Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Produksi Daging Unggas di Jawa Timur Tahun 2023 dan 2024

Tesalonika Pontororing • Minggu, 1 Juni 2025 | 09:05 WIB
Photo
Photo
Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Produksi daging unggas di Provinsi Jawa Timur terus mengalami peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Pertanian melalui publikasi "Jawa Timur Dalam Angka 2025", total produksi daging unggas dari ayam petelur, ayam pedaging, itik, dan ayam buras di provinsi ini mencapai angka mencengangkan, yaitu lebih dari 580 ribu ton pada tahun 2024.

Daging ayam petelur (layer meat) menjadi penyumbang utama dengan total produksi sebesar 32.531.729,08 kg pada tahun 2024, meningkat dari 31.736.497,18 kg pada 2023. Kabupaten Blitar menjadi produsen tertinggi daging ayam petelur, dengan angka mencapai 8.090.000 kg pada 2023 dan naik menjadi 8.176.000 kg pada 2024. Diikuti oleh Kota Blitar dengan kontribusi 116.916 kg (2023) dan 119.911,40 kg (2024).

Kota Kediri juga mencatatkan angka signifikan di sektor ini, yakni 769.266,40 kg pada 2023 dan meningkat menjadi 803.452,00 kg pada 2024. Sedangkan Kota Malang menunjukkan tren penurunan, dari 218.240 kg menjadi 201.110,00 kg.

Produksi daging ayam pedaging (broiler meat) pada tahun 2024 tercatat sebesar 510.176.960,92 kg, naik dari 493.423.933,13 kg pada tahun sebelumnya. Namun, data per kabupaten/kota untuk ayam pedaging tidak dirinci dalam publikasi ini.

Sementara itu, produksi daging itik dan entok (duck and muscovy duck meat) juga mengalami peningkatan. Total produksi pada tahun 2023 adalah 7.678.626,00 kg, yang kemudian naik menjadi 7.832.091,42 kg di 2024. Kabupaten Lamongan menyumbang terbesar, yaitu 723.000 kg (2023) dan 757.000 kg (2024). Sumenep, di sisi lain, hanya menghasilkan 5.000 kg pada dua tahun tersebut.

Untuk daging ayam buras (native chicken meat), produksi di 2023 mencapai 38.847.838 kg, lalu meningkat menjadi 39.604.788 kg pada tahun 2024. Kabupaten Malang menjadi penghasil terbesar ayam buras dengan 2.179.034 kg (2023) dan 2.254.856 kg (2024), disusul oleh Kabupaten Blitar (1.558.799 kg dan 1.643.804 kg).

Beberapa kabupaten/kota dengan produksi unggas lainnya yang menonjol meliputi:

Kabupaten Kediri: Daging ayam petelur sebesar 2.441.500 kg (2023) dan 2.496.915,18 kg (2024); Daging ayam buras 1.353.791 kg dan 1.433.830 kg.

Kabupaten Tulungagung: Ayam petelur 2.010.853,00 kg (2023) dan 2.045.364,35 kg (2024); Ayam buras 1.208.292 kg dan 1.243.807 kg.

Kabupaten Trenggalek: Ayam petelur 1.518.326,00 kg dan 1.540.065,18 kg; Ayam buras 1.026.742 kg dan 1.065.888 kg.

Kabupaten Jember: Ayam petelur 341.365,00 kg dan 348.081,25 kg; Ayam buras 1.190.703 kg dan 1.254.187 kg.

Kabupaten Banyuwangi: Ayam petelur 241.540,00 kg dan 250.823,85 kg; Ayam buras 706.466 kg dan 735.967 kg.

Sementara itu, beberapa daerah mencatatkan produksi rendah seperti Kabupaten Sampang dan Sumenep. Di Sumenep, produksi ayam petelur hanya 11.000 kg per tahun, dan ayam buras sekitar 91.109 kg (2023) dan 95.441 kg (2024).

Kota Surabaya, meskipun merupakan pusat perkotaan besar, tetap menyumbangkan produksi unggas: daging ayam petelur sebanyak 729.973,00 kg (2023) dan 710.600,00 kg (2024), serta ayam buras 153.376 kg dan 160.345 kg.

Secara keseluruhan, total produksi daging unggas di Jawa Timur dari semua jenis unggas pada tahun 2024 mencapai 590.145.569,40 kg, meningkat signifikan dari 571.686.893,31 kg pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan potensi besar sektor peternakan unggas dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Editor : Clavel Lukas
#unggas #Jawa Timur