Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pengolahan Teknologi Tepung Pisang Goroho Diperkenalkan di Kamangta, untuk Diversifikasi Pangan dan Perkuat Ekonomi Warga

Lerby Fabio Tamuntuan • Kamis, 12 Februari 2026 | 20:51 WIB

Ir. Erny Nurali, MS
Ir. Erny Nurali, MS
MANADOPOST.ID--Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan pangan lokal kembali dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. 

Kegiatan bertajuk Introduksi Teknologi Pengolahan Tepung Pisang Goroho untuk Tim PKK Desa Kamangta ini menjadi langkah strategis dalam mendorong diversifikasi pangan sekaligus peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ir. Erny Nurali, MS, dosen Program Studi Teknologi Pangan, sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam hilirisasi hasil pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Pelatihan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Kamangta yang dipimpin Ketua TP PKK Olvie Worotikan-Salikin, dengan fokus pada transfer teknologi pengolahan pisang goroho menjadi tepung sebagai produk antara yang memiliki daya simpan lebih panjang dan nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan dalam bentuk segar.

Dalam pemaparannya, Ir. Erny Nurali menjelaskan bahwa diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Pisang goroho yang merupakan varietas khas Sulawesi Utara memiliki kandungan pati tinggi dan sangat potensial dikembangkan sebagai bahan baku pangan alternatif non-terigu. 

Melalui proses pengeringan dan penggilingan yang terstandar, komoditas ini dapat diolah menjadi tepung yang fleksibel digunakan dalam berbagai produk pangan.

Ia menambahkan, pengembangan tepung pisang goroho juga relevan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal, termasuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut membutuhkan dukungan bahan baku pangan yang bernilai gizi, mudah diolah, serta tersedia secara berkelanjutan di daerah.

“Tepung pisang goroho berpotensi menjadi salah satu komponen bahan baku dalam penyediaan menu bergizi, baik dalam bentuk bubur, biskuit, maupun produk olahan lain yang sesuai dengan standar gizi anak sekolah. Pengembangan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kualitas gizi,” jelas Dosen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai karakteristik fisikokimia pisang goroho, prinsip pengolahan pangan yang higienis, serta teknik pengendalian mutu sederhana pada skala rumah tangga. Peserta juga mengikuti praktik langsung mulai dari sortasi bahan baku, pengupasan, pengirisan seragam untuk optimalisasi proses pengeringan, pencegahan pencoklatan enzimatis, hingga proses penepungan dan pengemasan produk.

Pendekatan partisipatif yang diterapkan mendorong anggota PKK tidak hanya memahami aspek teknis produksi, tetapi juga peluang pengembangan produk turunan bernilai fungsional. Diskusi juga berkembang pada potensi kandungan pati resisten dalam tepung pisang yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, sehingga dapat mendukung penyediaan pangan bergizi seimbang.

Ketua TP PKK Desa Kamangta, Olvie Worotikan-Salikin, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi anggota PKK dalam memanfaatkan komoditas lokal secara lebih produktif dan inovatif. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi dasar pengembangan usaha mikro berbasis keluarga maupun kelompok.

“Kami berharap tepung pisang goroho ke depan dapat menjadi produk unggulan desa sekaligus berkontribusi dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain aspek produksi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya manajemen usaha, standardisasi mutu, pelabelan, serta pemenuhan perizinan pangan industri rumah tangga (PIRT) sebagai langkah menuju komersialisasi berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan TP PKK diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan ekonomi perempuan yang sejalan dengan agenda pembangunan gizi nasional.

Melalui introduksi teknologi pengolahan tepung pisang goroho ini, Desa Kamangta didorong menjadi sentra produksi pangan berbasis potensi lokal sekaligus berperan aktif dalam mendukung diversifikasi pangan dan penyediaan menu bergizi di daerah.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
#Erny Nurali #dosen #teknologi pangan #tepung pisang #universitas sam ratulangi