29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Prioritaskan Kenyamanan Pengendara, Pusat Kota Tomohon Dibuka Dua Jalur

 

MANADOPOST.ID–Ada yang beda di suasana pusat Kota Tomohon, dalam beberapa hari belakangan. Jalur kendaraan yang berasal dari arah selatan Kota Sejuk, atau yang berasal dari Kabupaten Minahasa maupun wilayah perbatasan lainnya. Terpantau Manado Post, Rabu (29/9) sore, sudah bisa mengakses ruas jalan pusat kota. Lebih tepatnya lagi, di seputaran Menara Alfa Omega.

 

Pemerintah Kota Tomohon melalui SKPD terkait bekerja sama dengan Satlantas Polres Tomohon. Sejak Selasa (28/9) lalu, telah mengubah jalur lalu-lintas. Yang sebelumnya, tidak memperbolehkan kendaraan dari arah selatan, masuk ke kompleks pusat kota.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

 

“Iya, berdasarkan kajian dan arahan pak wali kota. Setelah mungkin belasan tahun, akhirnya lalu lintas di pusat pertokoan di Kota Tomohon. Kini sudah bisa dilalui atau telah dibuka dua jalur,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Kota Tomohon Ronald Kalesaran, Rabu (29/9)

 

 

Tak seperti perkiraan sebelumnya, dengan uji coba pembukaan jalur baru tersebut. Kondisi pusat kota, terlebih di jam-jam sibuk, semisal usai pulang kantor. Kini makin lengang dan terlihat makin teratur. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum. Hanya saja, potensi Dishub dalam memaksimalkan retribusi parkir. Sepertinya harus sedikit berkurang, dikarenakan volume kendaraan yang terparkir di area tersebut kini berkurang drastis.

 

 

“Kita tidak mengejar nominal penerimaan dari retribusi. Tapi semangatnya kenyamanan dan kemudahan masyarakat atau pengendara, kala melintas di seputaran pusat kota. Ini yang dimaksudkan pimpinan,” sebut Kalesaran.

 

 

Ditambahkan Kalesaran, pihaknya pun kini tengah menjajaki kerja sama dengan pengelola taman di seputaran Kompleks Menara Alfa Omega, yang nantinya diproyeksikan jadi tempat parkir alternatif. Biar volume kendaraan yang terparkir di badan jalan, makin berkurang nantinya.

 

 

 

“Sementara dibahas bersama pihak BPMS. Karena area di seputaran Menara Alfa Omega itu kan milik sinode. Kita coba komunikasikan biar nantinya bisa digunakan sebagai lahan parkir alternatif. Intinya, semua kebijakan ini haruslah dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam memarkirkan kendaraan. Demi kenyamanan dan kepentingan kita bersama,” pungkas Kalesaran.

 

Julius Laatung 

 

MANADOPOST.ID–Ada yang beda di suasana pusat Kota Tomohon, dalam beberapa hari belakangan. Jalur kendaraan yang berasal dari arah selatan Kota Sejuk, atau yang berasal dari Kabupaten Minahasa maupun wilayah perbatasan lainnya. Terpantau Manado Post, Rabu (29/9) sore, sudah bisa mengakses ruas jalan pusat kota. Lebih tepatnya lagi, di seputaran Menara Alfa Omega.

 

Pemerintah Kota Tomohon melalui SKPD terkait bekerja sama dengan Satlantas Polres Tomohon. Sejak Selasa (28/9) lalu, telah mengubah jalur lalu-lintas. Yang sebelumnya, tidak memperbolehkan kendaraan dari arah selatan, masuk ke kompleks pusat kota.

 

 

“Iya, berdasarkan kajian dan arahan pak wali kota. Setelah mungkin belasan tahun, akhirnya lalu lintas di pusat pertokoan di Kota Tomohon. Kini sudah bisa dilalui atau telah dibuka dua jalur,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Kota Tomohon Ronald Kalesaran, Rabu (29/9)

 

 

Tak seperti perkiraan sebelumnya, dengan uji coba pembukaan jalur baru tersebut. Kondisi pusat kota, terlebih di jam-jam sibuk, semisal usai pulang kantor. Kini makin lengang dan terlihat makin teratur. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum. Hanya saja, potensi Dishub dalam memaksimalkan retribusi parkir. Sepertinya harus sedikit berkurang, dikarenakan volume kendaraan yang terparkir di area tersebut kini berkurang drastis.

 

 

“Kita tidak mengejar nominal penerimaan dari retribusi. Tapi semangatnya kenyamanan dan kemudahan masyarakat atau pengendara, kala melintas di seputaran pusat kota. Ini yang dimaksudkan pimpinan,” sebut Kalesaran.

 

 

Ditambahkan Kalesaran, pihaknya pun kini tengah menjajaki kerja sama dengan pengelola taman di seputaran Kompleks Menara Alfa Omega, yang nantinya diproyeksikan jadi tempat parkir alternatif. Biar volume kendaraan yang terparkir di badan jalan, makin berkurang nantinya.

 

 

 

“Sementara dibahas bersama pihak BPMS. Karena area di seputaran Menara Alfa Omega itu kan milik sinode. Kita coba komunikasikan biar nantinya bisa digunakan sebagai lahan parkir alternatif. Intinya, semua kebijakan ini haruslah dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam memarkirkan kendaraan. Demi kenyamanan dan kepentingan kita bersama,” pungkas Kalesaran.

 

Julius Laatung 

Most Read

Artikel Terbaru

/