MANADOPOST.ID- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan secara konsisten dari tahun 2021 hingga 2024.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka IPM Jawa Barat naik dari 72,96 pada tahun 2021 menjadi 74,92 di tahun 2024. Namun, peningkatan ini tidak merata di seluruh kabupaten/kota. Kota Depok mencatat IPM tertinggi di angka 82,43, sedangkan Kabupaten Garut menjadi yang terendah dengan IPM 69,91.
IPM merupakan indikator penting yang mengukur kualitas hidup masyarakat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan pengeluaran per kapita. Kenaikan IPM secara umum mencerminkan membaiknya kesejahteraan masyarakat, namun disparitas antar wilayah masih menjadi tantangan.
Tren kenaikan IPM secara provinsi patut diapresiasi, namun fokus ke depan adalah mendorong pemerataan pembangunan. Kabupaten seperti Garut dan Cianjur masih di bawah rata-rata provinsi. Harus mempercepat pembangunan SDM di daerah-daerah ini.
Kota-kota besar seperti Depok (82,43), Bekasi (81,96), dan Bandung (81,40) termasuk dalam kategori IPM sangat tinggi dan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan setiap tahunnya. Hal ini didorong oleh infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang memadai serta daya beli masyarakat yang kuat.
Sementara itu, beberapa kabupaten seperti Garut (69,91), Cianjur (70,63), dan Sukabumi (70,78) masih berada dalam kategori IPM sedang. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi lebih besar dari pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan akses layanan dasar di daerah tersebut.
Ketimpangan IPM antara kota dan kabupaten di Jawa Barat erat kaitannya dengan tingkat urbanisasi dan ketersediaan fasilitas publik. Kota-kota besar cenderung tumbuh lebih cepat karena pusat ekonomi dan pendidikan terpusat di sana. Kabupaten perlu dibantu dengan program afirmatif.
Menariknya, beberapa daerah mengalami lonjakan IPM signifikan dalam 4 tahun terakhir. Kota Banjar, meski berada di wilayah selatan, meningkat dari 72,97 pada 2021 menjadi 75,30 di tahun 2024. Ini menandakan bahwa daerah dengan strategi pembangunan yang terfokus bisa mengejar ketertinggalan.
Editor : Clavel Lukas