MANADOPOST.ID — Kabupaten Minahasa Utara kembali menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan ekonomi daerah. Melalui implementasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Darunu, Minut dinilai menjadi salah satu model digitalisasi desa wisata di Sulawesi Utara.
Hal itu mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Sulut yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Senin (23/2).
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bantuan digitalisasi untuk pengembangan sektor pariwisata desa.
“Desa Darunu mendapat dukungan digitalisasi dari OJK untuk pengembangan sektor pariwisata. Sebelumnya sudah dilakukan di Desa Budo, dan kini diperluas ke Darunu,” ujar Joune.
Menurutnya, digitalisasi perbankan dan transaksi non-tunai akan mempercepat kemajuan desa wisata serta memperkuat integrasi ekonomi lokal.
“Kita ingin desa-desa wisata kita maju dan terintegrasi secara digital. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Integrasi Inklusi Keuangan dan Pariwisata
Pada 2024, TPAKD Minahasa Utara menetapkan Desa Darunu sebagai Desa EKI. Program ini mengintegrasikan akses keuangan formal dengan pengembangan ekonomi desa.
Implementasinya meliputi:
Penguatan layanan keuangan formal di desa
Digitalisasi UMKM melalui merchant QRIS
Peningkatan kapasitas pelaku UMKM
Pelatihan bahasa Inggris untuk mendukung desa wisata
Penguatan literasi dan inklusi keuangan
Desa Darunu bahkan masuk dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), mempertegas potensi desa tersebut sebagai destinasi berbasis ekonomi kreatif dan digital.
Dalam pemaparan OJK di High Level Meeting, implementasi EKI dinilai mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi desa melalui perluasan akses keuangan.
Joune Ganda menambahkan, stabilitas ekonomi Sulawesi Utara ditopang oleh kinerja kabupaten/kota, termasuk Minahasa Utara.
“Minahasa Utara memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. Karena itu kami juga memaparkan strategi pengendalian inflasi dalam forum tersebut,” katanya.
Ia optimistis digitalisasi desa wisata akan menjadi strategi jangka panjang dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Kalau desa kuat secara ekonomi dan digital, maka pertumbuhan daerah juga akan semakin kokoh,” tandas Joune. (Del)
Editor : Ridel Palar