31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Survei SMRC: Pancasila Mempengaruhi Kematangan Sistem Politik NKRI

MANADOPOST.ID – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa Pancasila mempengaruhi kematangan sistem politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian salah satu temuan survei SMRC bertajuk ‘Sikap Publik terhadap Pancasila dalam rangka Konsolidasi Sistem Politik Indonesia’ yang dirilis di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, pada Rabu 1 Juni 2022.

Video utuh rilis suvei SMRC dalam rangka acara peringatan Hari Lahir Pancasila itu bisa disimak di sini: https://youtu.be/KOSRbao7T4I

Pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, dalam presentasinya menyatakan bahwa sikap pada Pancasila secara umum berhubungan positif dengan berbagai komponen bangsa: terikat kuat dengan negara kesatuan, kinerja Pancasila, preferensi pada demokrasi dan kebebasan, kinerja kebebasan, trust terhadap lembaga politik, dan kelompok sosial.

Survei ini juga menemukan bahwa sikap terhadap Pancasila berhubungan negatif dengan Islamisme, yakni pandangan bahwa ketuhanan yang maha esa harus dipahami hanya menurut agama Islam, hukum Islam yang berlaku hanya bagi umat Islam, dan pengutamaan umat Islam dibanding umat lain karena umat paling besar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pola hubungan-hubungan di atas, menurut Saiful, menunjukkan adanya dukungan terhadap Pancasila dan sistem politik, dan adanya kesejalanan antara opini publik tentang Pancasila dengan opini tentang sistem politik. Kesejalanan ini akan membantu mengkonsolidasikan sistem politik Indonesia.

Lebih jauh Saiful menjelaskan bahwa yang potensial memperlemah sistem adalah Islamisme. “Pancasila dapat memperkuat sistem politik nasional Indonesia di satu sisi, dan di sisi lain dapat mencegah Islamisme yang bukan hanya bertabrakan dengan Pancasila tapi juga dengan komponen-komponen sistem politik Indonesia lainnya: demokrasi, kebebasan, kinerja demokrasi dan kebebasan, dan toleransi,” papar Saiful.

Sementara nilai-nilai Pancasila terlihat tidak melahirkan hubungan positif yang signifikan dengan toleransi karena dalam pengukuran toleransi masuk objek-objek toleransi yang selama ini ditafsirkan bertentangan dengan Pancasila, terutama sila pertama Pancasila: komunis, ateis, dan LGBT. Juga ISIS yang ditafsirkan bertentangan dengan sila ketiga.

Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). (*)

 

MANADOPOST.ID – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa Pancasila mempengaruhi kematangan sistem politik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian salah satu temuan survei SMRC bertajuk ‘Sikap Publik terhadap Pancasila dalam rangka Konsolidasi Sistem Politik Indonesia’ yang dirilis di Taman Renungan Bung Karno, Kabupaten Ende, pada Rabu 1 Juni 2022.

Video utuh rilis suvei SMRC dalam rangka acara peringatan Hari Lahir Pancasila itu bisa disimak di sini: https://youtu.be/KOSRbao7T4I

Pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, dalam presentasinya menyatakan bahwa sikap pada Pancasila secara umum berhubungan positif dengan berbagai komponen bangsa: terikat kuat dengan negara kesatuan, kinerja Pancasila, preferensi pada demokrasi dan kebebasan, kinerja kebebasan, trust terhadap lembaga politik, dan kelompok sosial.

Survei ini juga menemukan bahwa sikap terhadap Pancasila berhubungan negatif dengan Islamisme, yakni pandangan bahwa ketuhanan yang maha esa harus dipahami hanya menurut agama Islam, hukum Islam yang berlaku hanya bagi umat Islam, dan pengutamaan umat Islam dibanding umat lain karena umat paling besar.

Pola hubungan-hubungan di atas, menurut Saiful, menunjukkan adanya dukungan terhadap Pancasila dan sistem politik, dan adanya kesejalanan antara opini publik tentang Pancasila dengan opini tentang sistem politik. Kesejalanan ini akan membantu mengkonsolidasikan sistem politik Indonesia.

Lebih jauh Saiful menjelaskan bahwa yang potensial memperlemah sistem adalah Islamisme. “Pancasila dapat memperkuat sistem politik nasional Indonesia di satu sisi, dan di sisi lain dapat mencegah Islamisme yang bukan hanya bertabrakan dengan Pancasila tapi juga dengan komponen-komponen sistem politik Indonesia lainnya: demokrasi, kebebasan, kinerja demokrasi dan kebebasan, dan toleransi,” papar Saiful.

Sementara nilai-nilai Pancasila terlihat tidak melahirkan hubungan positif yang signifikan dengan toleransi karena dalam pengukuran toleransi masuk objek-objek toleransi yang selama ini ditafsirkan bertentangan dengan Pancasila, terutama sila pertama Pancasila: komunis, ateis, dan LGBT. Juga ISIS yang ditafsirkan bertentangan dengan sila ketiga.

Survei ini dilakukan pada 10-17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/