MANADOPOST.ID – Setelah beberapa bulan terakhir harga daging babi di Sulawesi Utara melonjak tinggi akibat dampak virus African Swine Fever (ASF), kini harga daging mulai berangsur turun, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara.
Sebelumnya, harga daging babi sempat menyentuh Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, membuat daya beli masyarakat menurun. Namun, kondisi saat ini mulai berubah dengan adanya ketersediaan stok yang lebih banyak.
Menurut Heri, salah satu pedagang di pusat kota Airmadidi, harga daging babi kini berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram, sementara daging AS dan daging lapis mencapai Rp100 ribu per kilogram.
“Sekarang stok daging babi sudah mulai banyak karena memasuki masa panen. Mungkin ke depan harga bisa turun lagi. Tapi saat ini daya beli masyarakat masih rendah, mungkin karena harga masih cukup mahal,” ujarnya, Rabu (10/9).
Hal serupa disampaikan Buts, pedagang daging babi di Pasar Airmadidi. Ia menyebut, harga daging babi saat ini dipatok Rp90 ribu per kilogram, sedangkan bagian rusuk Rp70 ribu/kg, kaki Rp65 ribu/kg, dan kepala Rp50 ribu/kg. “Bulan lalu sempat turun ke Rp80 ribu, tapi sebulan terakhir kembali naik dan stabil di Rp90 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, Brayen, warga Airmadidi yang juga penikmat daging babi, berharap ada langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga. “Kalau bisa pemerintah ikut turun tangan. Kami berharap harga bisa kembali normal, sama seperti dulu di kisaran Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram,” pungkasnya.(Del).
Editor : Ridel Palar