MANADOPOST.ID - Aktivitas di Pegadaian Kota Bitung selama enam tahun terakhir mencerminkan perubahan perilaku ekonomi masyarakat yang semakin rasional dan terencana. Berdasarkan data resmi dari PT Pegadaian Cabang Kota Bitung yang dipublikasikan dalam Kota Bitung Dalam Angka 2025, jumlah barang jaminan yang digadaikan mengalami tren menurun, sementara kemampuan pelunasan nasabah menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 65.272 barang jaminan masuk ke Pegadaian Bitung. Angka ini kemudian melonjak pada 2020 menjadi 70.081 barang, yang menandai masa ketika tekanan ekonomi akibat pandemi membuat masyarakat memanfaatkan layanan gadai sebagai solusi likuiditas. Namun setelah periode tersebut, jumlah jaminan berangsur menurun hingga tahun 2024 hanya tercatat 43.925 barang.
Penurunan ini dapat dibaca sebagai sinyal positif. Semakin sedikit barang yang dijaminkan menunjukkan semakin kuatnya daya tahan finansial warga dan meningkatnya kemampuan mereka dalam mengelola kebutuhan ekonomi tanpa harus menggadaikan aset berharga.
Tren pelunasan pun menunjukkan arah yang stabil. Pada 2024, Pegadaian Bitung mencatat 43.925 barang jaminan dan 12.445 barang berhasil ditebus atau dilunasi. Meski jumlah pelunasan tahun ini lebih rendah dibanding periode 2021 yang mencapai 23.727 barang, data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar barang gadai telah kembali kepada pemiliknya tanpa melalui proses lelang.
Sementara itu, aktivitas lelang mengalami fluktuasi menarik selama enam tahun terakhir. Tahun 2021 menjadi periode dengan angka tertinggi, mencapai 23.727 barang yang dilelang. Setelah itu, jumlahnya menurun menjadi 12.445 barang pada 2024, menandakan semakin banyak nasabah yang berhasil melunasi pinjaman sebelum barang mereka masuk proses lelang.
Baca Juga: Ternyata Jenis Koperasi Ini Paling Banyak di Bitung
Adapun jumlah tunggakan di Pegadaian Bitung selama periode 2019–2024 tergolong rendah dan cenderung menurun. Pada 2019 tercatat 474 tunggakan, sempat meningkat menjadi 2.201 pada 2020, namun kembali turun tajam hingga hanya 376 tunggakan pada 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan disiplin pembayaran dan efektivitas sistem penagihan yang diterapkan Pegadaian.
Dari seluruh data tersebut terlihat bahwa Pegadaian bukan sekadar tempat menggadaikan barang, tetapi juga mitra finansial yang mencerminkan dinamika ekonomi masyarakat Bitung. Pola pinjaman, pelunasan, dan lelang barang selama enam tahun terakhir menggambarkan perjalanan adaptasi masyarakat terhadap situasi ekonomi, baik di masa krisis maupun pemulihan.
Konsistensi Pegadaian Bitung dalam menjaga stabilitas layanan serta keberhasilan masyarakat dalam menebus barang gadaian menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan di kota ini terus berkembang. Pegadaian kini tidak hanya dipandang sebagai tempat memperoleh dana cepat, tetapi juga sebagai lembaga yang membantu masyarakat mengatur keuangan secara lebih bijak dan bertanggung jawab.(pr)
Editor : Pratama Karamoy