MINUT– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kamis (12/3).
Program yang digagas Pemkab Minut ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Terpantau sejak pagi, warga memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pangan dijual dengan harga subsidi, di antaranya cabai keriting Rp5.000 per kilogram, cabai rawit Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp25.000 per kilogram, bawang putih Rp20.000 per kilogram, dan tomat Rp4.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia juga minyak goreng dengan harga Rp11.500 per liter, gula pasir Rp7.500 per kilogram, beras premium Rp44.500 per kemasan 5 kilogram, serta ayam dengan harga Rp30.000 per ekor.
Warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya program Gerakan Pangan Murah tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya.
“Terima kasih kepada pak bupati dan pak wakil bupati yang sudah melaksanakan pasar murah di sini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena sangat membantu masyarakat,” ujar salah satu warga.
Masyarakat menilai program ini memberikan dampak nyata karena mereka dapat membeli bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. “Berkat program ini kami bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih murah,” tambah warga lainnya.
Program Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu meringankan beban masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan. (Del)
Editor : Ridel Palar