MANADOPOST.ID – Harga beras medium di tingkat penggilingan di Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren kenaikan signifikan selama tiga tahun terakhir, menandai tekanan inflasi pangan yang makin terasa di tingkat produsen maupun konsumen.
Data BPS dari Kantor Wilayah Perum Bulog Provinsi Jawa Timur dalam publikasi “Jawa Timur Dalam Angka 2025” mencatat bahwa rata-rata harga beras medium naik dari Rp9.548,90 per kilogram pada 2022 menjadi Rp11.969,23 pada tahun 2024, atau naik sebesar Rp2.420,33 dalam kurun waktu dua tahun.
Lonjakan harga ini tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah, namun pola kenaikan yang konsisten tampak di seluruh kantor cabang Bulog yang tersebar di 13 wilayah pengawasan.
Salah satu wilayah yang mencatat harga tertinggi adalah Surabaya Utara, yang mencatat harga beras medium sebesar Rp12.500/kg pada 2024, tertinggi di antara seluruh wilayah. Posisi ini diikuti oleh Bojonegoro dengan Rp12.200/kg, dan Madiun serta Surabaya Selatan yang masing-masing mencatatkan Rp11.500/kg.
Sebaliknya, beberapa daerah menunjukkan harga yang relatif lebih rendah. Malang tercatat sebagai wilayah dengan harga beras medium terendah pada 2024, yakni Rp11.300/kg, disusul oleh Bondowoso dan Kediri yang mencatat masing-masing Rp11.400/kg dan Rp11.450/kg.
Kenaikan Konsisten Selama Tiga Tahun
Jika ditarik ke belakang, harga beras medium pada 2022 masih berkisar di bawah Rp10.000/kg di hampir seluruh wilayah. Misalnya, di Jember harga beras medium pada 2022 tercatat Rp9.640,89/kg, lalu meningkat menjadi Rp11.702,75/kg di 2023, dan naik lagi menjadi Rp12.000/kg di 2024. Di Banyuwangi, harga juga meningkat dari Rp9.771,13/kg pada 2022 menjadi Rp11.313,04/kg di 2023, dan terus naik ke angka Rp12.000/kg pada tahun 2024.
Tren kenaikan juga terlihat konsisten di Madura yang mencatat harga Rp9.521,47 pada 2022, meningkat menjadi Rp11.104,17 pada 2023, dan melonjak menjadi Rp12.175/kg pada 2024, menjadikan Madura sebagai salah satu daerah dengan kenaikan harga paling tajam dalam tiga tahun terakhir.
Sementara itu, Tulungagung yang pada 2022 mencatat harga Rp9.417,35 per kilogram, mengalami kenaikan menjadi Rp11.070,83 pada 2023, dan menjadi Rp11.600 pada 2024.
Rata-Rata Provinsi Meningkat Hampir 25 Persen
Secara keseluruhan, rata-rata harga beras medium di Jawa Timur meningkat sebesar 24,6 persen dalam tiga tahun terakhir, dari Rp9.548,90 pada 2022 menjadi Rp11.969,23 pada 2024. Rata-rata ini didapatkan dari pengumpulan data di 13 kantor cabang Bulog, yang mewakili kondisi penggilingan padi di berbagai zona produksi beras di Jawa Timur, termasuk daerah agraris seperti Bojonegoro, Ponorogo, dan Probolinggo.