Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Wakil Ketua BGN: Pengawasan Program MBG Boleh Siapa Saja, Tapi Harus Elegan

Ridel Palar • Minggu, 15 Februari 2026 | 17:46 WIB
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung

MANADOPOST.ID — Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung menegaskan bahwa pengawasan terhadap Program Makan Bergizi (MBG) merupakan hak seluruh masyarakat karena menggunakan uang rakyat. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (14/2/2026).

 

Menurutnya, siapa pun boleh melakukan pengawasan, termasuk orang tua murid. Namun, ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara sopan dan beretika.

 

“Siapapun boleh mengawasi, karena itu uang rakyat. Tapi mengawasilah dengan sopan dan elegan. Jangan datang lalu mengobrak-abrik dapur. Itu bukan mengawasi, itu mengganggu,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa transparansi menjadi kunci dalam pelaksanaan program. Jika ada pihak yang tidak ingin diawasi atau tidak transparan, maka patut dipertanyakan.

 

“Kalau tidak mau diawasi dan tidak transparan, berarti ada yang tidak benar. Tapi cara mengawasinya harus tetap sesuai etika,” tegasnya.

 

Pusung juga menyinggung adanya temuan dugaan pemotongan Rp500 per porsi oleh yayasan penyelenggara di salah satu lokasi. Menurutnya, pemotongan sekecil apa pun tetap berpengaruh pada kualitas makanan yang diterima siswa.

 

“Lima ratus rupiah per porsi itu berpengaruh. Harusnya bisa jadi tambahan bumbu atau kualitas isi makanan. Kalau dipotong, tentu berdampak,” jelasnya.

 

Ia mengapresiasi langkah seorang guru yang mendokumentasikan dugaan ketidaksesuaian tanpa membuat kegaduhan, melainkan melaporkannya melalui jalur yang tepat.

 

“Saya salut kepada ibu guru itu. Mengawasi dengan elegan, tidak ribut, tapi langsung kirim bukti. Itu pengawasan yang benar,” katanya.

 

Wakil Ketua BGN kembali menegaskan bahwa pengawasan publik sangat diperlukan agar program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi siswa secara merata dan berkualitas.

 

Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak salah menafsirkan pernyataannya dengan melakukan tindakan yang justru mengganggu operasional dapur atau distribusi makanan.

“Pengawasan boleh, bahkan harus. Tapi tetap dengan etika,” tandasnya. (Del)

 

Editor : Ridel Palar