MANADOPOST.ID—DPRD Kabupaten Minahasa Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Senin (9/3).
Dalam rapat tersebut, Bupati Joune Ganda memaparkan berbagai capaian pembangunan serta pelaksanaan pemerintahan daerah sepanjang tahun anggaran 2025.
Dalam sambutannya, Joune Ganda menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut bukan sekadar agenda formal pemerintahan, tetapi merupakan forum pertanggungjawaban kepemimpinan sekaligus ruang evaluasi bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Rapat paripurna ini bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang pertanggungjawaban kepemimpinan serta forum evaluasi bersama untuk menegaskan arah pembangunan Kabupaten Minahasa Utara ke depan,” ujar Joune.
Ia menjelaskan, tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan di tengah dinamika perubahan global, perkembangan teknologi, serta persaingan antar daerah yang semakin ketat.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah terus mengarahkan kebijakan pembangunan untuk mewujudkan visi Minahasa Utara Hebat, melalui penguatan sektor transportasi dan pengembangan wilayah sebagai hub logistik yang maju dan berdaya saing.
Menurut Joune, Minahasa Utara memiliki potensi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dengan adanya kawasan pariwisata super prioritas nasional di Likupang serta posisi wilayah yang berada di koridor strategis Manado–Bitung.
“Minahasa Utara memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru, baik dari sektor pariwisata, logistik, maupun konektivitas wilayah di kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
Dalam laporan tersebut juga disampaikan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 77,05 pada 2024 menjadi 77,76 pada 2025.
Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 6,95 persen pada 2024 menjadi 6,05 persen pada 2025. Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 6,73 persen menjadi 6,18 persen.
Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mengalami peningkatan signifikan dari Rp87,29 juta pada 2024 menjadi Rp94,93 juta pada 2025.
Joune menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, unsur Forkopimda, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Minahasa Utara atas dukungan serta pengawasan yang konstruktif terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan kekuatan penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Joune.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang perlu diselesaikan bersama, sehingga pemerintah daerah membutuhkan masukan serta rekomendasi strategis dari DPRD sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kevin William Lotulung, Sekretaris Daerah Novly Wowiling, unsur Forkopimda, serta anggota DPRD Minahasa Utara.(Del).
Editor : Ridel Palar