alexametrics
23.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI Masuk TNI, PA 212 Malah Sentil-sentil KKB Papua

MANADOPOST.ID-Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Maarif ikut menanggapi sikap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan keturunan PKI masuk TNI.

 

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa baru saja membolehkan keturunan PKI untuk masuk dalam seleksi calon prajurit TNI.

 

Dengan kebijakan ini, peringatan Wakil Presiden Try Soetrisno bahwa anak cucu keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) akan menyusup dalam institusi TNI, seolah mulai terbukti.

 

Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Maarif mengaku sependapat dengan Try Sutrisno.

 

Ustadz Slamet juga meminta agar TNI berhati-hati terhadap keturunan PKI.

 

“Setuju dengan Pak Try. Karena indikasi kebangkitan PKI sangat nyata dan masif,” ujar Slamet, Jumat (1/4).

 

Ustadz Slamet sempat meminta masyarakat Indonesia untuk sadar bahwa PKI atau komunis mulai bangkit bahkan sangat kuat diduga sudah ada di sekitar kekuasaan.

 

Apalagi saat ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merevisi syarat seleksi prajurit yang membolehkan keturunan PKI mendaftar.

 

“Apa Panglima lupa TAP MPRS 26 tahun 1965 tentang larangan PKI belum dicabut? Apa ada jaminan anak keturunan tidak berideologi komunis?Karena faktanya banyak anak keturunan yang terlihat membangkitkan ideologi dan paham PKI,” kata Slamet beberapa waktu lalu.

 

Slamet pun meminta agar Panglima TNI untuk fokus mengatasi dan memberantas teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang terus memakan korban dari pihak TNI-Polri.

 

“Saran saya kepada Panglima TNI sekarang fokus aja kerahkan kekuatan TNI untuk tindak teroris KKB di Papua,” pungkas Slamet.

 

Pada tahun 2017 lalu, Try Sutrisno sempat meminta kepada TNI untuk lebih selektif memilih para calon anggota TNI melalui Akademi Militer.

 

Tujuannya, untuk mengantisipasi kebangkitan PKI dari keturunan mereka yang masuk ke dalam institusi TNI.

 

“Sekarang bebas. Hati-hati. Sekarang tidak mustahil anak cucu PKI masuk ke Akademi Militer. Jadi itu sasaran strategis jangka panjang,” kata Try Sutrisno dalam acara silaturahmi Panglima TNI dengan para purnawirawan TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Jumat, 22 September 2017 lalu. (ral/rmol/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Maarif ikut menanggapi sikap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan keturunan PKI masuk TNI.

 

Diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa baru saja membolehkan keturunan PKI untuk masuk dalam seleksi calon prajurit TNI.

 

Dengan kebijakan ini, peringatan Wakil Presiden Try Soetrisno bahwa anak cucu keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) akan menyusup dalam institusi TNI, seolah mulai terbukti.

 

Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Maarif mengaku sependapat dengan Try Sutrisno.

 

Ustadz Slamet juga meminta agar TNI berhati-hati terhadap keturunan PKI.

 

“Setuju dengan Pak Try. Karena indikasi kebangkitan PKI sangat nyata dan masif,” ujar Slamet, Jumat (1/4).

 

Ustadz Slamet sempat meminta masyarakat Indonesia untuk sadar bahwa PKI atau komunis mulai bangkit bahkan sangat kuat diduga sudah ada di sekitar kekuasaan.

 

Apalagi saat ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merevisi syarat seleksi prajurit yang membolehkan keturunan PKI mendaftar.

 

“Apa Panglima lupa TAP MPRS 26 tahun 1965 tentang larangan PKI belum dicabut? Apa ada jaminan anak keturunan tidak berideologi komunis?Karena faktanya banyak anak keturunan yang terlihat membangkitkan ideologi dan paham PKI,” kata Slamet beberapa waktu lalu.

 

Slamet pun meminta agar Panglima TNI untuk fokus mengatasi dan memberantas teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang terus memakan korban dari pihak TNI-Polri.

 

“Saran saya kepada Panglima TNI sekarang fokus aja kerahkan kekuatan TNI untuk tindak teroris KKB di Papua,” pungkas Slamet.

 

Pada tahun 2017 lalu, Try Sutrisno sempat meminta kepada TNI untuk lebih selektif memilih para calon anggota TNI melalui Akademi Militer.

 

Tujuannya, untuk mengantisipasi kebangkitan PKI dari keturunan mereka yang masuk ke dalam institusi TNI.

 

“Sekarang bebas. Hati-hati. Sekarang tidak mustahil anak cucu PKI masuk ke Akademi Militer. Jadi itu sasaran strategis jangka panjang,” kata Try Sutrisno dalam acara silaturahmi Panglima TNI dengan para purnawirawan TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Jumat, 22 September 2017 lalu. (ral/rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/