MANADOPOST.ID - Gaya hidup dan pola konsumsi warga Kota Bitung terus berubah. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kota Bitung Dalam Angka 2025 memperlihatkan pergeseran mencolok dalam struktur pengeluaran masyarakat. Jika tahun-tahun sebelumnya sebagian besar pengeluaran per kapita masih terserap untuk kebutuhan pangan, kini proporsinya mulai bergeser ke arah kebutuhan non-pangan.
Pada tahun 2024, pengeluaran untuk kelompok makanan masih menyumbang 100 persen dari total pengeluaran pangan, namun dalam konteks keseluruhan konsumsi, porsi kebutuhan nonmakanan terlihat meningkat tajam. Pergeseran ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai lebih banyak mengalokasikan pengeluaran pada perumahan, barang tahan lama, dan jasa.
Pangan Masih Dominan, Tapi Mulai Turun
Dibandingkan tahun 2023, persentase pengeluaran untuk pangan mengalami penurunan pada hampir semua kelompok komoditas. Padi-padian misalnya, turun drastis dari 13,61 persen menjadi hanya 6,17 persen. Begitu juga dengan ikan, udang, cumi, dan hasil laut yang sebelumnya mencapai 10,89 persen kini hanya 5,30 persen.
Penurunan juga tampak pada kelompok daging dari 3,54 persen menjadi 1,47 persen serta telur dan susu yang menurun dari 5,57 persen ke 2,50 persen. Bahkan kelompok sayur-sayuran, yang biasanya menjadi kebutuhan pokok rumah tangga, juga turun dari 8,42 persen ke 3,77 persen.
Kategori makanan dan minuman jadi masih menjadi penyumbang terbesar di antara kelompok pangan, meskipun turun cukup jauh dari 32,54 persen pada 2023 menjadi 15,67 persen di tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa meski masyarakat masih bergantung pada makanan olahan dan siap saji, proporsinya terhadap total pengeluaran sudah berkurang.
Menariknya, pengeluaran untuk rokok juga mengalami penurunan dari 9,79 persen menjadi 6,40 persen. Angka ini bisa menjadi indikasi awal bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mulai meningkat atau karena faktor kenaikan harga rokok yang membuat konsumen menekan pembelian.
Baca Juga: Data BPS: Bitung Sukses Kendalikan Harga Bahan Pokok Harian Sepanjang Tahun
Nonpangan Naik Signifikan, Perumahan Jadi Andalan
Sementara itu, kategori nonpangan memperlihatkan peningkatan peran yang cukup signifikan dalam struktur pengeluaran warga Bitung. Pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga naik pesat, mencatat proporsi 24,43 persen dari sebelumnya 50,75 persen dalam konteks proporsi total nonpangan. Ini menggambarkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian dan kebutuhan rumah tangga.
Aneka komoditas dan jasa juga menjadi sektor penting dengan kontribusi 11,66 persen, diikuti oleh pajak, pungutan, dan asuransi sebesar 3,97 persen serta barang tahan lama sebesar 4,66 persen. Kategori pakaian, alas kaki, dan tutup kepala menempati 2,94 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,15 persen.
Kebutuhan untuk pesta dan upacara seperti kenduri juga tercatat sebesar 2,78 persen, menandakan bahwa kegiatan sosial dan adat masih menjadi bagian dari struktur pengeluaran masyarakat.
Potret Ekonomi yang Mulai Beralih Arah
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa masyarakat Bitung mulai bergeser dari pengeluaran berbasis konsumsi harian menuju kebutuhan dengan nilai jangka panjang. Kecenderungan meningkatnya pengeluaran untuk nonpangan bisa menjadi tanda tumbuhnya kesejahteraan dan peningkatan daya beli warga.
Meski begitu, penurunan pada sebagian besar komponen pangan juga perlu menjadi perhatian, terutama dalam konteks ketahanan pangan dan keseimbangan gizi masyarakat.
Kota Bitung yang berkembang sebagai kawasan industri dan pelabuhan terus menunjukkan transformasi sosial-ekonomi yang dinamis, di mana struktur pengeluaran warganya kini menjadi cerminan dari perubahan perilaku ekonomi modern.(pr)
Editor : Pratama Karamoy