29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Jadi Sarana Pendukung Pariwisata, Menteri Parekraf Minta Hijaukan Kawasan Drainase KEK Likupang

MANADOPOST.ID—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kembali mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dalam rangka kegiatan Festival Pariwisata Likupang. Serangkaian kegiatan tersebut Menteri Parekraf juga menyempatkan diri melaksanakan penanaman pohon dan selanjutnya melakukan peninjauan di kawasan proyek drainase KEK Likupang yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Desa Pulisan, Sabtu (30/7).

Penanaman pohon dan penghijauan dilakukan Menteri Sandiaga Uno bertujuan agar kawasan dapat lebih tertata dan tetap dijaga pemeliharaannya sehingga bisa berfungsi juga sebagai Kawasan pendukung pariwisata di Likupang.

“Pekerjaan pada bagian hulu serta pekerjaan lainnya, juga drainase permukiman tempat home stay yang telah dibangun agar dapat dilanjutkan pembangunannya untuk mengurangi dampak banjir, disamping itu saya minta agar kawasan KEK Likupang ini dibuat penghijauan, dibuat tertata, serta dijaga pemeliharaannya sehingga dapat berfungsi sebagai kawasan pendukung pariwisata di Likupang”, pesan Menteri Sandiaga Uno.

Menteri Parekraf, Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana, Kepala SNVT PJSA Novie Ilat (kiri), serta PPK Sungai dan Pantai III Alfian Palisungan (kanan) saat berada di kawasan pembangunan drainase yang kini menjadi destinasi wisata penunjang KEK Likupang.

Di tempat yang sama, Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana menjelaskan terkait infrastruktur drainase yang dibangun Kementerian PUPR, bahwa Pekerjaan Drainase KEK Likupang di Desa Pulisan TA. 2021 telah dibangun pada bagian hilir. Namun demikian, pekerjaan pembangunan drainase tersebut menurut Sadana masih perlu dilanjutkan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pekerjaan Drainase KEK Likupang di Desa Pulisan dibangun kurang lebih 698 meter pada bagian hilir muara ke laut. Terkait sisanya di bagian hulu kurang lebih ada 400 meter termasuk drainase permukiman, dan kegiatannya sudah diusulkan ke Jakarta,” tutur Sudana.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Minahasa Utara Joune Ganda, Kepala SNVT PJSA Novi Ilat, PPK Sungai dan Pantai III Alfian Palisungan dan para pejabat di lingkup Kabupaten Minahasa Utara. (des)

MANADOPOST.ID—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kembali mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dalam rangka kegiatan Festival Pariwisata Likupang. Serangkaian kegiatan tersebut Menteri Parekraf juga menyempatkan diri melaksanakan penanaman pohon dan selanjutnya melakukan peninjauan di kawasan proyek drainase KEK Likupang yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Desa Pulisan, Sabtu (30/7).

Penanaman pohon dan penghijauan dilakukan Menteri Sandiaga Uno bertujuan agar kawasan dapat lebih tertata dan tetap dijaga pemeliharaannya sehingga bisa berfungsi juga sebagai Kawasan pendukung pariwisata di Likupang.

“Pekerjaan pada bagian hulu serta pekerjaan lainnya, juga drainase permukiman tempat home stay yang telah dibangun agar dapat dilanjutkan pembangunannya untuk mengurangi dampak banjir, disamping itu saya minta agar kawasan KEK Likupang ini dibuat penghijauan, dibuat tertata, serta dijaga pemeliharaannya sehingga dapat berfungsi sebagai kawasan pendukung pariwisata di Likupang”, pesan Menteri Sandiaga Uno.

Menteri Parekraf, Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana, Kepala SNVT PJSA Novie Ilat (kiri), serta PPK Sungai dan Pantai III Alfian Palisungan (kanan) saat berada di kawasan pembangunan drainase yang kini menjadi destinasi wisata penunjang KEK Likupang.

Di tempat yang sama, Kepala BWS Sulawesi I, I Komang Sudana menjelaskan terkait infrastruktur drainase yang dibangun Kementerian PUPR, bahwa Pekerjaan Drainase KEK Likupang di Desa Pulisan TA. 2021 telah dibangun pada bagian hilir. Namun demikian, pekerjaan pembangunan drainase tersebut menurut Sadana masih perlu dilanjutkan.

“Pekerjaan Drainase KEK Likupang di Desa Pulisan dibangun kurang lebih 698 meter pada bagian hilir muara ke laut. Terkait sisanya di bagian hulu kurang lebih ada 400 meter termasuk drainase permukiman, dan kegiatannya sudah diusulkan ke Jakarta,” tutur Sudana.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Minahasa Utara Joune Ganda, Kepala SNVT PJSA Novi Ilat, PPK Sungai dan Pantai III Alfian Palisungan dan para pejabat di lingkup Kabupaten Minahasa Utara. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/