23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Rame-rame Babaca Alkitab Diplot Jadi Icon Tomohon

MANADOPOST.ID–Kota Tomohon selain dikenal dengan potensi pariwisata yang mumpuni. Tomohon juga dikenal sebagai Kota Religius. Sejalan dengan itu, sejumlah kegiatan berlatar keagamaan intens digelar. Selain membangun spiritual dan keimanan kepada tuhan. Di sela kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Sluru Perjanjian Baru Bahasa Manado dan Rally Alkitab 2021, di GOR Babe Palar, Sabtu(26/6) lalu.

 

Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak lebih lagi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) didalamnya ada Yayasan DS a. z. r. Wenas. Lebih khususnya lagi, Pusat Penerjemahan Alkitab yang telah berjuang keras untuk mewujudkan kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

 

“Sungguh kegiatan ini telah membangun satu kekuatan rohani yang sangat penting bagi kota Tomohon yang kita cintai bersama. Saya percaya Tomohon yang indah ini akan semakin diberkati, karena masyarakat yang religius dan beriman, serta cinta tuhan,” ungkap Wali Kota.

 

 

 

Dilanjutkannya, kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado, merupakan kegiatan kerohanian secara maraton, dimana 130 hari lamanya kita membaca dengan 2 pasal perhari dimana hari ini adalah hari terakhir dan kita semua akan memasuki garis akhir.

 

 

“Mengapa kita berlelah harus membaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado ? Pertama, Alkitab itu firman allah yang hidup dan kuat, seperti dikatakan dalam dalam ibrani 4:12. kesaksian dari seseorang yang mengikuti menyebut, semakin dia membaca Alkitab Bahasa Manado, semakin dia merasa menjadi orang berdosa, tetapi dia akan membaca terus firman tuhan ini karena firman itu hidup dan mengalahkan dosa-dosanya. Kedua, Alkitab adalah tulisan allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,” urai dia.

 

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh gereja, baik GMIM, GPDI, Gereja Bala Keselamatan, KGPM, GSJA, dan gereja-gereja lainnya yang telah mengambil bagian dalam rame-rame baca alkitab perjanjian baru bahasa manado. Mari kita berdoa agar kegiatan ini dapat menjadi icon Kota Tomohon di tahun-tahun mendatang,” sambung wali kota.

 

 

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulut Ir Fredy Kaligis mengatakan, dengan adanya pelaksanaan acara ini pastinya, apa yang menjadi tujuan penggagas, penterjemah dan pelaku-pelaku sejarah hadirnya Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Manado, akan terwujud.

 

 

“Dan pastinya kita pun akan menuai dampaknya secara pribadi, dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat juga dapat turut mendukung pemerintah daerah yang terus meningkatkan kualitas hidup manusia di Sulut,” ujar Kaligis.

 

 

Lain halnya dengan, Ketua BPMS GMIM Pdt DR Hein Arina yang mengingatkan, dengan membaca Alkitab kita meniru sifat-sifat Allah yang baik.

 

 

“Membaca Alkitab bahasa Manado juga menjauhkan kita dari niat-niat hasrat manusia untuk melakukan dosa,” kata Arina.

 

 

Kesempatan ini pula diadakan penandatanganan nota kesepahaman antar Pemerintah Kota Tomohon dan BPMS GMIM tentang Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pembangunan dan Kemasyarakatan.

 

 

 

Tampak hadir dan sebagai Khadim Pdt Ventje Talumepa MTh, seluruh pimpinan BPMS GMIM, Ketua TP PKK Kota Tomohon Ny drg JeanD’arc Senduk-Karundeng, Ketua Harian Panitia yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan AP MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Fien Ering SH MH, Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs Jhony Runtuwene DEA, para Ketua-Ketua BPMW se Sinode GMIM, para pendeta, jajaran pemerintah Kota Tomohon dan tamu undangan.

 

 

 

Julius Laatung

MANADOPOST.ID–Kota Tomohon selain dikenal dengan potensi pariwisata yang mumpuni. Tomohon juga dikenal sebagai Kota Religius. Sejalan dengan itu, sejumlah kegiatan berlatar keagamaan intens digelar. Selain membangun spiritual dan keimanan kepada tuhan. Di sela kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Sluru Perjanjian Baru Bahasa Manado dan Rally Alkitab 2021, di GOR Babe Palar, Sabtu(26/6) lalu.

 

Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh pihak lebih lagi Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) didalamnya ada Yayasan DS a. z. r. Wenas. Lebih khususnya lagi, Pusat Penerjemahan Alkitab yang telah berjuang keras untuk mewujudkan kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado.

 

 

 

“Sungguh kegiatan ini telah membangun satu kekuatan rohani yang sangat penting bagi kota Tomohon yang kita cintai bersama. Saya percaya Tomohon yang indah ini akan semakin diberkati, karena masyarakat yang religius dan beriman, serta cinta tuhan,” ungkap Wali Kota.

 

 

 

Dilanjutkannya, kegiatan Rame-rame Babaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado, merupakan kegiatan kerohanian secara maraton, dimana 130 hari lamanya kita membaca dengan 2 pasal perhari dimana hari ini adalah hari terakhir dan kita semua akan memasuki garis akhir.

 

 

“Mengapa kita berlelah harus membaca Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado ? Pertama, Alkitab itu firman allah yang hidup dan kuat, seperti dikatakan dalam dalam ibrani 4:12. kesaksian dari seseorang yang mengikuti menyebut, semakin dia membaca Alkitab Bahasa Manado, semakin dia merasa menjadi orang berdosa, tetapi dia akan membaca terus firman tuhan ini karena firman itu hidup dan mengalahkan dosa-dosanya. Kedua, Alkitab adalah tulisan allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran,” urai dia.

 

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh gereja, baik GMIM, GPDI, Gereja Bala Keselamatan, KGPM, GSJA, dan gereja-gereja lainnya yang telah mengambil bagian dalam rame-rame baca alkitab perjanjian baru bahasa manado. Mari kita berdoa agar kegiatan ini dapat menjadi icon Kota Tomohon di tahun-tahun mendatang,” sambung wali kota.

 

 

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sulut Ir Fredy Kaligis mengatakan, dengan adanya pelaksanaan acara ini pastinya, apa yang menjadi tujuan penggagas, penterjemah dan pelaku-pelaku sejarah hadirnya Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Manado, akan terwujud.

 

 

“Dan pastinya kita pun akan menuai dampaknya secara pribadi, dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat juga dapat turut mendukung pemerintah daerah yang terus meningkatkan kualitas hidup manusia di Sulut,” ujar Kaligis.

 

 

Lain halnya dengan, Ketua BPMS GMIM Pdt DR Hein Arina yang mengingatkan, dengan membaca Alkitab kita meniru sifat-sifat Allah yang baik.

 

 

“Membaca Alkitab bahasa Manado juga menjauhkan kita dari niat-niat hasrat manusia untuk melakukan dosa,” kata Arina.

 

 

Kesempatan ini pula diadakan penandatanganan nota kesepahaman antar Pemerintah Kota Tomohon dan BPMS GMIM tentang Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pembangunan dan Kemasyarakatan.

 

 

 

Tampak hadir dan sebagai Khadim Pdt Ventje Talumepa MTh, seluruh pimpinan BPMS GMIM, Ketua TP PKK Kota Tomohon Ny drg JeanD’arc Senduk-Karundeng, Ketua Harian Panitia yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan AP MSi, Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Fien Ering SH MH, Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs Jhony Runtuwene DEA, para Ketua-Ketua BPMW se Sinode GMIM, para pendeta, jajaran pemerintah Kota Tomohon dan tamu undangan.

 

 

 

Julius Laatung

Most Read

Artikel Terbaru

/