23C
Manado
Minggu, 11 April 2021

Lubang `Hantui` Proyek Rp16,7 Miliar

MANADOPOST.ID–Hasil pekerjaan ruas jalan Tanawangko-Tomohon yang membentang di dua kabupaten kota, belum setahun usai dikerjakan, dinilai tak lagi menjamin keselamatan pengendara.

Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemprov Sulut, yang dieksekusi PT Sederhana Karya Jasa tersebut, sontak menuai kritik Ketua Lembaga Anti Korupsi Pemerhati Pembangunan Nasional (LAKP2N) Kota Tomohon Dani Tular.

Dikatakan Tular, untuk pekerjaan berbanderol hampir Rp20 Miliar tersebut. Tak berbanding lurus dengan hasil akhir di lapangan. Nyatanya, lubang besar menganga sekira 2 meter. Menuntut para pengendara di ruas jalan di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah untuk ekstra hati-hati saat melintas.

“Proyek ini dipertanyakan kualitasnya. Karena kalau tidak salah, baru rampung dikerjakan di bulan November lalu. Nah, sekarang belum juga setahun. Tapi ada badan jalan yang sudah berlubang. Pengendara pun saya perhatikan harus berjalan perlahan, belum lagi jika malam hari. Dimana di lokasi, perlu ditambah fasilitas penerangannya,” ketus Tular.

“Alokasi anggaran yang digunakan di proyek ini bernilai Rp.19,7 Miliar. Harusnya bisa segera diperbaiki, jangan menunggu ada korban dulu,” timpalnya lagi.

Senada, Warga Kelurahan Kamasi Stenly Pondaag yang kesehariannya melintas di ruas jalan rusak tersebut. Dirinya berharap, baik kepada SKPD terkait terlebih bagi pihak penyedia jasa. Agar dapat memperbaiki ruas jalan yang berlubang dalam waktu dekat. Mengingat, letak dari jalan raya yang menghubungkan Kota Bunga dan Kabupaten Minahasa, intens dilewati para pengendara setiap harinya.

“Kalau bisa diperbaiki, karena letak dan posisi jalan ini, sangat strategis. Kenyamanan kami juga sebagai warga, terganggu karena adanya lubang yang terbilang besar itu. Meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan bersama,” harap dia.(yol/gnr)

Artikel Terbaru