25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Warga Tomohon Meninggal Dunia Diduga Usai Divaksin

MANADOPOST.ID–Kasus meninggal dunia pasca mengikuti vaksinasi kembali terjadi. Kali ini melanda seorang pria di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, yang diketahui berinisial AP (60), Warga Kelurahan Tara-Tara Satu, Kecamatan Tomohon Barat, dikabarkan meninggal dunia pasca sehari menjalani vaksinasi Covid-19.

 

 

 

 

 

 

Dari informasi yang dihimpun Manado Post, AP meninggal pada hari Kamis (24/6/2021), usai dirinya mengikuti

vaksinasi Rabu (23/6/2021) pagi di Puskesmas Tara-Tara,

 

 

 

“Meninggal Kamis. Sehari sebelumnya dia ikut vaksinasi Covid-19,” kata pria JP yang merupakan keponakan dari Almarhum AP, kepada awak media ketika diwawancarai, Senin (28/6/2021)

 

 

 

 

Hanya saja, JP menyebut, jika pamannya tersebut belakangan telah mengidap sejumlah penyakit kronis. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir sempat berhenti mengonsumsi obat yang sebetulnya harus diminum rutin.

 

 

 

“Sudah ada sakit jantung dan gula. Juga sempat berhenti minum obat pada beberapa hari terakhir sebelum meninggal,” ungkapnya.

 

 

“Tapi agar lebih jelasnya bicara dengan istrinya,” sambung JP.

 

 

Sedangkan untuk Istri AP saat disambangi disayangkan tidak berada di rumah duka di Kelurahan Tara-Tara Satu.

 

 

 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kota Tomohon dr Olga Karinda tak menampik, adanya kejadian warga Kota Bunga yang meninggal pasca vaksinasi.

 

 

 

“Iya, ada laporan satu warga Kelurahan Tara-Tara Satu yang meninggal dunia usai menjalani vaksinasi,” ujar Karinda.

 

 

 

 

Disentil seperti apa mekanisme screening, hingga yang bersangkutan dinyatakan lulus dan layak menerima tambahan imunitas. Karinda bilang, pihaknya tetap menjalankan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Sehingga didapatkan hasil, yang bersangkutan layak untuk divaksin meski memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

 

 

 

“Yang bersangkutan memiliki komorbid tapi terkontrol. Yang jelas, semua warga tidak terkecuali wajib melewati proses  screening. Kalau memang tidak layak, sudah pasti tidak akan dipaksakan untuk divaksin. Kronologis lengkapnya bisa langsung ditanyakan ke kepala puskesmas setempat,” kata Karinda.

 

Julius Laatung

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru