MANADOPOST.ID—Tanaman Putri Malu sangat menarik di masa kanak-kanak. Tak sedikit dari kita yang suka memainkan tanaman ini ketika masih kecil.
Tapi tahukah sejarah dan asal usulnya? Simak MPeople!
Tanaman putri malu ketika disentuh akan bergerak tertutup dengan sendirinya, itu sangat ajaib. Bunganya mempunyai ciri khasnya yaitu batangnya yang berdiri dan daunnya yang bergerigi kecil kecil.
Tumbuhan ini disebut putri malu karena dia sangat sensitive terhadap rangsangan, dan ini dianggap sebagai pemalu.
Tetapi tumbuhan ini juga akan menutup daunnya jika matahari terbenam dan akan membukanya kembali ketika matahari terbit.
Sebenarnya tumbuhan ini berasal dari Brazil yaitu Amerika Selatan, karena iklim di sana dengan di Indonesia tidak jauh berbeda, oleh karena itu tumbuhan ini juga tumbuh subur di Indonesia.
Kenapa daunnya menutup ketika kita sentuh? Karena tumbuhan ini ingin melindungi dari dari serangan musuh, karena ketika dia menutupkan daunnya akan terlihat pucat dan terlihat seperti layu, sehingga yang awalnya binatang ingin memakannya tidak jadi karena dikira sudah layu.
Ada sebuah cerita mengenai tanaman putri malu ini. Konon, rasa malu yang dimiliki tanaman putri malu itu berasal dari seorang putri raja yang sangat cantik jelita, Putri Kaniawati namanya. Kecantikan Putri Kaniawati tersebar ke seluruh penjuru negeri. Karena itu, banyak pemuda yang datang untuk melamarnya, termasuk Pangeran Jaka Amparan, putra Raja Mahesajati dari Kerajaan Pasirmaya.
Namun sayang, sang putri memiliki rasa malu yang berlebihan. Setiap ada orang yang ingin menemuninya, ia langsung menghindar. Para pemuda itu pun pulang dengan penuh rasa kecewa. Berbeda dengan Pangeran Jaka Amparan, ia berusaha menyusun strategi untuk dapat melihat wujud sang putri. Sebab paras dari Putri Kaniawati telah membuat sang pangeran terpesona.
Di tengah keterpanaannya, tanpa disadari ia beradu pandang dengan sang putri. Putri Kaniawati tersentak kaget dan ia pun menjerit. Sesaat kemudian, tubuhnya terkulai lemas dan jatuh pingsan.
Demikianlah sekelumit kisah cerita rakyat mengenai Asal-Usul Nama Tanaman Putri Malu ini. (*)
Editor : Jendry Dahar