24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Rencana Belanja Alutsista 1,7 Kuadriliun, Ini Penjelasan Wakil Menteri Pertahanan

MANADOPOST.ID–Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menegaskan tidak ada kenaikan anggaran di Kementerian Pertahanan meski ada rencana belanja alutsista senilai Rp 1,7 kuadriliun.

Adapun belaja alutsista senilai Rp 1,7 kuadriliun tersebut lantaran beredarnya salinan rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (Alpalhankam) tahun 2020-2024.

“Anggaran selama ini kan 0,8 persen dari GDP, kita minta itu saja enggak ada kenaikan anggaran secara signifikan,” ujar Herindra di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/5).

Herindra mengatakan anggaran tidak berubah namun skema pembayarannya akan berbeda. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai skema pembayaran tersebut. “Nanti skemanya saja yang berbeda. Tapi anggaranya tetap,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Rencana pembelian alutsista tersebut untuk TNI adalah hal baik. Namun itu masih dalam pembahasan belum adanya keputusan. “Alutsista untuk TNI AD, AL, AU, dan banyak semuanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar salinan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (Alpalhankam) tahun 2024-2024.

Dalam Perpres tersebut, pemerintah perencanaan kebutuhan (Renbut) pembelian alutsista sebesar USD 124,99 miliar atau setara Rp 1,7 kuadriliun.

Adapun perincian anggaran, terdiri untuk akuisisi Alpahankam sebesar USD 79,099 miliar. Kemudian untuk pembayaran bunga tetap selama lima tahun Renstra (rencana strategis) sebesar USD 13,39 miliar .

“Untuk dana kontijensi serta pemeliharaan dan perawatan Alpahankam ditetapkan sebesar USD 32,505 miliar,” tulis Perpres tersebut.

Selain itu, dalam Perpres, Renbut sudah dialokasikan sejumlah USD 20,747 miliar pada daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah khusus tahun 2020-2040. Kemudian, selisih dari Renbut sejumlah USD 104,247 miliar yang akan dipenuhi pada Renstra 2020-2024.

“Pendanaan untuk membiayai pengadaan Alpalhankam Kemhan dan TNI dalam Renbut dibebankan pada anggaran dan pendapatan negara melalui anggaran pinjaman luar negeri,” bunyi Perpres tersebut.(jawapos)

MANADOPOST.ID–Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menegaskan tidak ada kenaikan anggaran di Kementerian Pertahanan meski ada rencana belanja alutsista senilai Rp 1,7 kuadriliun.

Adapun belaja alutsista senilai Rp 1,7 kuadriliun tersebut lantaran beredarnya salinan rancangan Peraturan Presiden tentang Pemenuhan Kebutuhan tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (Alpalhankam) tahun 2020-2024.

“Anggaran selama ini kan 0,8 persen dari GDP, kita minta itu saja enggak ada kenaikan anggaran secara signifikan,” ujar Herindra di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/5).

Herindra mengatakan anggaran tidak berubah namun skema pembayarannya akan berbeda. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai skema pembayaran tersebut. “Nanti skemanya saja yang berbeda. Tapi anggaranya tetap,” katanya.

Rencana pembelian alutsista tersebut untuk TNI adalah hal baik. Namun itu masih dalam pembahasan belum adanya keputusan. “Alutsista untuk TNI AD, AL, AU, dan banyak semuanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar salinan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (Alpalhankam) tahun 2024-2024.

Dalam Perpres tersebut, pemerintah perencanaan kebutuhan (Renbut) pembelian alutsista sebesar USD 124,99 miliar atau setara Rp 1,7 kuadriliun.

Adapun perincian anggaran, terdiri untuk akuisisi Alpahankam sebesar USD 79,099 miliar. Kemudian untuk pembayaran bunga tetap selama lima tahun Renstra (rencana strategis) sebesar USD 13,39 miliar .

“Untuk dana kontijensi serta pemeliharaan dan perawatan Alpahankam ditetapkan sebesar USD 32,505 miliar,” tulis Perpres tersebut.

Selain itu, dalam Perpres, Renbut sudah dialokasikan sejumlah USD 20,747 miliar pada daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah khusus tahun 2020-2040. Kemudian, selisih dari Renbut sejumlah USD 104,247 miliar yang akan dipenuhi pada Renstra 2020-2024.

“Pendanaan untuk membiayai pengadaan Alpalhankam Kemhan dan TNI dalam Renbut dibebankan pada anggaran dan pendapatan negara melalui anggaran pinjaman luar negeri,” bunyi Perpres tersebut.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/