Kegiatan ini dilakukan secara marathon sebagai bentuk komitmen dalam mendorong budaya literasi hingga ke tingkat akar rumput.
Penilaian tersebut menjadi momen penting untuk melihat secara langsung bagaimana semangat membaca tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menilai akses pengetahuan yang disediakan oleh pemerintah desa dan kelurahan melalui keberadaan perpustakaan.
Menurut Martina, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi pusat pembelajaran dan pengembangan wawasan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Perpustakaan Desa dan Kelurahan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan pengelolaan yang baik dan koleksi bacaan yang relevan, perpustakaan dapat menjadi ruang edukatif yang mendorong minat baca anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum.
“Perpustakaan Desa dan Kelurahan adalah garda terdepan dalam mencetak generasi Minahasa yang gemilang. Dari sinilah budaya membaca dibangun dan pengetahuan ditanamkan sejak dini,” ungkap Martina di sela-sela kegiatan penilaian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah desa dan kelurahan semakin termotivasi untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat Minahasa.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan