25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Lab PCR Beroperasi, Eksekutif Kaji Tarif

MANADOPOST.ID–Kota Bunga resmi memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR). Fasilitas kesehatan perdana dan pertama di Nyiur Melambai, di luar milik Pemprov Sulut, nantinya bisa melayani swab test publik dengan penetapan tarif, yang masih sementara dikaji bersama eksekutif.

Dikatakan Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak CA, di sela peresmian Laboratorium PCR, di RSUD Anugerah, akhir pekan lalu. Pihaknya sudah memiliki acuan dasar tarif, bagi masyarakat yang nantinya menggunakan faskes, yang dibangun lewat alokasi Dana Insentif Daerah di tahun 2020 lalu.

“Sudah ada kajian umum sementara, yang kita bahas bersama dan besaran harganya di kisaran angka Rp.900.000 per orang,” ungkap JFE, sapaan akrab wali kota dua periode.

Dilanjutkan JFE, tak hanya pembahasan lanjutan bersama stakeholder terkait. Pihaknya pun bakal merumuskan peraturan daerah (Perda), yang nantinya jadi payung hukum penarikan dana publik pengguna Lab PCR, yang berujung untuk menambah pundi pendapatan daerah.

“Pastinya harus ditunjang dengan Perda. Ini dasar hukumnya dan wajib memang. Sementara dibahas juga. Pastinya harga Rp.900.000 itu, sesuai dengan rekomendasi Kemenkes. Saya berharap mungkin harganya bisa di bawah standar. Sesuai dengan rekomendasi dan instruksi pak Presiden Jokowi,” beber dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deissje Liuw Mbiomed menyatakan, meski sudah diresmikan, keberadaan Laboratorium PCR nantinya akan melewati serangkaian tahap uji coba.

“Masih ada beberapa tahapan uji fungsi pengoperasian lab, nantinya akan di tes lagi oleh Balitbang Kemenkes. Apakah sudah memenuhi dan sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Liuw.

Sembari menambahkan, untuk manajemen pengelolaan limbah medis. Juga menjadi concern pihaknya, agar pengoperasian faskes tersebut aman dan menjamin kelangsungan hidup di sekitar RSUD yang baru saja naik tipe C, di awal tahun 2021. (yol/gnr)

Artikel Terbaru