengaja atau lalai menjalankan prokes. Masyarakat Tomohon jangan sungkan untuk melaporkan,” tandas dia.

 

 

Julius Laatung 

MANADOPOST.ID–Kurang lebih dua pekan sudah sekolah di Kota Tomohon dibuka. Metode pembelajaran langsung, alias Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dijalankan dengan mengaplikasikan protokol kesehatan (Prokes) super ketat.

 

 

 

Meski belum menemukan, adanya indikasi kelalaian pihak sekolah. Kala menjalankan PTM plus prokes secara ketat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikda) Daerah Kota Tomohon menegaskan, tak ragu menjatuhkan sanksi tegas. Jika kedepannya ditemukan sekolah yang lalai menjalankan PTM, sesuai rekomendasi pemerintah pusat.

 

 

 

 

“Sudah pasti, ada sekolah yang kedapatan tidak menerapkan prokes yang ketat. Sanksinya sekolah tersebut bisa ditutup! Karena berpotensi membahayakan peserta didik dan tenaga kependidikan,” tegas Kepala Dikda Daerah Kota Tomohon Dolvin Karwur, ketika dikonfirmasi Manado Post, Senin (24/5/2021).

 

 

 

“Dari hasil evaluasi sampai saat ini, belum ada sekolah yang kita dapati. Mengadakan PTM tidak sesuai rekomendasi yang diwajibkan. Dan perlu dicatat, pembelajaran daring tetap berjalan. Ini dikembalikan ke orang tua murid. Memang, masih ada orang tua yang belum berkenan, anaknya ikut PTM. Keputusan ini mutlak diambil orang tua,” sambung Karwur

 

 

Dijelaskan Karwur, pelibatan para pengawas sekolah hingga keikutsertaan orang tua murid. Membuat pihaknya dapat memastikan pelaksanaan PTM di Kota Bunga, dijalankan sesuai aturan dan ketentuan.

 

 

 

Selama ini dalam pelaksanaan PTM terbatas kami selalu mengingatkan dan memantau melalui pendampingan para pengawas sekolah  supaya mengedepankan protokol kesehatan .dimasa pandemi  .demikian juga jika sekolah lalai kami selalu mengingatkan jika  dalam praktek mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan dan memberi dan beresiko memberikan dampak bukan tidak mungkin beresiko sampai ditutup kembali.

 

 

 

“Pengawas sekolah instens turun dan memantau langsung jalannya PTM. Bahkan orang tua murid juga ikut. Jika ada sekolah yang sengaja atau lalai menjalankan prokes. Masyarakat Tomohon jangan sungkan untuk melaporkan,” tandas dia.

 

 

Julius Laatung 

Most Read

Artikel Terbaru

/