33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Pesta Syukuran di Tomohon Selatan, Kangkangi Imbauan Kepala Daerah 

MANADOPOST.ID–Pesta dan gelaran syukur masyarakat Kota Tomohon. Dikatakan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH melalui Wakil Wali Kota Wenny Lumentut SE. Dipersilahkan dilaksanakan, sesuai dan sejalan dengan aturan serta protokol kesehatan. Semangat menurunkan zona kedaruratan Covid-19, yang sebelumnya lama berada di zona kuning, hingga beberapa pekan lalu naik ke zona orange. Jadi ikhtiar pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan, wajib sesuai aturan. Lebih lagi, dalam Maklumat Wali Kota Tomohon. Jelas menyebutkan, jika gelaran pesta, suka maupun duka. Hingga kegiatan operasional segala jenis usaha, dibatasi hingga Pukul 22.OO WITA.

 

 

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saat ini kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Tomohon naik status menjadi zona Orange. Untuk sementara, hal-hal yang berbau glamour, pesta dan syukuran apapun itu. Sesuai dengan imbauan saya dan pak Wali Kota hanya sampai jam 10 malam. Bisa lah kita toleransi sampai Pukul 23.00 WITA. Setelah itu, semua kegiatan harus berhenti. Jika tidak diindahkan, silakan aparat penegak hukum, kepolisian dan perangkat. Mengambil sound system’, biar tidak ada lagi ribut-ribut sampai larut hingga dini hari. Akhirnya karena begadang, besok hari tidak kerja karena kurang fit,” lugas Wawali Wenny Lumentut, belum lama ini.

 

 

 

“Sudah saya instruksikan ke Pak Asisten I Setdakot Tomohon, biar diteruskan amanat ini ke seluruh lurah-lurah se-Kota Tomohon,” timpalnya lagi.

 

 

 

 

 

 

Kenyataannya, hal tersebut sepertinya tidak diimplementasikan benar, di Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan. Terpantau, di acara nikahan yang dihelat belum lama ini. Selain sudah melanggar batas jam operasional, kebanyakan dari para pengunjung pesta tidak menjalankan prokes sesuai aturan. Pun dengan imbauan aparat berwajib, yang datang ke lokasi sekira Pukul 00.00, Minggu (27/6/2021). Sepertinya tidak digubris masyarakat. Mirisnya lagi, tidak ada satu pun perwakilan kelurahan setempat. Hal ini tentunya, jauh dari instruksi kepala daerah Kota Sejuk.

 

 

 

 

“Saya selaku masyarakat di Kelurahan Walian Satu, terus terang merasa terganggu akibat pesta ini. Selain menggunakan sound sistem dengan jumlah banyak. Mereka juga tampak mabuk-mabukan. Khawatir nantinya jadi keributan. Saya kira ada pembatasan jam kegiatan syukuran dan sejenisnya. Harusnya perangkat kelurahan, bisa mengambil tindakan tegas,” keluh salah warga Walian Satu, yang enggan namanya dipublikasikan.

 

 

 

 

Alhasil dari laporan aparat berwajib, pesta syukuran akhirnya berhasil dibubarkan sekira Pukul 01.20 WITA, Minggu (27/6/2021). Kondisi ini tentunya memprihatinkan. Di tengah semangat memutus mata rantai bencana non-alam, ada saja oknum perangkat kelurahan yang kurang tanggap dan tegas. Mengimplementasikan kebijakan kepala daerah, lebih lagi pembatasan kegiatan tersebut. Bertujuan untuk kemaslahatan seluruh masyarakat Kota Sejuk.

 

 

 

Julius Laatung

MANADOPOST.ID–Pesta dan gelaran syukur masyarakat Kota Tomohon. Dikatakan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH melalui Wakil Wali Kota Wenny Lumentut SE. Dipersilahkan dilaksanakan, sesuai dan sejalan dengan aturan serta protokol kesehatan. Semangat menurunkan zona kedaruratan Covid-19, yang sebelumnya lama berada di zona kuning, hingga beberapa pekan lalu naik ke zona orange. Jadi ikhtiar pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan, wajib sesuai aturan. Lebih lagi, dalam Maklumat Wali Kota Tomohon. Jelas menyebutkan, jika gelaran pesta, suka maupun duka. Hingga kegiatan operasional segala jenis usaha, dibatasi hingga Pukul 22.OO WITA.

 

 

 

“Saat ini kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Tomohon naik status menjadi zona Orange. Untuk sementara, hal-hal yang berbau glamour, pesta dan syukuran apapun itu. Sesuai dengan imbauan saya dan pak Wali Kota hanya sampai jam 10 malam. Bisa lah kita toleransi sampai Pukul 23.00 WITA. Setelah itu, semua kegiatan harus berhenti. Jika tidak diindahkan, silakan aparat penegak hukum, kepolisian dan perangkat. Mengambil sound system’, biar tidak ada lagi ribut-ribut sampai larut hingga dini hari. Akhirnya karena begadang, besok hari tidak kerja karena kurang fit,” lugas Wawali Wenny Lumentut, belum lama ini.

 

 

 

“Sudah saya instruksikan ke Pak Asisten I Setdakot Tomohon, biar diteruskan amanat ini ke seluruh lurah-lurah se-Kota Tomohon,” timpalnya lagi.

 

 

 

 

 

 

Kenyataannya, hal tersebut sepertinya tidak diimplementasikan benar, di Kelurahan Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan. Terpantau, di acara nikahan yang dihelat belum lama ini. Selain sudah melanggar batas jam operasional, kebanyakan dari para pengunjung pesta tidak menjalankan prokes sesuai aturan. Pun dengan imbauan aparat berwajib, yang datang ke lokasi sekira Pukul 00.00, Minggu (27/6/2021). Sepertinya tidak digubris masyarakat. Mirisnya lagi, tidak ada satu pun perwakilan kelurahan setempat. Hal ini tentunya, jauh dari instruksi kepala daerah Kota Sejuk.

 

 

 

 

“Saya selaku masyarakat di Kelurahan Walian Satu, terus terang merasa terganggu akibat pesta ini. Selain menggunakan sound sistem dengan jumlah banyak. Mereka juga tampak mabuk-mabukan. Khawatir nantinya jadi keributan. Saya kira ada pembatasan jam kegiatan syukuran dan sejenisnya. Harusnya perangkat kelurahan, bisa mengambil tindakan tegas,” keluh salah warga Walian Satu, yang enggan namanya dipublikasikan.

 

 

 

 

Alhasil dari laporan aparat berwajib, pesta syukuran akhirnya berhasil dibubarkan sekira Pukul 01.20 WITA, Minggu (27/6/2021). Kondisi ini tentunya memprihatinkan. Di tengah semangat memutus mata rantai bencana non-alam, ada saja oknum perangkat kelurahan yang kurang tanggap dan tegas. Mengimplementasikan kebijakan kepala daerah, lebih lagi pembatasan kegiatan tersebut. Bertujuan untuk kemaslahatan seluruh masyarakat Kota Sejuk.

 

 

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/